review

The Good Dinosaur: Sinematografi Luar Biasa Tapi Tak Terlalu Istimewa

The Good Dinosaur: Sinematografi Luar Biasa Tapi Tak Terlalu Istimewa

Plot Cerita

The Good Dinosaur , Sinematografi Luar Biasa Tapi Tak Terlalu Istimewa

Sebagai sebuah film animasi untuk anak-anak, The Good Dinosaur tentunya tidak perlu memiliki cerita yang rumit. Plot cerita yang dihadirkan sebenarnya mudah ditebak. Terlebih konsep plot ceritanya mengingatkan saya pada film-film besutan Disney dan Pixar sebelumnya..

Ketika adegan memulai cerita tentang Dinosaurus yang memiliki tiga telur, maka saya sudah menebak bahwa salah satu telurnya akan menetas dengan cara yang berbeda. Dia akan jadi tokoh utama yang akan memiliki karakteristik yang berbeda dengan saudaranya.

Tebakan saya benar. Nama anak jenis Apatosaurus tersebut adlah Arlo. Dia mengemban misi agar bisa sukses seperti kedua orang tuanya dan kedua kakaknya. Tapi dia belum melakukan sesuatu yang hebat.

Saya tidak akan jelaskan rincianya. Yang pasti, plotnya akan berkembang pada pertemuan Arlo dengan Spot, seorang bocah manusia gua yang hidup dengan cara liar. Pertemuan mereka membawa petualangan yang seru yang tidak hanya menantang tetapi juga akan membuat tawa dan senyum para penonton.

Sebuah konsep petualangan yang sebenarnya biasa tetapi dikemas menjadi sangat menarrik.  Cerita yang biasa ini memang tidaklah terlalu masalah karena kisah sederhana seperti ini lebih masuk akal dibandingkan cerita yang lebih rumit.

Tapi saya hanya memberikan tiga bintang untuk plot ceritanya ini.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads