Cerita Sejarah Sungai Bengawan Solo Purba di Girisabo ,Yogyakarta

17 Dec 2019 10:36 454 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Sungai bengawan Solo purba terbentuk akibat pergeseran lempeng hingga air sunga yang tadinya mengalir ke Girisabo berbalik ke utara dan meninggalkan sungai Bengawan Solo purba di Pantai Sandeng

Sungai Bengawan Solo purba yang ada di Girisabo telah ada Jutaan tahun yang lalu .Cerita sejarah tentang Sungai Bengawan Solo purba  begitu panjang penuh cerita yang melegenda hingga sekarang .Asal usul sungai Bengawan Solo menurut sejumlah catatan sejarah menyebutkan sungai Bengawan Solo ini telah ada ratusan tahun yang lalu kemudian terjadi pergeseran lempengan indo-australia yang hebat dampaknya air sungai bengawan yang awalnya bermuara kawasan sandeng kec Girisabo berubah arah mengalir ke utara sehingga meninggalkan sungai bengawan solo purba dikawasan pantai sandeng.

Cerita sejarah tentang sungai Bengawasan Solo purba selanjutnya yang tak kalah menarik adalah pasca pergeseran lempeng indo-australia jalur sungai bengawan purba kering tanpa air tiada pengairan sungai purba ini hanya meninggalkan cekungan-cekungan atau bekas alur jalur sungai, sejumlah gua ukuran cukup besar dikaki lembah sungai bengawan purba diduga dulu tempat ini terdapat kehidupan manusia kemudian dipesisir sungai bengawan purba juga banyak ditemukan beragam batu kuno ukuran besar dan sejumlah fosil tumbuhan yang tersebar disepanjang sungai bengawan solo purba, teluk sandeng, sebuah telaga yang berada disekitar kawasan sungai bengawan purba.

Menariknya pasca pergeseran lempeng indo-ustralgan dikawasan sungai bengawan purba meninggalkan jejak berupa 2 lereng sungai bengawan purba berbentuk batu kapur ,sebuah batu karang yang berasal dari permukaan laut kemudian membentuk 2 bukit lereng sungai yang diselimuti lautan rimbunan pepohonan yang panjangnya mencapai kurang lebih 30 km mulai Desa Byemniro Kecamatan Girirantro hingga Desa Sumberagung Kecamatan Padmitro, Gunung kidul membuat kawasan Sungai Bengawan purba kaya bukit kapur indah nan eksotif.

Sungai Bengawan purba mulai terungkap ke permukaan sesungguhnya sudah ratusan tahun lalu,namun sayangnya informasi tentang sejarah sungai bengawan purba sangat minim sehingga masyarakat Indonesia terkadang kurang mengenal tentang seputar Sungai Bengawan purba.Kini sungai bengawan purba terus dilakukan beragam penelitian ,pengembangan pariwisata dan tetap dalam kondisi cukup terawat dan terjaga kelestarian ekosistem maupun lingkungan alam sungai bengawan purba,bahkan kawasan ini sekarang menjadi salah satu pusat perekonomian dan pusat pariwisata baru diselatan wilayah Yogyakarta.

Sungai Bengawan purba sesungguhnya kaya akan potensi wisata alam, ekonomi dan budaya tak kalah menarik dengan pariwisata diluar negeri salah satunya bekas jalur alur sungai berupa cekungan-cekungan diantara 2 lembah bukit kapur unik nan indah yang dimanfaatkan oleh penduduk setempat sebagai lahan pertanian yang produktif.Bekas jalur sungai bengawan purba panjangnya mencapai kurang lebih 30 km dipandang potensial sebagai lahan pertanian sehingga mendorong penduduk setempat mengolah tanah bekas alur sungai sedemikian rupa dengan menanami aneka palawija seperti kacang tanah ,sayuran dan beberapa palawija lainnya yang hasilnya bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat setempat sehingga menelusuri kawasan sungai bengawan purba dimanjakan dengan keindahan maupun pemandangan alam nan eksotif sangat sayang untuk dilewatkan dan membuat enggan meninggalkan kawasan ini mengingatkan keindahan alamnya begitu mempesona.

Tidak jauh dari situs sungai Bengawan purba tepatnya dimuara bengawan purba kawasan pantai Sandeng terdapat pelabuhan ikan terbesar di Yogyakarta. Awalnya pelabuhan ikan dikawasan pantai Sandeng dipelopori kelompok nelayan asal gombong, jawa tengah dengan usaha menangkap ikan tahun 1983 lambat laun berkembang menjadi pelabuhan ikan modern terlihat sarana pelabuhan yang cukup lengkap mulai dari puluhan perahu motor,terminal ,pondok nelayan,tempat pelelangan ikan dan dipelabuhan ini juga dibangun menara mencuar sehingga memberi pesona tersendiri kawasan pantai Sandeng.Kini jutaan tahun sudah usia situs sungai bengawan solo purba kondisi situs bengawan solo banyak mengalami perubahan mulai bekas alur sungai.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 37
Ordinary

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel