Memiliki laptop, sekarang ini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang berada diluar kebutuhan tersier lagi. Artinya, memiliki laptop bagi beberapa orang sudah menjadi sebuah kebutuhan sekunder atau bahkan kebutuhan primer seperti halnya makan nasi.
Bagi mereka para profesional ataupun mahasiswa yang setiap harinya harus melakukan aktivitas dengan menggunakan laptop, memilih laptop terbaik yang multifungsi serta ringan adalah syarat mutlak dalam membeli sebuah laptop.
Salah satu pilihan untuk laptop dengan syarat yang telah ditulis di atas adalah, laptop hybrid atau yang bisa disebut dengan laptop 2-in-1.
Laptop hybrid adalah sebuah laptop tipis yang dapat dilepas pasang antara monitor dan keyboardnya. Ketika dalam posisi terlepas, laptop hybrid ini dapat berfungsi sebagai tablet. Sedangkan ketika dalam posisi terpasang dengan keyboard, perangkat ini dapat menjadi sebuah laptop.
Terlepas dari fungsinya sebagai tablet juga sebagai laptop, perangkat elektronik ini ternyata bukan diperuntukkan bagi semua kalangan.
Contohnya mereka para pekerja kreatif atau mungkin mahasiswa jurusan desain grafis serta multimedia yang membutuhkan kecepatan CPU serta kekuatan GPU, laptop hybrid ini tidak akan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Bagi Anda yang bukan dua jenis orang dengan profesi di atas, membeli laptop hybrid adalah sebuah pilihan terbaik demi menunjang aktivitas sehari-hari Anda yang mewajibkan Anda menggunakan laptop.
Seperti halnya membeli perangkat elektronik seperti smartphone ataupun laptop biasa, membeli laptop hybrid juga tentunya harus mempertimbangkan berbagai hal terlebih dahulu sebelum akhirnya mendapatkan laptop yang paling pas dengan Anda.
Â
1. Ukuran Layar
Yang pertama kali dilihat adalah layarnya. Seberapa besar layar yang Anda butuhkan demi mendukung aktivitas Anda sehari-hari?
Jika Anda adalah seorang mahasiswa yang ingin dengan memasukkan dan mengeluarkan laptop dari kantong, serta dapat dengan mudah membawa laptop tersebut kemana-mana, layar berukuran 12 inch mungkin menjadi pilihan terbaik Anda.
Atau jika Anda adalah seorang profesional yang ingin dapat mempresentasikan sesuatu tanpa menggunakan alat tambahan seperti power point, laptop dengan layar 15 inch adalah pilihan paling pas.
Â
2. Pilih Tipe Laptop hybrid
Tipe disini lebih menjurus ke jenis laptop hybrid.
Pada umumnya, laptop hybrid itu ada dua tipe yaitu laptop yang monitor dan keyboardnya bisa dilepas pasang, dan laptop yang layar monitornya bisa diputar hingga 360 derajat.
Jika Anda membutuhkan laptop yang mirip dengan tablet serta menawarkan fitur touchscreen atau Anda tidak banyak melakukan pengetikan, tipa pertama, yaitu tipe yang monitor dan keyboard-nya bisa dilepas pasang adalah pilihan yang paling tepat.
Sedangkan jika Anda lebih suka laptop yang dinavigasi melalui touch pad, serta dapat menjadi sebuah tablet setelah diputar sebesar 360 derajat, maka tipe kedualah yang paling pas untuk Anda
3. Pilih Prosesor serta Spesifikasi Lainnya
Kebanyakan laptop hybrid biasanya menggunakan prosesor buatan Intel sebagai tenaga utamanya. Kedua jenis prosesor tersebut adalah intel Core i7 atau m7. Perbedaan kedua prosesor tersebut sangatlah jauh.
Jika pada intel Core i7 Anda masih membutuhkan kipas pendingin dan memiliki baterai yang cukup boros, pada prosesor m7 Anda sudah tidak perlu kipas pendingin lagi.
Namun, prosesor m7 jauh lebih lambat dibandingkan dengan i7 karena m7 mengorbankan kecepatan prosesor demi meningkatkan daya tahan baterai yang dimiliki.
Selain itu, ada juga prosesor Celeron dan Atom yang mungkin sering Anda temukan pada laptop-laptop hybrid dengan harga murah. Tentunya, laptop dengan kedua jenis prosesor ini memiliki performa yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan prosesor yang pertama kali sudah disebutkan.
RAM sebesar 4GB sudah menjadi standar di zaman sekarang ini. Tapi menurut saya lebih baik pakai RAM 8GB jika Anda memang punya budget berlebih. Jangan menggunakan RAM lebih dari itu, karena upgrade-nya sendiri tidak akan begitu worthed dengan uang yang dikeluarkan.
Untuk memori internal, SSD adalah pilihan terbaik dalam segi performa, namun jika Anda memiliki dana yang terbatas, menggunakan eMMC (embedded MultiMedia Card) adalah alternatif yang patut dipertimbangkan. Karena dengan menggunakan eMMC, Anda telah berhasil menghemat uang yang jumlahnya cukup besar.
Â
4. Jangan terlalu Pedulikan Resolusi
Laptop hybrid termurah biasanya memiliki layar berukuran 1366x768 pixel. Namun saya pribadi lebih menyarankan Anda untuk membeli laptop hybrid yang memiliki resolusi setidaknya 1920x1080 pixel agar gambar yang diperoleh jauh lebih besar
Sedangkan untuk resolusi di atas 1080p tidak begitu dianjurkan, kecuali prosesor dan VGA dari laptop hybrid yang Anda beli mampu menjalankan program seperti adobe photoshop atau adobe illustrator dengan lancar.
Â
5. Budget yang Dimiliki
Berapa budget Anda?
Laptop hybrid memiliki harga antara 150 USD hingga 2500 USD atau sekitar 2 jutaan hingga 33 jutaan rupiah.
Dari range harga tersebut, pasti ada satu laptop yang cocok dengan spesifikasi serta budget Anda. Yang mungkin harus saya sarankan disini adalah jangan membeli laptop hybrid dengan harga yang terlalu murah. Hal ini dikarenakan pada laptop hybrid murah, banyak orang yang mengalami kendala pada kapasitas baterainya yang terlalu cepat habis. [FM]
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.