Istana Kerajaan Mataram Islam Riwayatmu Kini

12 Nov 2019 11:35 287 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Kerajaan Mataram Islam telah ada sejak ratusan tahun yang lalu atau tepatnya 1588-1681 atau 93 tahun berkuasa .93 tahun berkuasa dari tahun  1588-1681 M atau 93 tahun dari masa pemerintahan Panembahan Senopati sampai dengan masa kejayaan sultan Agung hingga masa pemerintahan amangkurat 1 meninggalkan ratusan peninggalan sejarah dan masih bisa dapat dilihat peninggalannya hingga sekarang di wilayah Surakarta dan Yogyakarta
Kerajaan Mataram Islam salah satu kerajaan besar di tanah Jawa yang kini dikenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta .Kerajaan Mataram Islam telah sejak ratusan tahun yang lalu atau tepatnya 1588-1681 atau 93 tahun berkuasa .93 tahun berkuasa dari tahun 1588-1681 M atau 93 tahun dari masa pemerintahan Panembahan Senopati sampai dengan masa kejayaan sultan Agung hingga masa pemerintahan amangkurat 1 meninggalkan ratusan peninggalan sejarah yang indah mempesona salah satunya Istana Kerajaan atau dikenal dengan keraton Keberadaan istana kerajaan mataram Islam selama masa 93 tahun mengalami peristiwa yang unik dan menarik .Lokasi istana Kerajaan Mataram Islam tidak menetap dan sering berpindah-pindah tempat dari satu tempat ke tempat lain tidak menentu.Lokasi istana Kerajaan Mataram Islam seringkali mengalami perpindahan beberapa kali dampak dari perebutan kekuasaan intern keluarga kerajaan mataram Islam yang berkepanjangan. Tak heran bekas istana kerajaan Mataram Islam masih dapat dijumpai disejumlah tempat diwilayah Yogyakarta dan Surakarta salah satunya situs istana kerajaan mataram Islam dikecamatan Kotagedhe, DI Yogyakarta.   Situs istana kotagedhe dibangun pada masa Hadiwijaya, namun Mataram kuno kemudian pindah lokasi ke Jawa Timur, kemudian kerajaan pajang ditaklukan oleh sutawijaya. Sejak diangkat sebagai raja mataram Sutawija kotagedhe dijadikan ibukota kerajaan dengan membangun istana Kotagedhe 1588-1613, Ketika Panembahan Senapati berkuasa di ibukota kerajaan Kotagedhe telah berdiri pasar Kotagedhe sebagai pasar tumpah, masjid agung Kotagedhe hunian rumah tradisional khas kotagedhe kemudian Ia juga membangun taman Danalaya, pemandian dikawasan kotagedhe serta watu gumilang tempat singgasana sutawijaya yang dihiasi aneka tulisan dalam beberapa bahasa, namun kini istana kotagedhe tinggal reruntuhan benteng dan uniknya didalam benteng istana kotagedhe terdapat beberapa peninggalan mataram seperti kedhaton bekas hunian raja,makam pendiri mataram Islam.   Tak lama kemudian Sultan Agung memindahkan ibukota mataram ke kerto 1613-1645 tepatnya didesa kerto,plered, bantul dengan membangun istana kerajaan mataram, namun lagi-lagi istana kerto kini tinggal tatanan umpak batu sebagai soko guru bangunan istana kerto rata dengan tanah dan ditemukan juga talud air diduga bekas kolam,benteng keraton dan gerabah . meski keraton mataram di kerto, Plered, Bantul kemudian tidak berlangsung lama setelah ibukota mataram Islam ke Kerto, plered, Bantul, dipindah tidak jauh dari istana kerto ke plered. Bantul oleh Amangkurat pertama dari tahun 1647 sampai tahun 1677 M tidak lagi menggunakan nama sultan namun berganti menjadi kasuhunan.   Sunan Amangkurat 1 kemudian membangun istana mataram Islam di plered tepatnya berada dikauman ,Plered, Bantul, sayangnya pemerintahan Amangkurat 1 di Plered tidak berlangsung lama akibat pemberontakan Trunojoyo yang berkepanjangan .Kini istana mataram Islam di Plered dalam keadaan tertimbun dalam tanah beberapa waktu lalu telah ditemukan lagi salah satunya benteng keraton,bekas masjid agung plered,makam kuno,sumur tua ,pasar plered, bekas dusun disekitar benteng keraton seperti kauman, kedhaton kemudian belum lama ini ditemukan situs masjid kauman berupa bekas benteng masjid kuno yang diduga kuat berkaitan erat dengan keraton Plered yang dibangun Amangkurat pertama.   Pada1680 Pakubuwono 2 lagi-lagi memindahkan ibukota kerajaan Mataram Islam ke Kartosuro, Surakarta. Istana kerajaan Mataram di Kartosuro  dulu dikenal indah eksotif ,namun sekarang rata dengan tanah tak berbekas tinggal situs bangunan benteng diduga kuat benteng istana Kartosuro dan sejumlah peninggalan sejarah yang ditemukan dikawasan bekas benteng keraton Kartosuro.Tanggal 13 febuary 1755 melalui VOC digelar perjanjian linggar jati yang isinya Mataram Islam terbagi 2 wilayah yakni Kesultanan Yogyakarta dikuasai sri Hamengkubuwono 1 serta Kasunanan Surakarta yang dikuasai Pakubuwono.   Bangunan keraton kesultanan yogya berada diwilayah Yogyakarta menjadi propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin oleh gubernur Sri Hamengkubuwono X ,sementara bangun keraton Kasunanan Surakarta pun kini berdiri berdiri megah diwilayah Surakarata yang sekarang menjadi Kotamadya Surakarta dipimpin oleh Walikota.Kedua keraton ini keturunan raja-raja Mataram Islam berasal dari Panembahan senopati selanjutnya kedua keraton baik keraton kesultanan maupun keraton Kasunanan banyak melahirkan kebudayaan jawa yang adiluhung.Kedua keraton ini warisan budaya mataram Islam sementara keindahan arsitektur bangunan kedua keraton baik keraton kesultanan maupun keraton Kasunanan sungguh memukau interior bangunan kedua keraton terutama aneka relief serta ukirannya hasil kreatif raja-raja Mataram Islam yang memadukan unsur budaya jawa,lokal dan eropa.Kedua keraton tersebut bukan hanya warisan budaya mataram Islam tetapi kini kedua keraton ini sebagai museum hidup dan menjadi pedoman hidup bagi masyarakat jawa dalam menjalani bahtera kehidupan sosial.Mataram Islam yang sekarang adalah Daerah Istimewa Yogyakarata yang dulu menjadi pusat kerajaan Mataram Islam dipulau jawa dan madura kecuali Banten.
Tags

About The Author

Suryatiningsih 36
Ordinary

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel