Melihat Fenomena Embun Upas di Dieng

18 Nov 2019 09:57 151 Hits 1 Comments Approved by Plimbi
Bun Upas terjadi pada daerah dataran tinggi salah satunya dataran tinggi Dieng.Bun upas ini terjadi pada puncak musim kemarau berupa embun beku

Ingin melihat fenomena salju seperti di negeri Eropa!! Tak perlu jauh-jauh pergi berlibur ke negara Eropa hanya untuk melihat keindahan sensasi fenomena salju, karena Indonesia juga memiliki fenomena salju seperti di negeri Eropa. Sejumlah dataran tinggi  atau pegunungan di Indonesia mengalami fenomena salju pada saat musim kemarau tiba salah satunya dataran tinggi Dieng. Fenomena salju di dataran tinggi Dieng oleh masyarakat setempat disebut Bun Upas .Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yang terletak 2000 mdpl membuat kawasan Dieng cukup dingin dan kabut selalu menyelimuti daerah ini. Dataran tinggi Dieng menjadi tempat asyik berburu embun upas saat musim kemarau tiba dan ketika puncak musim kemarau datang suhu udara di daerah ini bisa mengalami titik beku hingga 0 derajat celcius.

Masyarakat setempat sudah terbiasa menghadapi fenomena alam seperti ini yang menyebutnya dengan sebutan Bun upas atau embun beracun. Fenomena bun upas sering terjadi pada musim kemarau yang jatuh pada bulan Mei - Agustus setiap tahunnya. Selama musim kemarau tiba daerah dataran tinggi Dieng ini menjadi tempat wisata favorit bagi wisatawan nusantara untuk berburu dan melihat fenomena bun upas yang sensasional itu.

Embun beku atau terkenal dengan sebutan Bun upas biasanya terjadi pada waktu diawali kabut tebal yang diiringi hawa dingin yang menusuk kulit.Hawa yang sangat dingin menyelimuti kawasan ini sekitar pukul 04.00-05.00 pagi dari rumput dedaunan hingga kendaraan yang diparkir di kompleks Candi Arjuna pun diselimuti es. Bahkan air yang berada di botol bekas pun turut membeku ,karena dinginnya cuaca di kawasan dataran tinggi Dieng. Fenomena embun Upas yang menyelimuti kawasan Dieng menjadi fenomena langka dan terlihat cantik 

Melihat Embun beku di dataran tinggi Dieng menjadi pengalaman tak terlupakan Kemunculan embun es  di kawasan dataran tinggi Dieng mencapai puncaknya pada saat puncak  musim kemarau .Pada saat itu embun es atau Bun Upas muncul tidak hanya di kompleks Candi Dieng ,namun fenomena embun es atau Bun Upas juga melanda lahan pertanian kentang milik warga .Embun es yang cantik melanda lahan pertanian tanaman kentang milik warga ini mengandung racun hingga tanaman kentang tersebut menjadi layu dan mati hingga masyarakat setempat menyebutnya Bun Upas. Embun beku yang terjadi di kawasan Dieng sering disebut Frost atau uap air yang membeku oleh masyarakat setempet terkenal dengan sebutan Bun Upas.Kemunculan fenomena Frost dipengaruhi oleh kondisi topografi lokal Dieng.

Embun es terlihat cantik beracun bagi tanaman kentang.Tanaman kentang yang usianya kurang dari 60 hari akan langsung mati bila terkena embun es ,namun tanaman kentang yang usianya lebih dari 60 tahun bisa bertahan cuaca dingin meski warna daunnya berubah berwarna coklat  dan kurang berkualitas.Para petani kentang sudah terbiasa menghadapi fenomena ini.

Fenomena alam embun es yang menyelimuti Dieng menjadi pemandangan unik dan menarik bagi wisatawan.Pasalnya fenomena embun es seperti di daerah Dieng ini menjadi pemandangan langka  di wilayah Indonesia. Tak heran pemandangan embun es yang terkenal dengan sebutan Bun Upas di Dieng ini menjadi tempat asyik berburu wisatawan untuk melihat sensasi embun es yang terjadi hanya setiap musim kemarau .Moment  langka seperti ini dimanfaatkan oleh wisatawan untuk berfoto berlatar belakang hamparan es dengan pakaian tebal ala Winter fashion .Kawasan wisata Dieng makin ramai ketika fenomena embun es datang bertepatan puncak musim kemarau pada bulan Agustus atau saat acara Dieng Culture festival.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 32
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel