Sungguh Kejam Ibu Tiri

11 Nov 2018 11:10 755 Hits 0 Comments
Penganiayaan

Seorang ibu bernama Amanah asal Desa Pagerandong, RT 1 RW 2, Kecamatan Kaligondang diduga menganiaya anak tirinya, IM.

Gadis kecil usia 7 tahun yang masih duduk di kelas 1 SDN 1 Pagerandong, Purbalingga, Jawa Tengah, mengalami luka pada sekujur tubuhnya. Kali pertama dugaan penganiayaan itu mencuat saat guru kelasnya curiga melihat lebam di dahi, bibir, dan lengan bocah itu.

Sabtu, 25 Agustus 2018, guru tersebut menanyakan sebab luka pada tubuh mungil I. Gadis kecil itu pun menjawab luka tersebut didapat saat ia terjatuh. Sangsi dengan jawabannya, Senin, 27 Agustus 2018, pihak sekolah memeriksa lebih lanjut.

Di ruang kepala sekolah, setiap mata tak bisa menahan haru. Ucapan istigfar pun seketika meluncur dari bibir tatkala melihat luka lain di dada, lengan atas, dan kaki kecil bocah korban penganiayaan itu.

Luka itu berupa memar akibat hantaman benda keras dan luka lecet dan terbuka karena senjata tajam. Beberapa terlihat samar seakan luka itu telah lama dideritanya.

"Saat ditanya siapa yang melakukan tidak menjawab, saat dipancing apakah kakaknya yang melakukan, dia geleng-geleng, saat ditanya ibu yang melakukan dia mengangguk," ujar Kepala sekolah SD N 1 Pagerandong, Geriatri, Rabu, 29 Agustus 2018.

Pemeriksaan di ruang sekolah itu direkam oleh salah seorang guru. Dengan cepat, video tersebut menyebar di lini massa dan menuai berbagai kecaman masyarakat. (https://www.liputan6.com/regional/read/3631926/fakta-fakta-penganiayaan-bocah-7-tahun-oleh-ibu-tiri-di-purbalingga)

Berita tersebut adalah salah satu contoh penganiayaan yang di lakukan oleh ibu tiri terhadap anaknya. Miris sekali bukan? Yang dimana seharusnya tugas seorang ibu adalah mengasuh dan mendidik anaknya, ini justru sebaliknya, anaknya justru di aniaya. Penganiayaan sendiri. Penganiayaan sendiri dapat di kategorikan menjadi dua, yaitu penganiayaan berat dan penganiayaan ringan. Penganiyaa ringan adalah segala sesuatu perbuatan aniya yang tidak menghalanginya dalam menjalakan tugas jabatan atau pencarian setelah tindak pidana itu terjadi, tugas jabatan atau mata pencarian ini lah yang menetukan penganiayaan itu menjadi ringan atau berat. Penganiayaan berat adalah penganiayaan yang di tujukan untuk melukai berat si korban dengan unsur niat saat menganiaya korbanya hingga ia tidak bisa menjalakan pekerjaan sehari hari.. Apabila luka berat yang di timbukan hanya akibat saja tanpa ada unsur niat, maka penganiayaan itu masuk kedalam kategori penganiayaan biasa yang mengakibatkan luka berat. Penganiayaan ini sendiri sudah di atur di dalam KUHP, terdapat di banyak pasal, salah satunya adalah sebagai berikut

Pasal 351

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah,

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 352

(1) Kecuali yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Pidana dapat ditambah sepertiga bagi orang yang melakukan kejahatan itu terhadap orang yang bekerja padanya, atau menjadi bawahannya.

(2) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Pasal 353

(1) Penganiayaan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatka luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(3) Jika perbuatan itu mengkibatkan kematian yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun

Pasal 354

(1) Barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun.

Pasal 355

(1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.

(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lams lima belas tahun.

Tags

About The Author

Vanessa Miranda Liong 9
Kapur Tulis

Vanessa Miranda Liong

Mahasiswa Bina Nusantara

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Vanessa Miranda Liong