review

Review Asus ROG GL552JX: Laptop Kelas Gaming Hanya Rp 12 Jutaan

Review Asus ROG GL552JX: Laptop Kelas Gaming Hanya Rp 12 Jutaan

Memori dan Penyimpanan Data

4

Review Asus ROG GL552JX: Rasa ROG dengan Harga Rp 12 Jutaan

Prosesor Intel Core i7 yang digunakan laptop ini memiliki performa yang kurang lebih setara dengan prosesor Core i5 6600K untuk PC desktop, atau AMD FX-8350. Untuk mengakomodasi performa komputasi tersebut, laptop ini dibekali dengan memori DDR3 1600 MHz sebesar 8 GB. Modul memori yang diinstalasi ke mobo laptop hanya 1 keping sehingga tersisa 1 slot SODIMM lagi untuk upgrade. Namun sebelum menggunakan dua keping modul memori, memori asli sebesar 8GB tersebut hanya bekerja pada mode single-channel.

Sementara itu, untuk penyimpanan data, harus disayangkan bahwa laptop gaming berlabel Republic of Gamers ini masih menggunakan HDD konvensional. Kapasitas yang ditawarkan memang luas, sebesar 1TB. Namun begitu, laptop gaming sejatinya bukan hanya mengejar kapasitas penyimpanan data tetapi juga kecepatan transfer data yang super dan performa yang stabil. Dua hal ini adalah hal yang sulit dicapai dengan HDD konvensional.

0
Comments (5)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Tuhuk Ma'arit

Oh seperti itu, hahaha

Shafwan Nugraha

Sentimentalitas negatif saya biasanya cuma ke produknya As*s :p . Terutama yang dirilis pasca-2010.

Tuhuk Ma'arit

Nanggung apa nungging...? Mail sini laptopnya ke saya, saya bersedia memanfaatkannya, meski nanggung dan bergoyang... :D

Fahd M.

Laptop gaming kelas nanggung kalau bagi saya. Yang pertama dari segi harga, hanya berbeda sedikit dengan penerusnya RoG GL552VW yang sudah dibekali GTX 960M 4GB dengan harga terakhir di kisaran 13.7 jutaan.

yang kedua adalah nanggung dari segi spesifikasi yang menggunakan GTX 950 dimana di tahun ini sudah menjadi VGA yang out of standard untuk memainkan game-game di tahun ini.

Yang terakhir adalah nanggung dari segi desain dimana layar pada laptop ini terlalu flexibel, sehingga pas bermain mengetik si layar bergoyang layaknya zaskia gotik.

Tuhuk Ma'arit

Gaya penulisan dengan kesan 'nakal' begini jarang saya temukan di review om Esen yang lain, seakan penulisnya memiliki pengalaman sentimentil terhadap barang yang direview, hehe. Inspiratif! Izin copy gaya, kalimat, dan diksi-diksinya sebagai bekal perbendaharaan saya untuk menulis.

From Author
Loading…
ads
ads
ads