Apakah pantas kami di perlakukan kasar?

7 Nov 2018 21:13 129 Hits 0 Comments
KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Dalam kasus KDRT, tidak hanya mengorbankan sang istri. Namun, dalam kasus kdrt anak pun akan menjadi korban atas tindakan tersebut. Anak yang melihat orang terdekatnya di perlakukan tidak baik dapat menimbulkan kerusakan dalam psikis dan batin sang anak. Dengan melihat perlakuan tersebut anak dapat melakukannya kembali terhadap temannya. Karna faktor lingkungan rumah yang terbiasa dengan kegiatan tersebut.

Seseorang yang memutuskan untuk menjalani hidup berdua dengan pasangan dengan ikatan perkawinan, maka dia berjanji terhadap dirinya orang lain serta tuhan untuk menjalani dan mengasihi sepenuh hati dan jiwa.

Perkara-perkara kecil karna kurangnya komunikasi satu sama lain menjadi faktor dalam terjadinya kekerasan dalam ruman tangga. Kebutuhan yang tinggi dan pendapatan yang tidak sepadan pun juga merupakan salah satu perkara yang menjadikan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Koordinator Bidang Pemantauan Komisi Nasional Perempuan, Dewi Ayu Kartika Sari mengatakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selalu menjadi kasus terbanyak yang diadukan setiap tahun. Menurut Dewi, jumlah kasus KDRT yang diadukan selama tahun 2017 sekitar 300 ribu kasus.

Menurut Dewi, selain budaya patriarki, pendidikan gender juga menjadi faktor tingginya kekerasan terhadap perempuan. Ketimpangan relasi gender dalam keluarga, kata dia, juga menjadikan KDRT terus menerus terjadi dan semakin besar jumlahnya sejak 10 tahun terakhir. (www.tempo.com/2018)

Beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga yang sedang menjadi perbincangan publik.

Larang suaminya main judi, seorang perempuan menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT. Kemarin, perempuan berinisial ACS, 27 tahun, melaporkan suaminya, RL, 27 tahun ke Kepolisian Sektor Kebon Jeruk karena dipukuli. Kepala Polsek Kebon Jeruk Komisaris M. Marbun mengatakan RL memukuli istrinya lantaran kesal dilarang berjudi. (www.tempo.com/2018)

Sri Mai Karlina (24) seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Air Balui, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Inhil, Riau meregang nyawa di tangan suaminya. Korban harus kehilangan nyawa karena suaminya tidak diterima saat disapa. (www.daerah.sindonews.com/2018)

Dalam kasus kdrt di atur pada BAB VIII, Pasal 44 , Undang Undang Nomor 23 Tahun 2003. Dengan ancaman maksimal pidana kurungan 10 tahun atau denda maksimal  Rp. 30.000.000.

Dengan adanya kasus-kasus tersebut di himbau kepda seluruh msyarakat untuk tetap menjaga keluarganya dan tetap menjalin kasih secara utuh ntara satu sama lain. Dengan adanya kebersamaan akan mengurangi gejala-gejala pertengkaran antara suami dan istri.

Tags

About The Author

Siamun Matthaeus Hotasi 6
Kapur Tulis

Siamun Matthaeus Hotasi

Mahasiswa Bina Nusantara

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Siamun Matthaeus Hotasi