Mengenal Sejarah Kerajaan Singasari dalam 1200 Kata

14 Nov 2019 09:15 141 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Sejarah terbentuknya  kerajaan Singasari yang panjang diawali perang antara Ken Arok dengan Raja kerajaan Kediri Kertanegara yang kemudian dimenangkan Ken Arok .Semenjak itu Ken Arok mengangkatka dirinya sebagai raja kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari adalah salah satu kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian wilayah nusantara. Kerajaan Hindu - Budha yang berlokasi di Jawa Timur ini pernah mencapai puncak kejayaan dimasanya. Kerajaan Singasari menurut prasasti kudadu adalah Kerajaan Tumapel yang berada diwilayah Kutaraja dengan ibukota Kutasari bagian dari kerajaan Kediri  yang dipimpin Tunggul Ametung. Hidup Tunggul Ametung tidak berlangsung lama setelah dibunuh oleh pengawalnya sendiri yang terkenal pemberani bernama Ken Arok dengan keris buatan Empu Gandring. Keris buatan Mpu Gandring inilah digunakan Ken Arok menghabisi nyawa Tunggul Ametung.     Semenjak itu, Ken Arok mengangkat dirinya sebagai Akuwu baru Tumapel dan menikahi Ken Dedes. Dari pernikahan tersebut, Ken Arok dengan Ken Dedes dikarunia 4 anak, 4 anak selir dari pernikahan Ken Umar serta Anusapati dari anak Tunggul Ametung.Ambisi Ken Arok terus berlanjut setelah mendapat dukungan dari para Brahma. Para Brahmana pun terlibat perselisihan sengit dengan raja Kertanagara hingga akhirnya para Brahmana meminta perlindungan terhadap Ken Arok saat itu sedang menyiapkan pemberontakan terhadap Kertanagara dan atas bantuan para Brahmana Tumapel dapat melepaskan diri kekuasaan Kediri.      Ken Arok berhasil menaklukan dan memberontak kepada Kertajaya sang raja kerajaan Kediri tahun 1222 dengan nama Bharata Guru.Semenjak itulah Ken Arok mengangkat dirinya Sri rajasa sang amurwubhumi sebagai sang raja kerajaan Singasari dan menandai dinasti baru rajasa.     Pada masa pemerintahan Ken Arok kehidupan politik Singasari cukup konduktif, bahkan wilayah kekuasaan Singasari kian meluas dan banyak wilayah lain bergabung dengan kerajaan Tumapel.Pada masa pemerintahan Ken Arok Singasari mampu menguasai wilayah disekitar Tumapel.     Seiring berjalannya waktu Anusapati makin dewasa merasa heran atas sikap ayahnya Ken Arok yang seolah menganaktirikan dirinya padahal Ia sebagai putra tertua dan setelah mendesak ibundanya Ken Dedes akhirnya mengetahui kalau dirinya anak tiri dan Ia anak Tunggul Ametung yang meninggal dunia akibat dibunuh Ken Arok.      Sejak mengetahui ayahnya Tunggul Ametung dibunuh Ken Arok tak pikir panjang mengambil keris Mpu Gandring serta menyuruh pembantunya berasal desa Ketil membunuh Ken Arok dengan keris milik Mpu Gandring. Pertumpahan darah pun terjadi, dan akhirnya pada tahun 1227 Ken Arok meninggal dibunuh Anusapati kemudian didharmakan di candi Singasari.     Sepeninggal Ken Arok tahta kekuasaan Singasari dipimpin oleh Anusapati 1247-1249, namun politik Singasari tidak mengalami pembaharuan yang berarti pasalnya Anusapati malah asyik dengan hoby menyabung ayam. Kegiatan anusapati dengan adu ayam dimanfaatkan oleh Tohpati untuk diajak lomba adu ayam dirumahnya. Ketika sedang asyiknya Anusapati menyabung ayam, Tohjaya menyabut keris yang dibawa Anusapati dan langsung membunuh Anusapati dengan keris tersebut. Anusapati meninggal dunia pada tahun 1247 ditempa ia menyabung ayam dan ia pun didharmakan dalam candi Kidal.     Selanjutnya Singasari dipimpin Tohpati (1249-1250) yang lagi-lagi pemerintahannya seumur jagung. Hal tersebut dikarenakan balas dendam dimana terjadinya pertumpahan darah Ranggawuni dibantu Mahesa yang berhasil membunuh Tohpati. Kemudian Singasari dipimpin Ranggawuni yang bergelar sri rajasa wisnuwardhana (1250-1272).     Sepeninggal Anusapati Singasari dipimpin Tohjaya (1249-1250) ,tetapi hanya beberapa tahun selanjutnya diteruskan Ranggawuni bergelar Wisnuwardhana (1250-1272). Sistem pemerintahan Singasari dimasa ini memang meningkat secara perlahan tapi pasti dan mulai teratur. Walau Singasari digambarkan Pararaton penuh pertumpahan darah Wisnuwardhana mampu menciptakan politik yang konduktif dengan meresmikan singasari sebagai ibukota kerajaan Tumapel yang sebelumnya Kutaraja,mempersatukan Tumapel dan kediri, membangun prasasti mula malurung, tetapi pemerintahan Wisnuwardhama berakhir tahun 1972 setahun setelah peresmian pelabuhan Canggu di Mojokerto. Wisnuwardhana berkuasa selama kurang lebih 22 tahun akhirnya meninggal didharmakan dicandi jago sebagai budha serta dicandi siwa      Sepeninggal Wisnuwardhana Kerajaan Singasari  selanjutnya diganti oleh putera mahkota yang dulu diangkat sebagai raja muda Singasari bernama Kertanegara 1272-1292 dengan gelar Sri maharaja Kertanegara Wikrama dharmanoluya.Pada masa Raja Kertanagara bergelar Sri Maharaja politik Singasari mengalami kemajuan pesat dengan wilayah kekuasaan tidak hanya meliputi jawa tetapi juga sumatera. Untuk mewujudkan ambisinya sang raja Kertanagara mengadakan ekspedisi Pamalayu menaklukan Kerajaan Sriwijaya.      Selain itu Kertanegara juga mengadakan program Cakramandala  yang melibatkan seluruh kekuatan militer termasuk pasukan elit Bhayangkara . Cakramandala yang dicanangkan Maharaja Kertanagara dalam perkembangannya berhasil menaklukan sejumlah wilayah di nusantara salah  satunya menaklukan kerajaan Sriwijaya di Sumatera terkenal dengan ekspedisi Pamalayu tahun 1275 M pasalnya Sriwijaya memiliki pelabuhan Malayu yang ramai kapal asing dari India maupun Tiongkok. Ambisi Maharaja Kertanagara dalam menyatukan nusantara memang luarbiasa Ia tidak hanya menaklukan Sriwijaya, tetapi menaklukan Bali pada tahun 1284 M.     Kerajaan Singasari dibawah Raja Kertanegara juga mengalami kejayaan pada bidang ekonomi. Jalur pelayaran sungai Berantas makin hari makin ramai mendorong jalur perdagangan juga berkembang pesat. Jalur perdagangan di sungai Berantas tidak hanya memperdagangkan hasil pertanian (beras) melainkan juga emas, rempah-rempah, kayu,cendana, pinang membuat jalur pelayaKeber Berantas makin ramai hingga akhirnya dibangun pelabuhan perdagangan di kawasan ini yakni pelabuhan Pasuruan.     Di pelabuhan inilah para pedagang melakukan kontak dengan perdagangan asing. Seiring berjalannya waktu pelabuhan perdagangan di Pasuruan berkembang pesat apalagi setelah pemerintahan Singasari dibawah pimpinan Raja Kertanagara mendorong ekonomi kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan      Ekonomi dimasa pemerintahan raja Kertanagara memperoleh perhatian besar diera itu jalur perdagangan Sungai Berantas diperluas tidak hanya mencakup wilayah jawa ,tetapi mampu menembus jalur perdagangan sumatera,maluku, sampai jalur perdagangan internasional selat Malaka dan Kertanagara adalah sosok raja pertama yang memperluas wilayah ke luar jawa.      Ekonomi dimasa pemerintahan raja Kertanagara bisa dikatakan luar biasa karena Raja Kertanagara mampu mampu menguasai jalur-jalur perdagangan di kepulauan Maluku dan Sumatera melalui ekspedisi Pamalayu bertujuan memperkuat pengaruhnya di Selat Malaka kala itu menjadi jalur ekonomi dan jalur politik.             Ekonomi dimasa pemerintahan Raja Kertanagara dikatakan luar biasa juga karena rakyatnya hidup damai sejahtera. Ekonomi kerajaan Singasari sendiri mencapai puncak keemasan ditunjang oleh kondisi politik yang konduktif tidak ada pemberontakkan dan sang raja Kertanagara mampu menjaga stabilitas politik, keamanan sehingga tingkat kesejahteraan rakyat dapat tercapai merata dipelosok negeri.     Ekonomi Singasari yang maju pesat tak lepas dari pengaruh politik raja Kertanagara yang mampu memanfaatkan jalur perdagangan untuk kepentingan politik yakni memperluas wilayah kekuasaan Singasari ke Bali pada tahun 1284 dan membawa rajanya sebagai tawanan menghadap ke Singasari.            Singasari tidak hanya mampu menguasai nusantara, melainkan juga mampu menciptakan sistem pemerintahan dengan menempatkan sejumlah rakryan dari tingkat kampung hingga kadipaten seperti rakryan hino, halu, srikan dan mahapatih serta mempelopori penyatuan wilayah dinusantara serta mancanegara dengan ekspedisi pamalaya dan politik cakramandalanya kemudian menciptakan agama baru budha tratayan perpaduan agama hindu dan agama syiwa.     Pada masa pemerintahan  Kertanegara Singasari mencapai puncak kejayaan juga mengalami kemunduran hingga berujung runtuhnya Kerajaan Singasari.Kemunduran Singasari berawal dari pemecatan para pejabat kerajaan sebagaimana dilukiskan Kitab Pararaton yang  menceritakan Kertanagara memecat para pejabat yang berani menentang cita-citanya. Antara lain Mpu Raganata diturunkan dari jabatan rakryan patih menjadi ramadhyaksa. Penggantinya bernama Kebo Anengah dan Panji Angragani. Sedangkan Arya Wiraraja dimutasi dari jabatan rakryan demung menjadi bupati Sumenep.      Menurut Pararaton dan Kidung Panji Wijayakrama perombakan susunan kabinet tersebut mengundang ketidakpuasan sejumlah pihak  antara lain dari Kalana Bhayangkara yang memberontak pada tahun 1270 dalam Nagarakertagama Ia disebut dengan nama Cayaraja.     Politik Cakramandala yang digelar Maharaja Kertanagara ternyata belum membuat puas sang raja dan Maharaja Kertanagara tetap ingin memperluas wilayah Singasari, bahkan mengerahkan semua kekuatan militer termasuk prajurit elit Bhayangkara saat menyerang Malaya secara besar-besaran.     Pada saat itu  yakni tahun 1292 keamanan istana kerajaan Singasari mengalami kekosongan semua kekuatan militer termasuk prajurit Bhayangkara sibuk menghadapi serangan tentara malaya padahal keamanan, ketahanan dalam negeri menjadi tanggung jawab prajurit elit Bhayangkara dan memberi peluang bagi Jawakatwang dan pasukannya menyerang Singasari yang sekaligus menjadi awal kehancuran Singasari.
Tags

About The Author

Suryatiningsih 32
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel