Joki Cilik, Anak - Anak Sumbawa, Objek Wisata Menarik Untuk Anda Nikmati

17 Mar 2017 15:15 241 Hits 0 Comments

Perlu ditekankan bahwa jaman sekarang ini jarang dijumpai anak – anak yang tumbuh bernyali sebagai manusia cepat yaitu suka bermain di atas kuda lalu membuat lomba dimana mereka dengan lihai menaiki kuda liar di sepanjang pesisir pantai Sumbawa karena mempunyai bakat alamiah sejak kecil dimana saat ini pemerintah Sumbawa sudah memiliki cara tersendiri untuk memberikan pendidikan khusus kepada mereka sebagai joki cilik yang mengarah kepada salah satu objek wisata alam dan edukasi yang ternyata banyak memiliki penggemar.

Perlu ditekankan bahwa jaman sekarang ini jarang dijumpai anak – anak yang tumbuh bernyali sebagai manusia cepat yaitu suka bermain di atas kuda lalu membuat lomba dimana mereka dengan lihai menaiki kuda liar di sepanjang pesisir pantai Sumbawa karena mempunyai bakat alamiah sejak kecil dimana saat ini pemerintah Sumbawa sudah memiliki cara tersendiri untuk memberikan pendidikan khusus kepada mereka sebagai joki cilik yang mengarah kepada salah satu objek wisata alam dan edukasi yang ternyata banyak memiliki penggemar.

Pemerintah Daerah Sumbawa dengan beberapa pihak lain terkait termasuk perguruan tinggi di Sumbawa telah lama memperhatikan dan memberikan solusi cerdas atas masalah di atas, joki cilik yang pada umumnya lebih suka meninggalkan sekolah agar mereka bisa ikut berkompetisi dalam perlombaan tersebut guna memperoleh perhatian khusus dari Pemerintah Daerah agar bersedia memfasilitasi waktu belajar mereka dengan cara – cara lain seoptimal mungkin.

Para joki cilik pada umumnya adalah anak - anak dengan rata - rata usia sekitar 8 - 12 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mereka terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah selama musim pacuan yaitu berlangsung dengan durasi 12 hari per musim dan berulang – ulang setiap tahunnya yaitu sekitar 4 musim dalam setahun dimana pada saat itu banyak ada turis asing yang melancong.

Selain kehidupan keras bersama dengan orang dewasa tanpa pengawasan dan perlakuan khusus untuk anak - anak, kondisi buruk inilah yang membuat tingkah laku mereka kadang – kadang "liar" dibandingkan anak – anak seusianya yang seharusnya pada saat itu berada di bangku sekolah guna menimba ilmu, juga perlengkapan keselamatan untuk menjaga mereka saat berpacu adalah sangat minim dan mampu mengancam kesehatan para joki.

Pemerintah bersama dengan masyarakat setempat dan pelaku pacuan kuda sebenarnya sudah menyadari betapa pentingnya pemenuhan hak anak - anak atas kebutuhan belajar, bermain dan bersekolah tanpa harus menghilangkan budaya “Main Jaran” yang telah menjadi permainan khas orang Sumbawa dan sudah dikenal sejak zaman nenek moyang dulu dimana permainan ini juga digemari oleh orang asing pada masa itu seperti orang Belanda dan Jepang.

Ini menjadi satu - satunya solusi cerdas terhadap pelaksanaan dan pelestarian budaya "Main Jaran" dimana pemerintah dan instansi terkait melakukan beberapa upaya tanpa mengorbankan hak anak dan waktu mereka untuk bermain guna mensukseskan program pendidikan bangsa.

Suka atau tidak, “Main Jaran” merupakan salah satu olahraga tradisional orang Sumbawa yang berasal dari budaya Sumbawa dan mampu menelurkan cikal bakal manusia - manusia tangguh yang bermula dari seorang joki cilik yang handal menjinakkan kuda – kuda liar. Usia kanak - kanak yang semestinya diisi dengan permainan ringan yang menyenangkan guna melalui waktu luang mereka yang kebanyakan adalah orang – orang desa tersebut tertuang dalam sebuah permainan tradisional dimana mereka bisa belajar ringan untuk mengetahui tentang kemenangan dan menjadi salah satu kegiatan paling cocok buat anak – anak yang suka dengan tantangan.

Itulah kenyataan yang ada saat ini, bahwa sebagian anak - anak di Sumbawa, sejak kecil (8 - 12 tahun)  sudah terbiasa didahapkan dengan kompetisi berat dan berbahaya, namun mereka adalah yang memiliki nyali di atas rata - rata anak lainnya dan termasuk sebagai anak – anak yang memiliki kekebalan tubuh dan otak luarbiasa kuat dan cemerlang.

Tradisi di atas akhirnya masih dipertahankan sebagai salah satu permainan rakyat bertemakan olahraga yang semakin populer di tanah panas Sumbawa, “Main Jaran (Pacuan Kuda)”. Biasanya tradisi unik ini diselenggarakan di musim kemarau dimana di negara Eropa sedang liburan musim semi, namun beberapa tahun belakangan ini mulai diselenggarakan selama tiga periode dalam satu musim / tahun. “Main Jaran” merupakan salah satu warisan leluhur paling populer di Sumbawa yang diharapkan mampu membentuk anak - anak belia menjadi cikal bakal manusia tangguh yang bernyali baja, tidak cengeng, pantang menyerah dan terbiasa menghadapi tekanan keras untuk sebuah perjuangan dalam kehidupan sehari - hari.

Tapi apakah tradisi ini akan merenggut kebahagian masa kecil anak - anak Sumbawa ? Apakah “Main Jaran” justru menjadi salah satu kegiatan yang mengsplore fisik anak - anak di bawah umur ? Kembali membaca ulasan kami tersebut di atas.

 

 
 

 

Tags Travel

About The Author

Nila 55
Bolpoint

Nila

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel