Telegram Web Sudah Di Blokir | Apa Jadinya Kalau Youtube Di Blokir ?

22 Jul 2017 08:41 416 Hits 0 Comments
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi telah remi memblokir web telegram di Indonesia. Operator telkomsel misalnya, dengan menggunakan akses internet dari provider yang di kenal harga paketnya mahal tersebut, telegram web sudah tidak dapat di akses sejak 15 Juli 2017 lalu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi telah remi memblokir web telegram di Indonesia. Operator telkomsel misalnya, dengan menggunakan akses internet dari provider yang di kenal harga paketnya mahal tersebut, telegram web sudah tidak dapat di akses sejak 15 Juli 2017 lalu.

Meski bagi sebagian orang yang mengerti internet dan komputer, Blokir Telegram tersebut bukanlah sebuah masalah, semua masih bisa di atasi dengan VPN, atau edit Hosts file di Windows.

Alasan pemerintah memblokir telegram web salahsatunya adalah banyaknya konten yang berbau teroris. Pavel Durov, sang pemilik pun angkat bicara terkait pmblokiran ini.

Ia mengakui jika di aplikasi yang di buatnya memang banyak channel teroris. Durov pun menyayangkan lambatnya tanggapan staffnya terkait permintaan pemerintah Indonesia untuk memblokir channel-channel berbau teroris.

Pengguna telegram di Indonesia cukup banyak, hal tersebut terlihat dari respon netijen terhadap pemblokiran, pro kontra bermunculan, bahkan tagar telegram di media sosial twitter menjadi trending topik.

Di Indonesia, telegram juga banyak di gunakan oleh para penjual pulsa sebagai bot untuk bertransaksi, juga banyak pula yang memanfaatkannya untuk hal-hal lain yang lebih positif.

Sebelum memblokir melalui provider internet di Indonesia, Pemerintah dalam hal ini, kementerian komunikasi telah memperingatkan dan meminta pihak telegram untuk menghapus channel-channel teroris.

Setelah memblokir Telegram, muncul isu bahwa Youtube, Facebook dan media sosial lainnya juga akan di blokir jika mereka tidak menghapus akun-akun atau channel yang mengandung terorisme.

Apa jadinya jika Youtube di blokir ?

Ini tentu berdampak besar pada perekonomian sebagian masyarakat. Mungkin ada jutaan orang yang menggantungkan hidupnya dari situs berbagi video tersebut.

Apalagi belakangan ini, banyak orang-orang yang berpenghasilan jutaan rupiah dari youtube. 

Contoh, Raditya Dika, awalnya dia terkenal dengan Channelnya di Youtube. Ria Ricis juga sama, Budi Do Re Mi juga merupakan jebolan Youtube, dan masih banyak yang lainnya.

Semua tergantung individu, yang harus lebih ditekankan adalah pendidikan mental dan individu agar dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

Lingkungan, keluarga menjadi dasar pokok yang membangun seseorang. Internet, Youtube, telegram, facebook, twitter itu pada dasarnya dibuat untuk memudahkan manusia dalam menjalankan kehidupan, bisnis dan memberikan informasi.

Terlepas di gunakan untuk ketidak baikan, itu murni kembali kepada individu masing-masing. Mungkin bagi yang hidup di era 90-an, masih ingat dengan film-film yang di bintangi Reynaldi, dari judul dan posternya yang terpampang di bioskop, film-film nya sudah berbau porno, tapi kejahatan seksual tidak seperti sekarang. Contoh judul "Gairah yang Panas (1996)", "Gejolak Nafsu (1996)", "Nafsu Liar (1996)", "Gairah Perawan (1996)"

Justru sekarang malah sebaliknya, dikit-dikit sensor, terlihat sedikit di sensor, tapi malah banyak beredar berita-berita pemerkosaan, anak remaja yang melakukan seswatu layaknya suami isteri.

Mungkin ini sudah zamannya, tidak ada yang bisa di salahkan, semua kembali ke Individunya.

Tags

About The Author

agus soleh 8
Kapur Tulis

agus soleh

Blogger, suka berbagi melalui dunia digital dan sayang anak kecil

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel

From agus soleh