Apa yang Terjadi Dalam 30 Hari Saat Berhenti Mengonsumsi Gula dalam Tubuh

22 Apr 2024 10:25 228 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Apa Yang Terjadi Dalam 30 Hari Saat Berhenti Mengonsumsi Gula Dalam Tubuh

Gula sering dianggap sebagai salah satu penyebab dari beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes. Terlebih jika makanan tinggi gula dikonsumsi secara rutin terus-menerus. Menurut penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine pada Februari 2023 menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih erat hubungannya dengan beberapa kondisi seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolisme dikutip dari Healthshots (16/8/2023). Untuk mencegah risiko masalah kesehatan tersebut, penting untuk mengurangi atau menghentkan konsumsi makanan mengandung gula secara siginifikan.

Nah dalam upaya mengehntikan konsumsi gula tambahan, beberapa orang memilih untuk mengikuti tantangan hidup tanpa gula dimana dalam hal ini mereka akan menghentikan segala bentuk gula tambahan untuk jangka waktu tertentu seperti selama 30 hari. Apa yang terjadi ?

1/ Menurunkan berat badan

Mengurangi asupan gula atau tidak mengkonsumsi gula selama sebulan bisa menyebabkan penurunan berat badan karena menghilangkan kalori serta mengurangi makan berlebihan. Tinjauan untuk bukti dalam studi diabetes klinis tahun 2021 menemukan bahwa konsumsi gula tambahan yang berlebihan berkontribusi terhadap kelebihan berat badan dan obesitas. Asupan gula tambahan yang tinggi juga dikaitkan dengan adanya peningkatan lemak visceral, yaitu sejenis lemak yang berada di sekitar organ. Peningkatan lemak visceral sangat berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit. Mengurangi sumber gula tambahan bisa membantu anda menurunkan berat badan, terutama jika dipadukan dengan pola makan padat nutrisi yang tinggi protein dan serat.

2/ Menurunkan risiko diabetes

Dilansir dari Eatingwell (11/7/2023), mengurangi gula selama 30 hari dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, mengurangi risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi terutama pada minuman manis dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2. Para ilmuwan menjelaskan hal ini sebagian besar karena bertambahnya berat badan seseorang ketika mereka mengkonsumsi banyak kalori dalam bentuk tambahan gula. Kelebihan berat badan atau obesitas seringkali disertai dengan masalah pengendalian gula darah dan berkurangnya sensitivitas terhadap insulin yang menyebabkan dibates tipe 2. Mengurangi gula tambahan akan memudahkan anda mengatur berat badan dan menjaga kadar glukosa darah dalam parameter yang lebih sehat dimana keduanya menurunkan risiko diabetes.

3/ Memperlambat proses penuaan kulit

Mengurangi asupan gula tambahan dan menjaga glukosa darah dalam parameter yang sehat dapat membantu memperlambat laju penuaan kulit. Hal tersebut lantaran pola makan tinggi gula bisa menyebabkan produksi AGEs (produk akhir glikasi lanjutan) dan AGEs dikaitkan dengan percepatan proses penuaan kulit. Faktanya penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan gula dapat memperlambat efek penuaan yang disebabkan oleh AGEs pada kulit secara siginifikan terutama jika pola makan anda mencakup banyak buah dan sayuran.

4/ Menjaga kesehatan mulut

Dilansir dari Healthline, makanan dan minuman manis diketahui tidak baik untuk menjaga kesehatan gigi. Faktanya adalah asupan gula berlebih sangat berkaitan dengan peningkatan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi pada anak-anak dan orang dewasa. Hal ini terjadi karena bakteri di mulut memecah gula dan menghasilkan asam yang dapat merusak gigi. Oleh karena itu mengurangi gula tambahan dapat melindungi gigi anda.

Semoga bermanfaat.

Tags Kesehatan

About The Author

Utamii 67
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel