Kisah Kesuksesan Thariq bin Ziyad Menaklukan Andalusia

14 Sep 2020 16:15 337 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Thariq bin Zayid penakluk Andalusia

Daulah Umayyah II di Andalusia berdiri dengan megahnya tidak lepas dari peranan besar dari sosok seorang pemuda dari bernama Thariq bin Zayid. Thariq bin Zayid adalah seorang panglima kerajaan Umawiyah atau Bani Umayyah.Ia juga dikenal prajurit yang pemberani dan cerdas dan orang kepercayaan Musa bin Mushair.

Tarik memiliki satu mata atau Taric El Tuerto itulah sebutan yang di sandang Tharq bin Zayid dalam sejarah legenda Spanyol.Thariq memiliki cirikhas yang menonjol yaitu tahi lalat hitam yang ditumbuhi rambut pada pundak kirinya.Thariq bin Zayid bin Abdullah bin Rafhu bin Warfajum bin Yanzghasan bin Walhas bin Ya Ufat bin Nafzaw itulah nama lengkap .

Asal-usul Thariq tidak diketahui  secara jelas yang pasti, menurut Bani  Hamdan berasal Persia atau suku Lahm,kemudian ada yang menyebut berasal dari Vandals.Namun, sebagian besar menganggap Thariq, berasal dari Berber.Thariq bin Ziyad lahir tahun 670 di Kenchela,Aljazair,dari Kabilah Barbar.Tarikh Ibnu Nushair menyebut Thariq,seorang budak amir kerajaan Muawiyah di Afrika Utara.Lalu Musa bin Nushair membebaskannya dari perbudakan dan mengangkatnya sebagai panglima perang.

Sejarah asal mula  Thariq bin Yazid menaklukan Andalusia, bermula dari sikap kezaliman yang dilakukan penguasanya dan hukum yang tidak adil yaitu raja Roderick, di daratan Siberia.Kota Cordova didirikan oleh bangsa Cordoba,yang ketlka itu tunduk pada pemerintahan Romawi,dan Visigoth, atau bangsa Goth.

Dahulu daerah tersebut sering terjadi pembantaian oleh kaum Vandal dan Visigoth,yang berkuasa sebelum tentara muslim datang hingga timbul istilah Vandalim.Pada perkembangan selanjutnya tahun 710 Masehi Cordoba Andalusia, dikuasai  Raja Visigoth,Witiza dikudeta dan dirampas oleh mantan bawahannya bernama Roderick.

Semenjak Visigoth,berkuasa kaum Yahudi tertekan,berbuat semena-mena terhadap rakyat  hingga negara ini dilanda krisis.Sikap Visigoth,seperti demikian membuat kaum Yahudi dipimpin Julian,sampai-sampai meminta bantuan tentara muslim di Afrika utara.Keadaan itu pula mendorong Julian,memohon pertolongan pada Musa bin Nusair,kepala khalifah Ummayah di Afrika Utara.Orang-orang Afrika Utara terkenal sebagai orang Berber,yang memiliki kemampuan mahir dalam bertempur.

Sikap inilah yang mendorong orang-orang Andalusia,untuk memberi jalan dan sengaja meminta tolong dengan  tujuan menggulingkan Roderick,dan membebaskan mereka dari kezalimannya.Melihat keadaan tersebut Thariq, melapor kepada Musa bin Nushair,untuk meminta izin membawa pasukan ke Andalusia.

Penaklukan Cordova akhirnya dimulai dengan seizin Walib bin Abdul Malik,khalifah Ummayyah saat itu mengirim psukan berjumlah 500 orang dipimpin Thariq bin Ziyad,Thariq bin Ziyad adalah seorang  jendral yang tangguh pada masa Dinasti Umaiyyah.500 pasukan dikirim menyelidiki kebenaran info dari Julian dan mempelajari medan pertempuran.

Setelah Ia  kembali,Thariq bin Ziyad ditugaskan kembali mengirimkan 7000 orang pasukan terdiri beragam suku dari Berber hingga Negro untuk menyerang Andalusia.Di kawal perwira-perwira Tarif bin Malik dan Mugheyt Al-Rumi,Thariq melakukan penaklukan ke Andalusia.Ketika menyebrang selat Hercules,pasukan Islam menggunakan yang disediakan oleh Julian gubernur Vandal.

Tepat tanggal 29 April tahun 711 Masehi,pasukan Islam menyerang Mount Calpe,sebelah timur Algeciras.Hal ini dilakukan menghindari bentrokan langsung dengan penjaga kota Algeciras.Sesaat setelah mendarat di Andalusia Thariq bin Zayid membakar kapal-kapal .Setelah mendarat Andalusia pasukan Islam merebut kota Cartagena yang terletak di selat Gibraltarq,Granada hingga Toledo.

Musa bin Nushair kemudian menyusul Thariq,dengan membawa pasukan sendiri.Ia berhasil menaklukan Sidonia,Karmona,Seville dan Merida yang menarik Ia bertemun dengan Thariq di Toledo.Keduanya melanjutkan perjuangan memperluas wilayah dari Saragosa sampai Navarre.

 

Bermimpi Berrtemu Rasullah SAW

Pertemuannya dengan Rosullah SAW  sesaat setelah perjalanan menyebrangi selat Hercules.Dalam perjalanan singkat tersebut Ia sempat tertidur.Entah angin apa yang membuatnya tertidur diatas kapal kemudian bermimpi bertemu Rosullah SAW.Mimpinya itu Rosullah SAW  dikelilingi orang-orang Muhajirin dan Anshar seluruhnya menggenggam pedang.

Dalam mimpi itu terdengar Rosullah berkata,janganlah gentar,wahai Thariq! sempurnakanlah apa yang ditakdirkan bagimu untuk melakukannya.Mimipi Thariq bertemu,Rasullah memberi pengaruh luarbiasa pada jiwanya hingga membuat terbangun dari tidurnya.Mimpinya tersebut  merasa membuatnya bahagia dan bersemangat.Semangatnya ditularkan pada para prajurit dengan bercerita perihal mimpinya bertemu Rasullah .Hal ini tentu saja memberi semangat jihad mereka bergelora dan semangat baru. 

Mimpi bertemu Rasullah memberi inspirasi  dan semangat baru baginya untuk terus berjuang menaklukan Andalusia.Strategi baru terus bermunculan setelah mimpi bertemu Rasullah.Semangat para prajurit begitu tinggi  terlihat kapal-kapal yang ditumpanginya membuang sauh di Mount Calpe,sebelah timur Alqeciras.

 

 

Membakar Seluruh Kapal Pasukannya 

Semangat tinggi bin Thariq menaklukan Andalusia tidak pernah padam terlihat sesampai di pantai wilayah Spanyol .Ia lantas mengumpul seluruh pasukannya disebuah bukit karang  yang disebut Gibraltar atau Jabal Thariq.Sampai saat ini keberadaan Glbraltar masih dikenal banyak orang,karena tempat inilah Thariq pertama kali menyiapkan pasukannya.

Dari sinilah, Ia mulai menguasai wilayah Spanyol lainnya.Setelah semuanya sudah siap, Ia mulai melakukan aksinya salah satunya  naik ke atas bukit karang bernama Gribraltae,dan mengucapkan kata yang mencengangkan seluruh pasukannya.Ucapannya begitu mengejutkan,karena entah dapat inspirasi datang dari mana tiba-tiba memerintahkan untuk membakar seluruh kapal tanpa kecuali.

Peristiwa ini membuat seluruh kapal dan segala yang ada didalam termasuk persedian makanan musnah terbakar.Kejadian terbakarnya seluruh kapal mengagetkan ribuan pasukan muslim kala itu Pasukan jumlahnya 7000 orang juga tidak habis pikir dengan cara Thariq yang membakar seluruh kapal, sehingga timbul pertanyaan dari sebagian dari mereka.Kalau kapal-kapal itu dibakar,bagaimana nanti bisa pulang?

Pertanyaan dari pasukannya tersebut langsung  dijawab oleh Thariq dengan lantang datang kesini bukan untuk kembali.Hanya dua pilihan menaklukan negeri ini lalu tinggal disini atau kita semua binasa.Pasukannya paham apa yang dikatakan Thariq yaitu jihad dan menyambutnya ajakan Thariq berjihad dengan semangat berkobar.Cara Thariq bin Zayid  memotivasi memang beda dan sengaja dilakukan lewat cara seperti ini,supaya pasukannya tidak lagi melihat ke belakang.Ia tidak memikirkan kebutuhan,sebab semua kebutuhan ada ditangan musuh.

Sebelum akhirnya seluruh wilayah Andalusia ditaklukan beberapa kota di kawasan itu berhasil dibebaskan,salah satunya kota Cordoba.Ia mengirlm Mughyet ar-Rumi dengan pasukan 700 pasukan berkuda untuk membebaskan Cordoba.Memasuki Cordoba pasokan airnya melimpah berasal dari gunung menjadi cirikhas pasukan Cordoda, keadaan tersebut membuat pasukan Mughye yang saat itu utusan dari Thariq bin Ziyad bersemangat terjadilah pertempuran sengit  yang berhasil menembus benteng kota dan merebut seluruh kota.Pasukan Cordoba yang tersisa berlindung di sebuah gereja dengan pasukan air tak terbatas membuatnya mereka bisa bertahan.

Dari keadaan itulah, Mughyet mengutus salah satu pasukan prajurit  untuk menyelediki letak sumber pasokan air di gereja.Setelah diketahui sumber air diketahui mereka memutuskan sumber pasokan air tersebut membuat pasukan Cordova kelelahan,karena sumber air telah diputus oleh pasukan Mughyet sudah tak berdaya lagi.Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Mughtnyet dan pasukannya menguasai Cordoba dengan susah payah.

Sementara itu,kehebatan Thariq bin Zayid  dan ribuan pasukannya di Spanyol ternyata telah didengar oleh raja Roderick.Rupanya Raja Roderick telah mempersiapkan diri dan tidak main-main,Ia akan memimpin sendiri  100.000 tentara bersenjata lengkap.Tepat 19 Juli 711 Masehi kedua pasukan bertemu yang kemudian dikenal dengan pertempuran Syudzunan atau pertempuran Guadalete.

Pertempuran berlangsung sengit,namun kaum Muslimin mendapat bantuan dari Musa bin Nusair 5000 pasukan sehingga total 12.000 pasukan.Strategi Thariq menghadapi tentara dari Raja Redorick yaitu menyusup ke dalam barisan Roderick dengan mengutus salah seorang prajurit.Mereka selanjutnya menyebarkan kabar pasukan datang untuk menjajah melainkan, menghentikan kezaliman Roderick .

Peperangan akan berhenti jika Roderick mati terbunuh.Mendengar kabar ini sebagian tentara Roderick menarik diri dari peperangan.Mereka sebagian dari tentara Roderick merasakan kezaliman yang dilakukan rajanya sendiri kala itu.Keadaan tersebut membuat pasukan musuh kacau balau dan kesempatan itu dimanfaatkan betul oleh Thariq hingga,berhasil membunuh Roderick lewat tangannya sendiri.

Sejak itulah,Cordoba mulai bangkit kembali menjadi kota peradapan umat manusia.Cordoba terus maju pesat dan mencapai puncaknya tahun 759 M saat Abdurrahman ad-Dakhil mendirikan Daulah Umayyah Ii di Andalusia.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 37
Ordinary

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel