Rempah Nusantara Dalam Kelezatan Gulai

17 Jul 2017 10:19 255 Hits 1 Comments

Rempah – rempah khas Nusantara saat ini terkenal sebagai salah satu bumbu pelengkap sajian khas Nusantara yang berasa ramai, memiliki sejarah yang cukup panjang hingga disukai oleh banyak orang hingga keluar negeri, dikejar dan dihargai sebagaimana emas, dan diperebutkan perompak masa lalu sebagai salah satu komoditas dalam perdagangan dunia seperti halnya di India.

Rempah - rempah khas Nusantara saat ini terkenal sebagai salah satu bumbu pelengkap sajian khas Nusantara yang berasa ramai, memiliki sejarah yang cukup panjang hingga disukai oleh banyak orang hingga keluar negeri, dikejar dan dihargai sebagaimana emas, dan diperebutkan perompak masa lalu sebagai salah satu komoditas dalam perdagangan dunia seperti halnya di India.

Kondisi tersebut di atas diperkuat dengan adanya cerita - cerita sejarah yang berputar di kalangan penyuka masakan berempah dan pengoleksi buku - buku rempah, nyaris tak terjamah oleh kalangan awam.

Di bawah ini kami berikan beberapa jenis rempah Nusantara kai rangkum dari petikan sejarah masa lalu dimana hingga saat ini memiliki nilai jual yang lumayan mahal, dari beberapa rempah - rempah tersebut terdapat beberapa yang digunakan buat memasak sajian bernama gulai.

1. Kayu Manis (Cinnamomum Zeylanicum)

Columbus pernah salah paham menganggap bahwa kulit kayu pohon karibia yang dijumpai di salah satu negara sekitar Hindia disebutnya sebagai kayu manis lalu dibawanya ke negaranya di Eropa. Selanjutnya kayu manis dibudidayakan oleh anak buahnya di Hindia dan diperdagangkan ke seluruh dunia dengan dikontrol oleh bangsa Venesia pada abad ke-13 dan 14, berdampak pada kekayaan negerinya. Selanjutnya Bangsa Romawi lebih dulu memanfaatkannya sebagai bahan parfum dan pemberi aroma pada wine daripada untuk pelezat masakan. Ceylon adalah penghasil kayu manis terbesar di dunia pada masa lalu, ditemukan pertama kali oleh Bangsa Portugis pada abad ke-16. Bangsa Belanda membawanya ke Indonesia setelah menaklukkan kekuasaan Portugis di Ceylon pada abad ke-17. Gonzalo Pizzaro, salah satu pemimpin ekspedisi mereka untuk urusan rempah - rempah khas Asia dari Spanyol, pernah berlayar dari Peru hingga ke Amazon untuk mencari kayu manis meskipun berujung sia - sia.

2. Adas Manis (Pimpinella Anisum)

Aromanya yang manis dan wangi banyak dimanfaatkan orang untuk  penyedap masakan, membuat manis dan gurih permen, manfaat tisane, hingga memperlezat kue - kue di seluruh dunia. Adas manis atau populer dengan nama anise, berasal dari Laut Tengah dan Asia Barat, memiliki bentuk lonjong sepanjang 3-5 mm. Beberapa sumber di Asia menyebutnya berasal dari Yunani, Mesir, dan Asia Minor. Adas manis menurut mitologi Yunani menyertakan cerita legendaris tentang kebun Adonis, di mana bibit unggul rempah adas manis ditaburkan pertama kali untuk keperluan budidaya rempah skala besar. Bangsa Romawi menggunakannya bersama dengan rempah jintan untuk mengharumkan mustacae, sejenis kue untuk penghujung santap pernikahan mempelai pria dan wanita di Yunani.

3. Pala (Myristica Fragrans)

Buku "Sejarah Rempah" karya Jack Turner menceritakan tentang manfaat pala dan budidaya pala untuk skala besar. Pala juga sama terasingnya dengan cengkih. Jika arah anginnya tepat, seminggu pelayaran ke arah selatan Ternate akan membawa penjelajah yang terlatih menuju kepulauan kecil di Banda atau Maluku Selatan, dimana rangkaian batu koral dan hutan menggenapi luas wilayahnya menjadi sekitar 44 km2. Hanya di situlah pohon pala tumbuh. Pulau Grenada di Karibia merupakan salah satu penghasil penyaingnya. Pulau Republik tersebut bahkan menaruh gambar pala pada benderanya karena salut terhadap biji pala yang berwarna putih kemerahan disebut dengan nama bunga pala (mace) dan bermanfaat dalam pelezat masakan.

4. Cengkih (Syzygium Aromaticum)

Cengkih yang dimanfaatkan adalah bunga yang belum mekar dari pohon cengkih lalu dikeringkan. Maluku, bagian utara Indonesia yang vulkanik merupakan asal rempah ini yang juga menjadi bahan utama membuat rokok kretek.  Pohonnya memiliki ketinggian sedang dan dapat tumbuh subur seiring tradisi warga Maluku mengharuskan mereka menanam beberapa batang pohon di pekarangan untuk keselamatan kelahiran bayi bagi pasangan pengantin baru. Selain Indonesia, negara yang turut menanamnya antara lain Tanzania, Sri Lanka, dan Brasil. Data tertua mengenai cengkih ditemukan di Dinasti Han, dimana para pekerja di pengadilan diminta untuk menaruh beberapa cengkih di mulut mereka saat berbicara kepada raja ataupun anggota keluarga raja, untuk memastikan bau mulut mereka harum beraroma cengkeh.

5. Ketumbar (Coriandrum Sativum)

Aroma sitrusnya yang tajam akan membuat hidung anda sedikit sesak nafas jika terlalu banyak mencium aroma ini, pastikan anda tidak salah memilihnya dari rempah seledri yang sama - sama berdaun majemuk. Bagian bijinya didapat dari proses pengeringan biji melalui buah ketumbar yang sudah matang di pohon. Ketumbar bukan tanaman asli Indonesia karena diduga berasal dari Laut Tengah atau Laut Kaukasus di Timur Tengah. Sebagaimana rempah - rempah lain, biji ketumbar mempunyai khasiat sebagai pengawet jenazah. Ketumbar, bersama damar, bermanfaat untuk mengawetkan jenazah Raja Tutankhamun agar terjamin kehidupan abadi dari keluarga Firaun.

6. Jintan (Cuminum Cymin)

Saat Kota Roma masih berupa perkampungan warga kelas menengah ke bawah, para juru masak Yunani telah mengetahui manfaat jintan sebagai penyedap masakan, bersama ketumbar, wijen, dan oregano, meskipun penggunaannya masih sebatas kalangan atas saja karena tingginya biaya untuk mendapatkan rempah - rempah tersebut. Jintan atau jinten berasal dari biji rempah daun yang masih sekeluarga dengan peterseli. Salah satu tanah asalnya adalah Iran selanjutnya teknik tanamnya berkembang dan menyebar ke Cina, Moroko, dan India, negara terbesar pengonsumsi jintan, yaitu sekitar 60% produksi dunia. Di Amerika, jintan dibawa pertama kali oleh Bangsa Spanyol dan Portugis.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !

Tags Kuliner

About The Author

Nila 56
Bolpoint

Nila

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel