Malangnya Kisah Percintaan Uchiha Sakura jika Tinggal di Indonesia

3 Jul 2020 10:15 678 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Datang ke Indonesia dari Jepang, membawa satu anak tanpa ditemani suami. Sampai tahap ini saja, sudah membuat jiwa-jiwa ghibah para tetangga bergejolak. Begitu malang nasib Sakura jika tinggal di Indonesia.

Boleh ya berkhayal. Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat kepada para tenaga medis yang sudah susah payah melawan virus Corona. Kadang saya berpikir, enak kali ya jika ada tenaga medis seperti Uchiha Sakura yang dulunya bermarga Haruno. Ceritanya ikut marga suami.

Sebut saja dr. Sakura. Seorang kunoichi asal desa Konoha yang berbakat di bidang medis. Bahkan selevel dengan Nona Tsunade, hokage ke-5. Melihat kemampuannya yang luar biasa, tentu sangat membantu dalam upaya menghentikan penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia.

Tinggal menempelkan kedua telapak tangan di posisi tubuh yang sakit, lalu keluar cahaya hijau penyembuhan. Luka selevel sabetan ekor Kyubi saja bisa sembuh, mungkin kalau cuma virus Corona gak ada apa-apanya bagi Sakura.

Sekiranya ada orang atau pasien serta keluarganya yang tidak mau patuhi protokol kesehatan Covid-19, Sakura juga bisa diandalkan. Tinggal Keluarkan jurus Shannaro saja. Beres..

Tapi ketahuilah. Memboyong Sakura ke Indonesia sebagai tenaga medis terkait Covid-19 tidak semudah boyong bintang ke Los Galacticos. Di Indonesia tenaga medis lokal  saja diusir karena takut tertular. Apalagi kalau tenaga medisnya Sakura dengan latar belakangan yang sangat gosip-able tersebut. If you know what i mean.

Datang ke Indonesia dari Jepang, membawa satu anak tanpa ditemani suami. Sampai tahap ini saja, sudah membuat jiwa-jiwa ghibah para tetangga bergejolak. Begitu malang nasib Sakura jika tinggal di Indonesia.

 

Disangka tenaga kerja asing dari Cina

Meski dari Jepang (merujuk negara asal anime Naruto), tapi saya yakin kalau wajah oriental seperti Sakura ini bagi sebagian besar orang Indonesia dikira dari Cina. Untung karakter anime rata-rata matanya dibuat belo. Jadi gak terlalu disangka aseng.

Jangan kaget kalau ada yang protes, "rakyatnya saja masih banyak pengangguran, kok malah datangkan tenaga kerja asing". Teriak-teriak antek aseng, dan segala macam.

 

Diusir!

Kemungkinan ini saya pikir hampir pasti terjadi. Jika karakter Sakura menjadi wujud asli seorang tenaga medis, membantu melawan Covid-19 di Indonesia. justru menyusahkan bagi Sakura sendiri, Kenapa begitu?

Pertama karena dia tenaga kerja asing seperti dijelaskan di poin pertama diatas. Lalu asal negaranya dari Jepang. Seorang cewek cantik, rambut merah muda, pakaian nyentrik nampak udel juga. Takutnya nanti dikira bintang film yang itu-itu.

Otomatis diusir, demo dimana-mana. Sedangkan tenaga medis yang normal-normal saja diusir dari rumahnya. Macam mana pula kalau tenaga medisnya seperti Sakura. Belum lagi gosip-gosip lainnya yang tertuju pada diri Sakura.

 

Jadi bahan ghibah sejagad per-lambean

Jika Sakura itu nyata dan saya gak sarankan Ia tidak tinggal menetap di Indonesia. Budaya disini jauh berbeda dan saya pikir tidak cocok dengan mantan cewek incaran Naruto ini.

Tinggal di rumah dengan satu anak dan suami jarang pulang, pasti tetangga akan mengira kalau Sakura ini Janda. Atau parahnya dikira cewek simpanan. Bisa juga tudingan istri narapidana. Dan banyak lagi.

Kebayangkan bagaimana beratnya hidup yang dilalui Sakura jika menetap di Indonesia. Kita tahu sendiri lah lambe-lambe sebagian orang Indonesia. Parah..

 

Digodain bapak-bapak

Mungkin di budaya daerah asalnya Sakura sana lebih bebas daripada disini. Tapi levelnya gak sebanding kalau sama bapak-bapak kegatelan liat seorang perempuan yang ditinggal lama suami.

Jadi ingat bapak-bapak di sitkom "suami-suami takut istri". Pada doyan menyatroni rumah Pretty, perempuan tanpa suami dirumah. Oke-oke kita skip aja untuk yang satu ini.

 

Sarada rawan jadi korban bully

Bully atau perundungan, saya pikir kita semua sudah memahaminya. Pada anak-anak rawan sekali terjadi bully. Hal yang sama juga berpotensi terjadi pada diri Sarada Uchiha. Anaknya Sasuke dan Sakura tentunya, jika mereka tinggal di Indonesia.

Di akademi ninja Konoha, Sarada itu tampak baik-baik saja. Meski kondisi keluarganya yang sangat jarang ada kehadiran sosok ayah di dalamnya. Bahkan sekalipun ada isu Sarada bukan anak biologis Sakura, melainkan Karin, teman Ayahnya di tim Taka. Dan Sarada masih baik-baik saja di sekolahnya.

Tapi itu di Konoha. Mungkin akan beda cerita bila tempatnya di Indonesia. Sebagian besar sifat masyarakat disini yang suka mengurusi terlalu jauh masalah pribadi orang lain. Tentu bukan berlebihan jika berpikir latar belakang keluarga Sakura jadi bahan ghibah dan Bully.

Sarada ketika masuk sekolah di Indonesia. Teman-temannya akan mengatai, Sarada tidak punya ayah, ayahnya mantan buronan, anak haram dan sebagainya. Hadoooohh, benar-benar tidak punya akhlak.

Kondisi tersebut bukan tidak ada di Konoha. Penduduk desa Konoha juga suka membully. Seperti terjadi pada Naruto kecil karena Kyubi, ayahnya Guru Kakashi karena gagal dalam misi dan lain sejenisnya. Tapi ini bukan karena urusan pribadi seperti banyak terjadi di Indonesia.

Oke sekarang kita tinggalkan pengandaian tentang Sarada. Balik lagi bahas malangnya kisah percintaan Sakura, yang kalau kita bilangnya masih lebih beruntung NaruHina yang dulu Naruto ditolak cintanya oleh Sakura dan SaIno yang dulu Ino saingan Sakura untuk memperebutkan Sasuke.

Sebenarnya kisah percintaan dan keluarga Sakura tidaklah muram, bahkan sesuai cita-citanya. Sakura kecil memiliki kedua orang lengkap, sangat lebih beruntung dibanding dengan Naruto kecil yang sudah jadi yatim piatu sejak bayi.

Keinginan Sakura sejak di akademi ninja ialah ingin bersama Sasuke. Dan itu terwujud setelah dewasa. Kedua insan itu telah bersatu dan memiliki anak. Benar-benar relationship goal dan seharusnya tidak ada aib di baliknya.

Namun nasib seseorang siapa yang tahu ya. Ketika semua sudah sesuai apa yang kita cita-citakan, terkadang keadaannya tidak sesuai apa yang diharapkan.

Lihatlah Sakura, sudah menikah dengan pria idamannya dari kecil. Namun setelah bersama. Sasuke, suaminya justru lebih sering diluar rumah. Katanya sih berkelana dan menjalankan misi. Tapi ketahuilah LDR itu berat.

Apalagi menjalankan hubungan jarak jauh atau LDR di Indonesia. Ketika kita sudah percaya sama pasangan. Namun belum tentu kuasa menghadapi "apa kata orang".

Ini bukan bermaksud menjelek-jeleknya nama Indonesia. Tapi ini agar kita berkaca pada diri sendiri. Bahwa tanpa sadar kita sering melakukan sesuatu yang sudah dijelaskan diatas. Seperti bergosip, bully dan terlalu ikut campur urusan pribadi orang lain. Semoga saja kita belajar dari ini.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 40
Ordinary

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel