Si(Apa) Penyebab Macet di Kota-kota Besar?

23 Feb 2016 18:50 8036 Hits 3 Comments Approved by Plimbi
Tentang faktor yang membuat kota besar macet

Si(Apa) Penyebab Macet di Kota-kota Besar?

Sumber gambar : wikipedia

 

Si(apa) penyebab macet di kota-kota besar di Indonesia? Pertanyaan ini cukup menggangu saya. Maklum, saya kebetulan tinggal di kota besar di Indonesia  (Bandung). Dan saya juga sesekali ke ibukota.  Saya memaklumi kemacetan di Jakarta. Karena sekaragn atau 10 tahun lalu, kemacetan menjadi hal yang lumrah dengan melekat dengan Jakarta.

Berbeda dengan Bandung. Sekitar sepuluh atua belasan tahun lalu, Bandung adalah kota indah. Jarang macet. Kalaupun macet hanya di jam-jam tertentu dan tidak memakan waktu lama.

Tapi lain cerita dengan sekarang.  Terbukanya jalan tol yang menghubungakan Bandung dan Jakarta membuat banyak kendaraan lalu lalang di kota Bandung, terutama pada akhir pekan.  Jalanan di akhir pekan membuat Bandung “sesak”. Dimana-mana macet, apalagi kalau long weekend.

Belakangan, bukan cuman  cuman di akhir pekan. Pada hari-hari biasa juga Bandung sering macet. Untungnya, sang walikota, Ridwan Kamil punya banyak solusi untuk mengatasi hal ini. Tenang, beliau tidak hanya mengurus taman ko.

Lalu, bagaimana di kota  besar lain?  Saya tidak tahu datanya, tapi yang pasti kemacetan akan selalu ada di kota besar. Terlebih Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia sudah macet luar biasa. Bahkan, ada yang mempekirakan jika puluhan atau bahkan pada 2020, Jakarta akan macet total. Artinya, semu jalanan di kota Jakarta akan dipenuhi dengan kendaraan yang tak bisa bergerak.


Gambarannya barangkali seperti gambar  yang saya ambil dari situs Otosia berikut ini.

Si(Apa) Penyebab Macet di Kota-kota Besar?qr3rq

 

Pertanyaan kemudian, mengapa macet menjadi bagian yagn tak terpisahkan dari kota besar, termasuk Jakarta? Banyak faktor sebenarnya, tetapi yang paling banyak  berpengaruh adalah soal banyaknya orang menggunakan kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi dalam hal ini adalah sepeda motor dan mobil pribadi.

Namun, jika kita Tanya pada pengemudi kendaraan pribadi tersebut, umumnya mereka akan beranggapan kalau kemacetan diakibatkan oleh angkutan umum yang tak tertib. 

Karena itu, rasanya cukup menarik untuk menelisik semua jenis kendaraan. Benarkah, kendaraan-kendaraan itu memicu kemacetan?

 

Sepeda Motor

Sepeda motor bisa dibilang sebagai ‘tertuduh paling dominan’ sebgai faktor kemacetan kota besar. Lihat saja, setiap tahun,  banyak orang memakai kendaraan bermotor.  Berdasarkan  ucapan Kepala Bidang Manajemen Operasional dan Rekayasa Korlantas Mabes Polri Kombes Pol Unggul di Otosia, menyatakan bahwa jumlah kendaraan motor  Indonesia adalah 97 juta unit.

Si(Apa) Penyebab Macet di Kota-kota Besar?qr3rq

Sumber gambar : dokumentasi pribadi

 

Pernyataan tersebut diucapkan pada Juli 2015. Bisa jadi saat artikel ini dibuat (Februari 2016), jumlah sepeda motor sudah mencapai 100 juta unit atau lebih.  Perkiraan data ini berdasar pda pertumbuhan kendaraan bermotor yang tiap tahun tumbuh sampai 12 %.

Pertumbuhan sepeda motor ini juga dipengaruh oleh faktor semakin murahnya harga motor. Maklum, belakangan, sepeda motor bisa dibawa pulang dengan hanya uang dibawah Rp 1 juta saja.  Tentu itu hanya uang muka karena yang membawa pulang sepeda motor dengan harga tersebut harus membayar ciiclan tiap bulan.

Sebenarnya, tidak masalah untuk kredit motor. Tetapi karena kemudahan kredit motor, satu rumah bisa memiliki lebih dari satu motor. Dan semuanya adalah kreditan dengan nama yang berbeda.

Pilihan kredit untuk sepeda motor ini dianggap lebih murah jika dibandingkan harus mengeluarkan ongkos tiap bulannya. Banyak pekerja yang memilih cara ini. Istilahnya, biarlah kredit yang penting ongkos perbulan bisa lebih irit.

Karena hal-hal tersebut, di jalanan banyak sekali motor berseliweran. Adayang mematuhi rambu lalu-lintas, ada yang ugal-ugalan, dan ada yang melanggar peraturan. Contohnya, memaksa menggunakan trotoar (yang notabene untuk pejalan kaki) agar sampai di tujuan. Ada juga  pengendara motor yang memaksa menggunakan arus berlawanan. Nah, pembaca ada yang pernah melakukannya? Jujur saja. Hehehe.

Apa yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor tersebutlah yang kemudian memicu macetnya jalan raya. Apalagi, para pengendara sepeda motor sering buru-buru dan tidak sedikit yang merasa berkuasa dengan menerobos lampu merah.

 

Lanjut halaman berikutnya...

Tags Opini Kota

About The Author

Hilman 79
Professional

Hilman

Plimbi Guardian, Blogger yang suka kopi dan teknologi

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel