review

Review Asus ROG GL552JX: Laptop Kelas Gaming Hanya Rp 12 Jutaan

Review Asus ROG GL552JX: Laptop Kelas Gaming Hanya Rp 12 Jutaan

Ports dan Konektivitas

5

Untuk urusan konektivitas, laptop gaming dari Asus ini dibekali dengan konektivitas jaringan, konektivitas perangkat eksternal dan perangkat display. Koenktivitas jaringan didukung dengan adapter Realtek RTL8168/8111 Gigabit-LAN (10/100/1000 Mbit). Sementara konektivitas nirkabel (wireless) didukung oleh Intel Dual-Band Wireless-AC 7265 (a/b/g/h/n/ac) untuk koneksi wi-fi dan Bluetooth v.4.0.

Untuk konektivitas perangkat eksternal, laptop ini mengandalkan 1 port USB 2.0, 2 port USB 3.0 yang juga berkompatibel dengan interface USB 3.1 Gen 1. Sementara untuk konektivitas perangkat display eksternal seperti monitor atau projector, laptop ini mengandalkan 1 port HDMI, atau 1 port D-Sub.

Tidak lazim memang, sebuah laptop gaming keluaran terkini masih menyediakan port D-Sub sebagai interface display output sementara kebanyakan justru mengeliminasi port uzur tersebut.

0
Comments (5)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Tuhuk Ma'arit

Oh seperti itu, hahaha

Shafwan Nugraha

Sentimentalitas negatif saya biasanya cuma ke produknya As*s :p . Terutama yang dirilis pasca-2010.

Tuhuk Ma'arit

Nanggung apa nungging...? Mail sini laptopnya ke saya, saya bersedia memanfaatkannya, meski nanggung dan bergoyang... :D

Fahd M.

Laptop gaming kelas nanggung kalau bagi saya. Yang pertama dari segi harga, hanya berbeda sedikit dengan penerusnya RoG GL552VW yang sudah dibekali GTX 960M 4GB dengan harga terakhir di kisaran 13.7 jutaan.

yang kedua adalah nanggung dari segi spesifikasi yang menggunakan GTX 950 dimana di tahun ini sudah menjadi VGA yang out of standard untuk memainkan game-game di tahun ini.

Yang terakhir adalah nanggung dari segi desain dimana layar pada laptop ini terlalu flexibel, sehingga pas bermain mengetik si layar bergoyang layaknya zaskia gotik.

Tuhuk Ma'arit

Gaya penulisan dengan kesan 'nakal' begini jarang saya temukan di review om Esen yang lain, seakan penulisnya memiliki pengalaman sentimentil terhadap barang yang direview, hehe. Inspiratif! Izin copy gaya, kalimat, dan diksi-diksinya sebagai bekal perbendaharaan saya untuk menulis.

From Author
Loading…
ads
ads
ads