Gunung Watu Payung ,Spot Wisata Kekinian di Temanggung yang Ngehits

27 Jun 2019 17:15 540 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Destinasi wisata Gunung Watu Payung yang ada di Desa Kemiri,Kecamatan Kaloran ,Temanggung menarik.Gunung Watu Payung menjadi tempat ibadah bagi umat Budha serta sebagai tempat pertapaan masyarakat Temanggung dan sekitarnya.Gunung Watu Payung dikenal tempat persembahyangan tapaan Watu Payung setiap bulan 1 Suro.

Destinasi wisata yang ada di Temanggung dikenal indah mempesona. Temanggung terletak didataran tinggi Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang berada 1200 mdpl. Pemandangan alam kawasan Temanggung masih Asri dan alami tidak heran banyak dijumpai destinasi wisata alam yang indah mempesona cocok sebagai alternatif wisata bagi wisatawan salah satunya adalah:   Gunung Watu Payung.
 

Gunung Watu Payung adalah: sebuah bukit batu yang sering dijadikan sebagai tempat pertapaan bagi masyarakat Kabupaten Temanggung dan sekitarnya yang dikenal dengan nama Pertapaan Watu Payung. Gunung Watu Payung  berada di Dusun Kemiri, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah  dibangun vihara tahun 1999 sebagai tempat bertapa bagi masyarakat Temanggung dan sekitarnya.Masyarakat Temanggung tidak asing dengan kawasan Gunung Watu Payung kemudian Gunung Watu Payung  sejak dahulu dikenal sebagai tempat bertapa atau tempat menyepi. Bertapa atau menyepi adalah sebuah kegiatan spiritual yang lazim dilakukan oleh orang-orang Jawa kuno di tempat sepi jauh dari keramaian. Biasanya tempat menyepi atau bertapa yang dilakukan di tempat seperti gua, dan sejenisnya salah satunya Gunung Watu Payung yang ada di Temanggung.

 

Pertapaan Gunung Watu Payung saat ini ada 4 pertapaan yang masih digunakan yaitu: pertapaan umum, pertapaan Tayub, pertapaan Punakawan dan pertapaan khusus umat Budha. Gunung Watu Payung adalah tempat yang disakralkan oleh masyarakat setempat mengingat tempat ini adalah  petilasan raja-raja di jawa dimasa lalu mulai raja Yogyakarta, Majapahit dan raja Surakarta pernah bertapa di sini.

 

Ritual  pertapaan biasa dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menyucikan diri dan mendekatkan diri pada Tuhan. Pertapaan biasanya  dilakukan  oleh masyarakat setempat  sebagai salah satu bentuk adat istiadat dan kearifan lokal. Selain  sebagai tempat pertapaan, ternyata  Gunung Watu Payung  juga sebagai tempat ritual saat peringatan 1 Suro  berlangsung. Semenjak tahun 2000 tempat ini setiap tahun digelar persembahyangan tapaan Watu Payung. Menariknya pada  acara prosesi oncor masyarakat jalan kaki sejauh 3 Km dari dusun sampai ke pertapaan Watu Payung. Hari Jumat acara puncak 1 Suro masyarakat Dusun Kemiri gelar pawai bawa gunungan, sesaji dengan berpakaian adat berjalan kaki menuju pertapaan Watu Payung.

 

Gunung Watu Payung ternyata juga dijadikan  sebagai alternatif wisata oleh wisatawan  untuk  berburu moment saat matahari terbit atau Sunrise  dan matahari terbenam. Lokasi bukit Watu Payung terletak dataran tinggi membuat tempat ini indah mempesona. Dari puncak bukit Watu Payung wisatawan dapat melihat keindahan alam yang tersaji yang memanjakan mata. Ketika sampai puncak bukit Watu Payung wisatawan disambut angin semilir nan sejuk dan  lanskap pemandangan alam sekitar bukit Gunung Watu Payung memanjakan mata. Selain itu, menariknya dikawasan gunung Watu Payung dilengkapi ornamen yang unik sebagai latar belakang spot foto seperti rumah panggung dan beberapa ornamen lainnya yang menarik. Gunung Watu Payung  salah satu alternatif wisata yang mengasyikkan bagi wisatawan.

       
      

Tags

About The Author

Ningsih 30
Pena

Ningsih

seorang penulis yang lagi belajar menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel