article

7 Mitos Seputar Gerhana Matahari

7 Mitos Seputar Gerhana Matahari

Gerhana Matahari yang akan jatuh pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang yang juga sekaligus dibarengi oleh hari raya umat Hindu bernama Nyepi memang beberapa hari ini ramai diberitakan di berbagai media massa.

Namun yang terpenting bagi saya itu pada tanggal 9 Maret itu adalah tanggal MERAH!

Berbicara soal gerhana matahari, saya yakin para pembaca Plimbi sudah tahu bahwa gerhana Matahari adalah suatu fenomena alam dimana posisi bulan berada tepat diantara planet Bumi dan Matahari sehingga cahaya dari Matahari terhalang oleh bulan.

ads

Sayangnya, pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang, gerhana Matahari total hanya akan dapat disaksikan di 11 Provinsi di Indonesia saja yaitu Bengkulu, Palembang, Jambi, Bangka Belitung, Palangkaraya, Sampit, Balikpapan, Kalimantan Barat, Palu, Poso, Luwuk, Sulawesi Barat, Ternate dan Halmahera.

Sedangkan di provinsi lainnya seperti jawa barat, Anda hanya akan dapat menyaksikannya sekitar 50 hingga 60 persennya saja seperti apa yang dikutip oleh BBCNews.

Gerhana Matahari mungkin saat ini dapat dijelaskan secara ilmiah sehingga orang tahu bahwa seperti inilah gerhana Matahari sebenarnya. Namun dibalik penjelasan ilmiah tersebut, masih saja ada orang-orang yang percaya mitos seputar gerhana Matahari seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

 

1. Akhir dari Dunia, Proses Matahari sedang Dimakan

Di berbagai negara, masih banyak yang percaya bahwa fenomena gerhana Matahari adalah saat dimana Matahari sedang dimakan oleh sesuatu.

Contohnya di Vietnam banyak yang percaya bahwa gerhana Matahari itu adalah suatu waktu dimana katak raksasa memakan Matahari. Kemudian di China, yang percaya bahwa Matahari sedang dimakan naga yang kelaparan. Selain itu ada juga di Eropa, dimana suku Vikings menyalahkan serigala karena memakan Matahari.

 

2. Matahari Dicuri

Sebuah cerita rakyat di Korea menyatakan bahwa proses terjadinya gerhana matahari itu adalah suatu proses dimana Matahari sedang dicuri oleh anjing-anjing mistis.

 

3. Simbol dari Kemarahan dan Peringatan

Ketika Matahari terlihat seperti bulan saat Gerhana Matahari, orang-orang di zaman Yunani kuno percaya bahwa gerhana Matahari adalah sebuah pertanda bahwa para Dewa sedang marah. Pertanda itu juga dipercaya bahwa para dewa yang marah siap-siap untuk melampiaskannya lewat bencana dan malapetaka bagi para makhluk di Bumi.

 

4. Matahari dan Bulan sedang Berperang

Orang-orang Batammaliba dari Benin dan Togo di wilayah Afrika Barat memiliki sebuah legenda bahwa ketika terjadinya gerhana, baik itu gerhana Matahari ataupun gerhana Bulan, hal tersebut merupakan pertanda bahwa antara Matahari dan Bulan sedang terjadi konflik.

Mereka percaya bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik antara keduanya adalah dengan cara orang-orang di Bumi berdamai satu sama lain.

 

5. Gerhana Matahari Berbahaya Bagi Ibu Hamil dan Kandungannya

Salah satu superstisi modern tentang gerhana Matahari adalah adanya bahaya dari fenomena ini terhadap ibu hamil dan kandungannya. Di beberapa budaya di barat sana, ibu hamil dan anak-anak diharuskan untuk diam di rumah ketika gerhana Matahari terjadi.

 

6. Waktu yang Tepat untuk Bercocok Tanam

Di Italia, beberapa orang percaya bahwa menanam tumbuh-tumbuhan di waktu gerhana Matahari akan menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas dibandingkan tanaman pada umumnya.

Bahkan bunga-bunga yang ditanam pada saat gerhana terjadi akan tumbuh menjadi sebuah bunga yang lebih berwarna dibandingkan bunga terbaik yang di tanam di waktu biasa.

 

7. Gerhana Matahari Menyebabkan Kebutaan

Walaupun terdengar seperti sebuah mitos, gerhana Matahari ternyata memang dapat menyebabkan kebutaan yang diakibatkan oleh rusaknya Retina atau dikenal dengan Solar Retinopathy.

Tidak hanya pada saat gerhana Matahari saja, melihat sinar matahari secara langsung setiap hari juga sama-sama dapat menyebabkan kerusakan retina tersebut.

Intinya, yang berbahaya itu bukan saat kita melihat matahari dalam keadaan tertutup bulan sepenuhnya, melainkan ketika matahari memancarkan cahayanya kembali saat bulan mulai bergeser.

Oleh karena itu, untuk berjaga-jaga, Anda sebaiknya menyaksikan gerhana Matahari dengan menggunakan kacamata yang sudah dilapisi pelindung ultraviolet. [FM]

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads