Ular Berkepala Manusia, Nyata Atau Mistis?

4 Nov 2020 08:55 503 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Apa yang akan kita katakan bila mendengar ular berkepala manusia? Reaksi pertama yang akan dialami setelah mendengar ada ular berkepala manusia adalah bertanya-tanya akan kebenaran fenomena yang baru saja didengar tersebut. Selain itu, rasa penasaran juga tak ayal membuat kita untuk berusaha melihat dan mencari informasi sebenarnya mengenai hal itu. 

Apa yang akan kita katakan bila mendengar ular berkepala manusia? Reaksi pertama yang akan dialami setelah mendengar ada ular berkepala manusia adalah bertanya-tanya akan kebenaran fenomena yang baru saja didengar tersebut. Selain itu, rasa penasaran juga tak ayal membuat kita untuk berusaha melihat dan mencari informasi sebenarnya mengenai hal itu.


Setelah melihat dan membuktikan sendiri keberadaan cerita tersebut dengan segala informasi yang didapat, mungkin kita akan bertanya kembali, bagaimana mungkin ada ular berkepala manusia di dunia ini? Bukankah hal ini terdengar sungguh mustahil?


Pada 2010, masyarakat Indonesia terutama masyarakat di daerah Sumatera pernah dikejutkan dengan penemuan fenomena ular berkepala manusia. Ular berkepala manusia yang lebih terlihat sebagai sosok wanita ini berukuran kecil dengan rambut panjang pirang terurai dengan tubuh ular melingkar.

Banyak masyarakat Indonesia berasumsi negatif terhadap fenomena yang telah ditemukan tersebut dengan menyebutkan bahwa ular berkepala manusia tersebut merupakan sebuah kutukan yang ditujukan pada seorang wanita. Ada juga yang mengatakan kalau ular berkepala manusia tersebut merupakan perwujudan lain dari bentuk jenglot yang pernah ditemukan pada tahun sebelumnya.

Perbedaannya dengan jenglot adalah bagian tubuh dari pinggang ke bawah. Jenglot hampir mirip dengan manusia biasa yang berukuran 15cm dengan tubuh dibalut bulu berwarna coklat, rambut panjang terurai, dan kuku pada tangan yang tajam serta runcing. Lain halnya dengan sosok ular berkepala manusia wanita yang memiliki bagian tubuh menyerupai tubuh ular serta memiiki sisik yang sama dengan ular pada umumnya.

Hal ini juga mengingatkan kita pada mitos Yunani kuno tentang kutukan yang pernah diterima seorang puteri. Puteri tersebut dikutuk menjadi ular. Orang Yunani pada saat itu menyebutnya dengan sebutan medusa. Ular berkepala manusia ini sangat ditakuti oleh masyarakat Yunani pada zamannya. Hingga sekarang, mitos ini masih melekat di kalangan masyarakat Yunani, bahkan kalangan masyarakat di seluruh dunia pun pernah mendengar mitos tersebut.

 

Kepercayaan Masyarakat Tentang Ular Berkepala Manusia

Ular berkepala manusia dipercaya sering mengganggu masyarakat setempat sehingga banyak korban yang mati dibuatnya. Ular berkepala manusia juga dipercaya memiliki daya magis yang besar sehingga hampir semua orang takut jika mendengar fenomena tersebut. Banyak yang menjadi korban ular berkepala manusia adalah lelaki. Mungkin daya magis yang dimilikinyalah yang dapat memikat para lelaki. Hal ini mengakibatkan banyak orang ingin membunuh ular berkepala manusia tersebut.

Akan tetapi, banyak orang yang urung melakukan niat tersebut karena ajal selalu menjemput. Kekuatan magis yang dimiliki ular berkepala manusia tersebut dipercayai oleh masyarakat sekitar terdapat di bagian mata. Bila kita menatap matanya, maka orang yang melihatnya akan berubah menjadi batu.

Walaupun cerita tentang ular berkepala manusia yang ditemukan di daerah Sumatera tersebut belum dapat dibuktikan kebenarannya, namun masyarakat sangat percaya bahwa kejadian tersebut merupakan kutukan karena perbuatan buruk.

Sosok ular berkepala manusia yang ditemukan di daerah Sumatera tersebut sangat mengerikan. Beberapa kabar burung juga mengatakan bahwa fenomena tersebut merupakan penjelmaan dari orang yang telah mati yang semasa hidupnya tidak pernah dekat dengan sang pencipta. Maka dari itu, ketika mati, wujud yang diterima di alam gaib oleh orang tersebut berbentuk ular.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang berpendapat kalau ular berkepala manusia itu adalah perwujudan dari seorang manusia yang telah melanggar perjanjian dengan sebangsa jin. Ketika masa hidupnya, wanita tersebut menginginkan kehidupan di dunia dengan kemewahan. Maka dari itu, dia melakukan kesepakatan dengan sebangsa jin untuk membantunya. 

Setelah waktu berjalan, sosok wanita itu tidak memenuhi perjanjian dengan sebangsa jin tersebut sampai akhirnya sebangsa jin tersebut mengutuknya menjadi ular berkepala manusia.

Lalu ada juga yang berpendapat bahwa fenomena ular berkepala manusia tersebut merupakan peliharaan seseorang untuk memperkaya dirinya dan memuluskan segala rencana yang diinginkannya. Tetapi, kekuatan sang pencipta melebihi kekuatannya. Dan pada akhirnya, wujur ular berkepala manusia tersebut terbujur kaku tanpa bisa hidup dan bergerak kembali untuk membantu orang yang telah memeliharanya.

 

Mitos Ular Berkepala Manusia

Sangat sulit untuk menemukan fakta yang akurat tentang keberadaan fenomena yang ditemukan di Sumatera tersebut. Ular berkepala manusia dianggap sebagai kejadian mustahil yang di luar nalar manusia.

Akan tetapi, ular berkepala manusia tersebut memang merupakan sebuah mitos yang sulit untuk diungkapkan secara akurat faktanya. Bisa saja fenomena yang ditemukan di Sumatera tersebut merupakan hasil rekayasa seseorang. Lalu, rekayasa itu disangkutpautkan dengan sebuah fenomena gaib sehingga masyarakat semakin yakin akan fenomena yang telah ditemukan oleh seseorang tersebut.

Seperti halnya cerita Yunani kuno Medusa, cerita rekaan manusia yang mempunyai daya imajinasi tinggi, fenomena ular berkepala manusia juga bisa jadi merupakan rekayasa seseorang dan kemudian disebarluaskan sehingga menjadi mitos pada masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Sumatera.

Banyak orang yang menceritakan dan menyebarkan cerita tersebut pada masyarakat menyatakan bahwa mereka mempunyai alasan yang kuat mengapa tokoh ular berkepala manusia tersebut dihadirkan di tengah-tengah masyarakat. Bisa jadi orang tersebut mempunyai tujuan yang baik pada alam dan lingkungannya sehingga menciptakan sebuah cerita dengan tokoh ular berkepala manusia yang menakutkan dan dapat membunuh siapa saja dengan sekali tatap di kala ada orang yang akan mengganggu daerah kekuasaaanya.

Pada dasarnya, fenomena yang ditemukan di Sumatera dan cerita Yunani kuno tentang ular berkepala manusia tersebut bukanlah mitos yang hanya digembor-gemborkan untuk menakut-nakuti masyarakat. Akan tetapi, terdapat pesan moral di balik mitos yang beredar itu.

Jika benar bahwa ular berkepala manusia tersebut merupakan kutukan dari Tuhan, maka hal ini membuktikan bahwa kekuasaan terbesar di alam ini dimiliki oleh sang Pencipta. Pencipta mencoba untuk memperingatkan manusia akan kebesaran-Nya serta membuat manusia senantiasa ingat kepada siapa yang menciptakan seluruh alam ini.

Akan tetapi, jika hal ini merupakan rekayasa yang dibuat oleh oknum tertentu, maka kita bisa berasumsi positif dengan menganggap kalau fenomena ini membawa kita ke dalam proses penyadaran akan kekurangan manusia dalam bersosialisasi dengan baik, baik terhadap alam maupun terhadap sesamanya.
Lantas benarkah ada ular berkepala manusia di dunia ini? Mitoskah, kebenarankah, rekayasa manusiakah, mungkin masih banyak lagi yang dicari dan diungkapkan manusia mengenai ular berkepala manusia.

Dengan begitu, ular berkepala manusia ini masih menjadi tanda tanya besar. Masih banyak fakta yang perlu dikumpulkan untuk membuktikan kebenaran fenomena tersebut agar bisa menjelaskan kepada masyarakat yang memercayainya.

Adanya fenomena ular berkepala manusia yang ditemukan di Sumatera tersebut menjadi pertanda untuk semua masyarakat, baik masyarakat Sumatera maupun Indonesia, bahwa selama kebenaran tersebut itu belum bisa dibuktikan, manusia hanya bisa berasumsi secara positif untuk menghadapinya.

Ini juga merupakan pertanda untuk kita dari pencipta agar manusia lebih bisa mengerti apa yang telah diciptakan oleh pencipta serta memahami dan mengejawantahkan keyakinan tersebut ke dalam kehidupan nyata. Ular berkepala manusia itu adalah mitos perwujudan dari bangsa jin. Percaya atau tidak dengan fenomena yang telah beredar tersebut bergantung pada kita sendiri.

Tags Misteri

About The Author

Andy Ganteng 13
Novice

Andy Ganteng

Ganteng Yang Jelas

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel