Bagaimana Mewujudkan Sebuah Keluarga Sukinah Menurut Agama, Ikuti Tips Membangun Dari Artikel ini

1 Apr 2024 15:20 421 Hits 1 Comments Approved by Plimbi

Bagaimana Mewujudkan Sebuah Keluarga Sukinah Menurut Agama, Ikuti Tips Membangun Dari Artikel ini

Pasangan suami istri dan anak-anak mereka terlihat selalu bahagia dalam sebuah keluarga harmonis. Ini tentu saja akan terjadi jika didukung oleh agama yang di dalamnya mengajarkan mengenai rasa saling mengasihi sesama. Menurut pendapat dari Indian Journal of Psychiatry, di dalam masyarakat Patriarki Hindu Rig Veda menjelaskan bahwa sebuah pernikahan sakral dianggap sebagai media persatuan suami-istri yang sifatnya sakramental dan suci, dimana konsep ini terus terjadi. Supaya hubungan pernikahan bisa berjalan dengan langgeng, Anda sebagai orang Hindu wajib untuk mengetahui seperti apa saja cara untuk membangun keluarga harmonis.

Salah satu nilai ajaran Hindu guna membangun sebuah keluarga yang harmonis adalah seperti tertulis dalam Kitab Sarasamuscaya yang memberikan tentang ajaran-ajaran dalam membina rumah tangga supaya menjadi selalu harmonis yaitu rukun dan damai. Ini sama juga seperti yang diulas dalam Jurnal Penjaminan Mutu tentang beberapa makna dari kutipan sloka tertuang dalam Pustaka Sarasamuscaya sebagai berikut.

“Duhkhine Bandhuvargaya Suhrde Sansritaya Ca, Ya Nabhidruhyata Vrttih Sa Krpatigariyasi. Apan Ikang Ulah Manulung Ring Kadang Warga, Katekan Lara Prihati, Yaning Mitra Kuneng, An Ring Mamarasraya, Ya Ika Krpa Ngaranya, Wekasining Inuttama Ika.”

Mengandung makna bahwa karena adanya perbuatan menolong kepada sanak keluarga yang tertimpa penyakit disertai dengan rasa prihatin atau kepada para sahabat yang lagi mencari sebuah perlindungan, mereka ini sama dengan orang-orang miskin, dimana pertolongan kepada mereka wajib diutamakan.

“Tasmad Vakkayacittaistu Nacaredasubham Narah, Subhasubham Hyacarati Tasya Tasyanute Phalam. Matangnyan Nihan Kadayakenaning Wwang, Tan Wak, Kaya, Manah, Kawarjana, Makolahang Asubhakarma, Apan Ikang Wwang Mulahaken Ikang Hayu, Hayu Tinemunya, Vapwan Hala Pinakolahnya, Hala Tinemunya.”

Mengandung makna janganlah membiarkan kata-kata laksana dan pikiran melakukan perbuatan-perbuatan buruk karena orang-orang yang melakukan sesuatu yang baik maka akan diperoleh kebaikan, jika kejahatan adalah perbuatannya maka akan menjadi celaka akan ditemukan olehnya.

“Dharmah Satyam Tatha Vrttam Balam Sriscaiva Pancamah, Niscayena Maharaja Sada Nastyatra Sansayah. Apan Ikang Dharma, Satya, Maryada Yukti, Kasaktin, Sri, Kinaniscayan Ika, Sila Hetunya Hana.” Artinya adalah kebajikan dan kebenaran merupakan pelaksanaan cara hidup yang sopan santun atau layak, dimana kesaktian, kebahagiaan dan keteguhan itu adalah sila yang menyebabkan ada.

Dengan kemampuan untuk memaknai pesan-pesan suci di atas, ada beberapa poin yang wajib untuk diperhatikan sebagai salah satu cara untuk membangun sebuah keluarga harmonis menurut Hindu adalah sebagai berikut:

1. Pentingnya sikap-sikap suka menolong

Tanamkan sejak dini dalam keluarga tentang perilaku Karuna/sikap-sikap suka menolong terutama kepada anggota keluarga yang sedang mengalami duka, sedih, sakit, sengsara, miskin dan sejenisnya. Tidak hanya berlaku kepada anggota keluarga saja, juga buat sahabat, teman-teman atau siapa pun yang memerlukan pertolongan. Hal ini adalah salah satu perbuatan mulia yang bisa mendatangkan kepuasan tersendiri dalam sebuah keluarga. Namun jangan lupa untuk mengutamakan keperluan keluarga. Jika Anda dan pasangan mempunyai cukup dana atau sumber daya lain untuk digunakan dalam membantu orang lain, maka ini artinya secara otomatis Anda bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang lainnya.

2. Buatlah landasan positif pada hubungan suami-istri

Karakter yang dimiliki oleh sepasang suami-istri bisa menjadi sebuah landasan yang kuat digunakan dalam membina keluarga yang harmonis menurut ajaran Hindu dimana suami-istri ini wajib memiliki karakter yang sifatnya bijaksana, susila, waspada dan penuh perhatian serta sama-sama memiliki wawasan yang luas. Karakter ini dapat menjadi salah satu modal dalam membangun sebuah keluarga yang langgeng dan rukun.

3. Hindari berkata kasar terhadap satu dengan yang lainnya

Mempunyai karakter yang baik bisa menjadi pondasi yang kuat supaya tercipta sebuah rumah tangga yang harmonis. Di samping itu, baik suami-istri wajib dijauhkan dari tindakan kasar terhadap satu dengan yang lainnya contohnya adalah dengan tidak berkata kasar atau buruk terhadap suami atau istri sendiri. Ingatlah bila suami dan istri berperilaku baik maka kebaikan dan pahala akan dirasakan dalam keluarga harmonis menurut Hindu.

4. Saling mendukung antara peran suami dan istri

Suami dan istri perlu menjalani peran dan saling mendukung terhadap satu sama lain dimana pemberian dukungan dan rasa kompak juga menjadi kunci keluarga harmonis menurut Hindu. Suami berperan sebagai kepala rumah tangga dan istri berfungsi mengatur keuangan keluarga. Buatlah aturan-aturan yang bisa disepakati dan diterapkan bersama-sama sehingga terciptalah kerukunan, kebahagiaan dan kesejahteraan dalam rumah tangga.

Dengan adanya kutipan Pustaka Suci Sarasamuscaya di atas diharapkan Anda dan pasangan serta anak-anak bisa menciptakan pondasi kuat dan keluarga harmonis menurut ajaran Hindu bisa dibangun sejak dini.

Tags Keluarga

About The Author

Utamii 67
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel