Perbedaan Arsitek dengan Desain Interior

13 Sep 2018 17:13 179 Hits 0 Comments

Benarkah Anda sedang mencari seseorang yang membantu untuk membuat denah rumah? Mungkin di pikiran Anda, ada dua pilihan, arsitek atau desain interior. Pilih yang mana?

Benarkah Anda sedang mencari seseorang yang membantu untuk membuat denah rumah? Mungkin di pikiran Anda, ada dua pilihan, arsitek atau desain interior. Pilih yang mana?

Mengingat. Cukup banyak profesi di dunia konstruksi, mulai dari arsitek, developer, teknik sipil, hingga desainer interior. Kesemuanya memang saling berkesinambungan, namun memiliki tugas masing-masing yang cukup berbeda satu sama lain.

Membangun atau merenovasi sebuah rumah menjadi sangat penting untuk menyewa jasa dari ahlinya. Namun, masyarakat seringkali tidak mengerti harus menggunakan jasa arsitek atau desain interior untuk proyeknya.

Keduanya memang berada pada bidang yang sama. Namun tentu saja kapabilitas yang dimiliki berbeda. Walau tidak dipungkiri bahwa keduanya memang saling bersinggungan satu sama lain.

Maka dari itu, berikut akan dijelaskan mengenai perbedaan arsitek dengan desain interior sehingga Anda mampu menentukan jasa mana yang akan digunakan.

Ranah Kerja Arsitek

Perbedaan Arsitek Dengan Desain Interior, Pilih Yang Mana?

Sebelum mengetahui perbedaan keduanya, perlu diketahui dulu masing-masing profesi ini. Arsitek merupakan seseorang yang ahli dalam bidang bangunan.

Tugasnya adalah merancang segala jenis bangunan, dengan atau tanpa tim, tergantung skala proyek bangunan itu sendiri.

Dalam pekerjaannya, arsitek bekerja secara holistik, yang mana harus memperhatikan banyak hal dalam perancangan.

Seorang arsitek tidak hanya terlibat dalam proses desain untuk mendapatkan estetika saja, namun juga perperan penting dalam menentukan konsep desain secara fungsional.

Misalnya konsep sirkulasi, penataan perabot, penataan titik lampu dan kelistrikan, utilitas air, juga pengembangan bangunan di kemudian hari.

Tidak hanya itu, aspek keamanan, keselamatan, dampak lingkungan, dan juga material juga menjadi keputusan dari arsitek. Jadi bisa dikatakan bahwa ranah kerja seorang arsitek membutuhkan aspek matematis, logika, dan juga estetika.

Ranah Kerja Desainer Interior

Adapun desainer interior merupakan seseorang yang ahli dalam estetika ruang dalam. Tugasnya adalah untuk mendesain sebuah ruangan agar nampak lebih cantik dan juga fungsional.â

Desainer interior lebih bekerja dengan menggunakan kemampuan spasial yang cukup kuat, juga sangat berkaitan dengan desain yang indah dan berkarakter. Kemampuan utamanya adalah dalam perencanaan ruang, apapun jenis ruang tersebut.

Desainer interior tidak bekerja secara holistik.

Namun hal-hal detail pasti akan diperhatikan, karena berkaitan dengan keindahan dan fungsi ruang itu sendiri.

Termasuk warna perabot, lantai, dan sebagainya.

Persamaan dan Perbedaan Arsitek dan Desainer Interior

Sebelum membahas mengenai perbedaan, kedua profesi ini memiliki beberapa persamaan, antara lain:

  • Sama-sama bekerja dalam bidang bangunan
  • Sama-sama bekerja untuk klien
  • Bisa bekerja sendiri atau dengan tim (sesuai skala proyek yang berlangsung)
  • Memiliki pengetahuan estetika dan fungsional yang baik

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan beberapa poin perbedaan dari arsitek dengan desainer interior, antara lain sebagai berikut.â

  • Arsitek bekerja secara holistik (keseluruhan aspek), sementara desainer interior bekerja lebih spesifik
  • Arsitek tidak hanya memikirkan tentang interior, namun juga memikirkan mengenai eksterior, material, tata kelola listrik dan air, hingga konstruksi bangunan secara garis besar
  • Desainer interior bekerja lebih kepada estetika ruang, bukan pada estetika bangunan
  • Arsitek bekerja lebih banyak pada bidang perencanaan bangunan dari awal, sementara desainer interior bekerja pada ruang yang sudah terbangun

Pilih Arsitek atau Desainer Interior?

Lalu, sebaiknya pilih mana?

Arsitek atau desainer interior?

Jika Anda memiliki sebuah proyek, maka perhatikan saja skala dan kebutuhan dari proyek itu sendiri. Misalnya jika memiliki keinginan membangun rumah, maka arsitek lah yang lebih cocok untuk disewa jasanya.

Sementara itu, jika Anda hanya ingin melakukan perombakan terhadap sebuah ruang agar lebih nampak menarik, maka desainer interior lah yang lebih cocok. Demikian pula jika Anda ingin mengganti warna cat ruang dan perabot lainnya.

Yang sering jadi pertanyaan adalah bagaimana jika proyek tersebut adalah proyek renovasi? Maka perlu dilihat dari kebutuhan renovasi itu sendiri.

Jika tujuan renovasi adalah untuk memperluas ruang, mengganti atap, atau mengubah konstruksi, maka arsitek yang lebih cocok. Namun jika renovasi dilakukan hanya pada satu ruang, misalnya dapur minimalis bisa jadi desainer interior yang lebih cocok.

Demikianlah beberapa persamaan dan perbedaan arsitek dengan desain interior yang perlu diketahui.

Semoga bisa memberikan referensi yang Anda butuhkan untuk proyek yang akan dikerjakan.

Tags

About The Author

Ivandi 7
Kapur Tulis

Ivandi

Hanya pemuda biasa yang bercita-cita membangun kampung IM :)

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From Ivandi