Maggiri, Tarian khas Suku Bugis yang Mistis

8 Nov 2019 11:25 135 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Tarian Maggiri ,tarian khas suku.Bugis memiliki peran penting yang tidak dipisahkan dari kehidupan masyarakat Bugis membuat tarian yang mistis ini tetap bertahan hingga sekarang 

Setiap daerah memiliki jenis kebudayaan masing-masing .Bugis memiliki ragam dan budaya sendiri yang khas salah satunya Tari Maggiri.Tari Maggiri adalah sebuah  tarian khas Bugis yang diperagakan oleh seorang Bissu. Bissu yaitu seorang wanita pria(waria) dalam kepercayaan Bugis yang dipercayakan menjadi penghubung antara dewa di  langit dengan manusia biasa. Bissu dikenal sebagaimana kaum pendeta yang tidak mempunyai golongan gender  dalam kepercayaan tradisional Tolotang yang dianut oleh masyarakat Amparita Sidrap, Bugis di Sulawesi Selatan.

Golongan Bissu dari suku Bugis ini berjenis kelamin laki-laki, namun sifat dan karakternya seperti seorang perempuan.Perempuan dalam bahasa Bugis Bone sering disebut Calabai (Laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan)  mereka tidak mengenal kawin atau menikah.Calabai berarti seorang laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan itulah Bissu dalam budaya Bugis.

Tarian Maggiri menjadi bagian penting dan tidak bisa dipisahkan dari  budaya Bugis .Maggiri  berarti menusuk-nusukkan keris ke bagian tubuh Bissu di daerah-daerah vital seperti:leher,perut dan pergelangan tangan .Di sebut tarian Maggiri, karena prosesi ritual dalam tarian ini terdapat  adegan  menusuk-nusuk benda tajam pada bagian  tubuhnya .Aksi memperagakan kekebalan tubuh dengan senjata tajam ternyata tidak hanya di Banten,Jawa Barat .Masyarakat suku Bugis di Sulawesi Selatan juga memiliki tarian Maggiri /Mabbissu yang dalam pertunjukan itu 6 penari pria yang sebagian besar bissu menusuk-nusuk tubuhnya dengan senjata badik/kawai.

Tarian Maggiri sering disebut Mabbissu,karena tarian ini  juga diperagakan oleh seorang Bissu hingga kemudian dikenal dengan nama tari Mabbissu.Tarian Mabbissu menjadi rangkaian  penting dari tarian Maggisi yang keberadaannya  telah  ada sejak zaman  pemerintahan Raja Bone ke-1 yang bergelar To Manurung berkuasa dari tahun  1326-1358  M. Tarian Maggiri menjadi salah satu  tarian yang berkembang dalam istana Kerajaan Bone ketika itu. 

Tarian Maggiri yang berasal dari suku Bugis ini dikenal  juga sebagai tarian mistis. Tarian Maggis yang diperagakan oleh seorang Bissu sebagian besar terdiri dari kaum laki- laki  menjadi cirikhas  budaya Bugis. Cirikhas tarian Maggiri dilihat baik dalam rangkaian gerakan tarian hingga persiapan sebelum menari.Ada yang unik saat sebelum mulai tarian Maggiri dari cara  berpakaian. Pakaian berwarna kuning keemasan dilengkapi berbagai aksesoris memasukan elemen dan karakter  pria dan  perempuan ,namun lebih menonjolkan karakter perempuan dalam berpakaian . Alat  peraga dalam tarian Maggiri juga terbilang unik tidak hanya gendang, keris, dedaunan, baskom berisi air melainkan juga alat peraga yang disebut Alusu dan Alameng.

Rangkaian prosesi lain  yang tak kalah menarik   dari tarian Maggiri  yaitu ketika tarian  dimulai.Tarian Maggiri   diawali dengan  iringan suara gendang kemudian Bissu membawa Alusu ke tengah arena dengan menginjak kain putih yang terbentang .Bissu terus melakukan gerakan diiringi suara gendang .Suara gendang yang mengalun merdu terkadang pelan dan cepat sesuai kebutuhan ritual.

Alusu yang dibawa Bissu terus digoyang-goyangkan perlahan hingga menimbulkan suara- suara kecil yang hampir tak dengar tenggelam oleh suara gendang yang terdengar keras.Suara dari Alusu menjadi penghantar jalannya doa .Bissu terus bergerak  dan berputar-putar secara perlahan hingga kemudian berhenti dan meletakan Alusu ke lantai.Bissu mengambil Alameng sejenis keris yang dibungkus sarung dan mengeluarkan Alameng dari sarungnya dan terus menari bersama Alameng ada ditangannya.Alameng yang dipegang ditangan kanannya terus melakukan beberapa gerakan seperti mengacungkan ke depan ke kiri,dan ke kanan dan akhirnya dimasukan  Alameng kembali  ke dalam  sarungnya.

Gerakan lain dalam tarian Maggiri yang menajubkan adalah saat gerakan  keris diambil dari sarungnya. Ketika itu Bissu dalam keadaan trans dibawah pengaruh alam sadar.Ketika dalam keadaan trans itulah Bissu mengeluarkan keris dari sarungnya .Keris awalnya dipandangi penuh konsentrasi,namun gerakan selanjutnya yang dilakukan secara tiba-tiba yang  menajubkan adalah adegan dimulainya keris yang diiris-iriskan ke tangannya .Aneh tangan yang diiris-iris dengan keris tidak meninggalkan luka atau darah sedikit pun .

Suara gendang  makin kencang adegan menusuk-nusukan ke bagian tubuh lainnya makin cepat dan tiba-tiba hampir semua bagian tubuh ditusuk-tusuk dengan keris dengan keras dan berlangsung cukup lama. Adegan dalam pertujukan tarian Maggiri yang dilakukan oleh para Bissu dianggap kemasukan roh dan mendapat kemampuan kebal pada senjata tajam.Penari Maggiri memiliki ilmu kebal senjata tajam dan terlihat seperti atraksi yang biasa dilakukan dalam atraksi Debus.

Setelah beberapa saat gerakan tusuk dengan keris makin lambat. Bissu kemudian menuju ke baskom berisi air dan dedaunan dan berlutut dan mengacungkan keris ke atas sebagai penghormatan terakhir .Adegan ini pertanda pertunjukan tari Maggiri berakhir dengan ditutup memasukan keris ke sarungnya.Alameng dan beberapa helai daun yang sudah basah dari dalam baskom kemudian memercikkaan airnya ke berbagai arah sambil tetap melakukan gerakan-gerakan dalam tarian Maggiri.Percikan air dari daun yang sudah basah tersebut pertanda prosesi tarian Maggiri telah selesai dilakukan .Wajah Bissu yang menarikan tarian ini basah oleh keringat mengingat lamanya tarian ini dilakukan .Badan Bissu kembali ke keadaan semula sebagaimana manusia biasa dan tidak kebal lagi terhadap senjata keris 

Adegan dalam pertunjukkan tarian Maggiri dengan menusuk- nusukkan keris ke bagian tubuh yang tidak menimbulkan luka  sedikitpun membuat detak kagum  dan takjub.Rangkaian tari Maggiri yang diakhiri menusukan keris pada bagian tubuh tidak meninggalkan  luka sedikitpun  memang tidak masuk akal.Secara logika bagian tubuh yang ditusuk keris luka dan berdarah ,namun hal itu tidak terjadi dan tidak meninggalkan  luka sedikitpun .Dari adegan tersebut timbul pertanyaan !!Kekebalan Bissu dalam pentas tarian Maggiri tersebut memang kebal, karena ilmu supranatural atau sekedar kebutuhan saat pentas  semata???
 
Terlepas dari itu semua Tarian Maggiri memiliki fungsi sebagai sarana dan tontonan. Tarian Maggiri biasanya digelar pada acara-acara seperti Hari jadi sebuah kabupaten atau penyambutan tamu agung. Selain memiliki peran penting dalam upacara adat di daerah Bugis .Golongan ini juga memiliki pertunjukan tari yang disebut  Tari Sare Bissu Maggiri.Tarian ini pelakunya sudah sangat sedikit, namun hingga kini masih dinikmati masyarakat luas.

Sisi lain dari Mabbissu tidak sekedar tontonan tetapi juga menjadi sarana upacara dan kepentingan lainnya seperti upacara ritual turun sawah  atau Mappalili dan Mattemmu Taung di Kabupaten  Pangkep.Mereka menjadi penghubung bagi masyarakat awam dengan dewata Seuwwae (Shaman) atau pendeta agama Bugis kuno.
 
Tarian Mabbissu yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat membuatnya tetap lestari, hidup dan berkembang sesuai zamannya.Tarian Maggiri memiliki daya pikat tertentu dari bentuk ritual menjadi sebuah tontonan yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas mampu  memberi nilai lebih tidak saja melestarikan budaya Bugis, melainkan juga menunjang sektor pariwisata.Sisi lain dari Tarian Maggiri yaitu adegan dalam  tarian Maggiri  yang memiliki kesaktian tidak luka atau kebal ketika ditusuk keris membuat regenerasi tarian ini makin berkurang dan terancam punah.Syarat menjadi Bissu menjadi beban berat membuat eksistensi tarian Maggiri pun lemah dan menurun.

 

Tags

About The Author

Suryatiningsih 31
Ordinary

Suryatiningsih

Penulis adalah Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel