Tradisi Unan-Unan Suku Tengger di Jawa Timur

2 Dec 2019 09:40 405 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Tradisi Unan-unan ,sebuah tradisi Suku Tengger untuk menentukan penanggalan Tengger 

Suku Tengger atau sering disebut Wong Tengger atau Wong Brama  ,salah satu suku yang mendiami dikawasan Gunung Bromo dan Gunung  Semeru .Masyarakat suku Tengger banyak tersebar dibeberapa wilayah di Jawa Timur mulai  wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang,Probolinggo hingga Kabupaten Malang .Kawasan ini pula menjadi  tempat tinggal masyarakat  asli suku Tengger yang mencapai ratusan ribu jiwa.Suku Tengger   disebut-sebut  dan selalu dikaitkan dengan kerajaan Majapahit ,pasalnya suku ini diduga kuat berasal dari keturunan dari kerajaan Majapahit yaitu Rara Antang dan Jaka Tingker membuat Tengger tidak mengenal sistem kasta dalam kehidupan sehari-hari.

Suku Tengger yang diduga kuat  berasal dari kerajaan Majapahit inilah membuat suku ini memiliki seni budaya  hingga adat istiadat atau tradisi unik  yang salah satunya yang  dinamakan dengan tradisi Unan-unan .Dalam tradisi yang disebut Unan-unan terlihat demikian sakral  dan khas yang digelar setiap 5 tahun sekali.Menariknya ritual tradisi Unan-unan tersebut menjadi cara Suku Tengger untuk menentukan penanggalan Tengger .Dari rangkaian upacara dalam tradisi Unan-unan  ini pula masyarakat Suku Tengger dapat menentukan penanggalan Tengger yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Setiap tahun ritual tradisi Unan-unan digelar berbeda-beda tempat ,namun pada tahun 2018 dilaksanakan di balai  dDesa Ngadisari ,Kecamatan Sukapura,Kabupaten Probolinggo .Ritual tradisi Unan-unan terlihat demikian sakral  dengan keberadaan sejumlah macam jenis  sesajen mulai dari hasil pertanian seperti daun bawang,kentang ,kubis hingga makanan khas Suku Tengger .Menariknya sesajen utama dalam tradisi Unan-unan tersebut yang menjadi pusat perhatian yaitu keberadaan  kepala kerbau .Tidak hanya kepala kerbau yang dijadikan sebagai sesajen ,tetapi kulit hingga kaki kerbau yang telah disembelih oleh tokoh adat juga dijadikan sebagai sesajen .

Kepala kerbau dalam ritual tradisi Unan-unan dipandang penting oleh masyarakat suku Tengger sehingga tak heran kepala kerbau tersebut kemudian diarak-arak  bersama-sama dengan sesaji lain menuju  Sanggar Agung berupa Pura Wiro Tunggal Jati Desa Ngadisari yang diikuti masyarakat dan anak-anak Suku Tengger .Menariknya dalam ritual Unan-unan tersebut seluruh warga memakai pakaian serba hitam dengan udeng di kepala yang di akhri dengan doa bersama.

Unan-unan menurut bahasa Tengger kuno berarti Ngunan Wulan Ngelungguhne Taun atau menetapkan bulan dan tahun untuk 5 tahun ke depan.Dari ritual Unan-unan tersebut perlu dilakukan oleh masyarakat Suku Tengger untuk  memohon perlindungan pada Tuhan Yang Maha Esa dari segala bencana.Tradisi Unan - unan juga dijadikan sebagai cara untuk menentukan jadwal bercocok tanam juga menjadi cara sederhana untuk menentukan tanggal ,hari pernikahan,dan menentukan hari raya Suku Tengger setiap tahunnya .Tradisi Unan-unan selain untuk menentukan penanggalan Tengger .Tradisi ini sebagai cara desa ini bersih dari musibah dan kegiatan silaturahmi antar warga ,sesepuh desa dan tokoh adat .Selain itu ,tradisi Unan-unan begitu menarik mampu membuat pesona wisatawan .Wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan mancanegara 

Tags

About The Author

Suryatiningsih 32
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel