Hampir semua tim sepak bola memiliki rivalitas tingkat tinggi, melebihi rivalitas dengan klub-klub lain. Mengapa ini terus hidup? Selain karena memang sejarah yang membawa laga rivalitas sangat panas, secara ekonomi rivalitas seperti ini menguntungkan.
Pada kesempatan ini kita akan membahas rivalitas Manchester United dan Liverpool. Bukan berfokus hanya pada panasnya laga, tetapi juga ke sejarah dan catatan yang ditorehkan kedua klub agar bisa menambah kecintaan pada klub kesayangan Anda.
Â
Rivalitas kota
Sebelum adanya Liverpool FC dan Manchester United, dua kota ini sudah bersaing ketat soal ekonomi dan industri. Manchester United kota yang lebih padat dibanding Liverpool pada abad 18 dan memegang peran penting di utara Inggris.
Akhir abad 18 Liverpool mulai tumbuh sebagai kota pelabuhan dan keberhasilan pabrik kapas di sana. Pada abad ke-19 dan 20 kota ini dianggap kota kedua Kekaisaran Inggris. Dari sinilah bibit-bibit rivalitas muncul.
Â
Rivalitas di awal pembentukan
Manchester United dibentuk di Newton Heath pada 1878, saat itu namanya Newto Heath LYR F.C sedangkan Liverpool pada 1892 setelah perpecahan Everton dengan presiden klub, John Houlding.
Liverpool mengawali Liga Inggris dari divisi kedua pada tahun 1893 dan pada tahun berikutnya mereka punya kesempatan masuk ke divisi utama. Pada kesempatan ini, mereka mengalahkan Newto Heath LYR F.C (Manchester United) untuk bisa masuk ke divisi utama dan Manchester United sendiri terdegradasi karena kalah 2-0 pada pertandingan ini.
Ini menambah bumbu persaingan Liverpool dan Manchester United, membuat dua klub ini terus panas ketika bertemu. Sejak saat itu, Liverpool dan Manchester United terus meningkatkan rivalitas mereka baik dari prestasi atau di lapangan.
Berikutnya rivalitas manajerÂ
Rivalitas Manajer
Kesuksesan Liverpool dan Manchester hampir sama, namun untuk Liverpool trofi-trofi mereka dipersembahkan banyak manajer seperti Bill Shankly, Bob Paisley, Joe Fagan, Reuben Bennett dan Kenny Dalglish. Sedangkan Manchester United hanya tiga manajer besar dalam sejarah mereka, Ernest Mangnall, Sir Matt Busby dan Sir Alex Ferguson.
Busby ada di urutan kedua yang paling banyak menghiasi lemari trofi United dan dia merupakan mantan kapten Liverpool. Tentu, ini semakin membuat panas hubungan Liverpool - Manchester United apalagi dia berhasil memenangkan 13 trofi dari tahun 1945 hingga 1969 termasuk European Cup.
Lebih dari 20 tahun Manchester United minim prestasi hingga kedatangan Sir Alex Ferguson dan kedatangannya juga semakin memanaskan rivalitas kedua klub. Dan pada era Ferguson, dominasi ada di tangan Manchester United.
Ada komentar Ferguson yang membuat hubungan Liverpool dan Manchester United semakin panas pada tahun 2002:
“My greatest challenge was knocking Liverpool right off their fucking perch, and you can print that.â€
Kata-kata ini dilontarkan Ferguson setelah komentar mantan bintang Liverpool Alan Hansen yang saat itu menjadi pundit salah satu media besar Inggris. Dia mengatakan “Anda tidak akan memenangkan apa-apa bersama anak-anak,â€
Ini dilontarkan Hansen karena Manchester United selama dua musim selalu kalah bersaing dengan Arsenal, pantas saja Ferguson naik darah. Dan pada musim 2002-2003 Ferguson berhasil memenangkan Premier League.
Berikutnya rivalitas pemain
Rivalitas Pemain
Persaingan panas juga melebar ke pemain, tentu Anda sudah lihat bagai mana tingkah pemain kedua tim bila mereka bertemu.
Atmosfer panas juga semakin diperpanas dengan pindahnya Wayne Rooney dari Everton ke Manchester United. Rooney dibesarkan di kota yang membenci Manchester United, Liverpool dianggap judas bahkan hingga saat ini.
Kapten Liverpool, Steven Gerrad juga memberikan gambaran kebencian pada Manchester United. Ketika rumahnya di menjelajahi rumahnya Gerrard menunjukkan koleksi jersey lawan-lawannya dan dari segitu banyak jersey, tidak ada jersey Manchester United.
Di musim 2011-2012 persaingan kedua klub diperparah dengan aksi rasis Luis Suarez kepada Patrice Evra, dia terbukti mengatakan négrito tujuh kali. Aksi ini membuat Suarez diskors delapan pertandingan.
Setelah melewati hukumannya, Suarez kembali tampil melawan Manchester United dan ketika bersalaman dengan pemain Setan Merah Suarez melewatkan Evra.
Kata-kata mungkin belum cukup menjelaskan panasnya rivalitas pemain-pemain Manchester United dan Liverpool. Berikut beberapa foto yang menunjukkan kerasnya hubungan pemain kedua klub ini.

Luiz Suarez dan Patrice Evra bertengkar usai aksi rasis striker Liverpool tersebut
Â
Jonjo Shelvey menununjuk Sir Alex Ferguson setelah dia di kartu merah
Â

Kaki Nani berdarah usai dijegal Jamier Carragher
Â

Rafael ngamuk setelah diperlakukan kasar oleh pemain Liverpool
Berikutnya trofi dan head-to-head
Trofi Juara
Kedua raksasa memang bersaing dalam jumlah trofi yang mereka kumpulkan, namun untuk trofi yang kompetitif Manchester United sedikit lebih baik walau untuk Liga Champions Liverpool lebih sering juara.
|
 |
Liverpool |
Manchester United |
|
Premier League/ Liga Utama |
18 |
20 |
|
FA Cup |
7 |
11 |
|
League Cup |
8 |
4 |
|
Community Shield |
15 |
20 |
|
Super Cup |
1 |
0 |
|
European Cup/Liga Champions |
5 |
3 |
|
UEFA Europa League |
3 |
0 |
|
European Cup Winners’ Cup |
0 |
1 |
|
UEFA Super Cup |
3 |
1 |
|
Total |
60 |
62 |
Data berlaku hingga musim 2014-2015
Â
Head-to-Head
Secara statistik pertemuan kedua tim Manchester United juga lebih sering menang melawan Liverpool, total Setan Merah mengalahkan Liverpool 79 kali sedangkan The Reds menang 64 kali.
Â
|
Kompetisi |
Manchester United menang |
Seri |
Liverpool Menang |
|
Liga |
67 |
44 |
55 |
|
FA Cup |
9 |
4 |
4 |
|
League Cup |
2 |
0 |
3 |
|
Lainnya |
1 |
3 |
2 |
|
Total |
79 |
51 |
64 |
Data berlaku hingga Januari 2016
Berikutnya suporter dan klub saat ini
Rivalitas suporter
Manchester United dan Liverpool sama-sama klub sepak bola populer dunia, keduanya masuk ke 25. Namun, sering perjalan, hingga Januari 2016 Manchester United mengungguli jumlah fans Liverpool bila dilihat dari follower Twitter.
Pada bulan Januari 2016, jumlah Follower Manchester United di Twitter 6,86 juta sedangkan Liverpool 5,29 juta follower. Mungkin untuk jumlah fans perlu ada pengkajian lebih lanjut, tetapi ketenaran bisa kita nilai dari sini.
Sedikit mengenai cerita fans kedua klub, fans Liverpool terlihat lebih kompak. Pada tahun 2005 akuisisi keluarga Glazer pada Manchester United mengakibatkan perpecahan fans mereka, muncul F.C. United of Manchester dan Love United Hate Glazer dan kemudian Red Knights berusaha mengeluarkan Glazer dari klub.
Akuisisi juga terjadi pada Liverpool dua tahun setelah Glazer mengakuisisi United. Pemilik Liverpool, David Moores menjual klub secara kontroversial ke pengusaha Amerika Serikat, George Gillet dan Tom Hicks. Tetapi, ini tidak berjalan dengan baik, George Gillet dan Tom Hicks berselisih dan mereka kurang mendapat dukungan dari fans yang memaksa mereka menjual klub. Pengadilan akhirnya memutuskan mereka harus menjual Liverpool kepada Fenway Sports Group.
Dilihat dari sini, fans United yang terpecah setelah akuisisi Glazer gagal menyingkirkan keluarga pengusaha asal Amerika Serikat sedangkan fans Liverpool tetap bersatu untuk mempengaruhi pergantian kepemilikan klub.
Â
Sekarang
Setelah Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013 Manchester United seperti kehilangan induk. David Moyes sebagai penerus gagal dan mengantarkan United ke posisi 7 pada musim 2013-2014. Louis van Gaal yang memimpin musim berikutnya berhasil membawa United ke Liga Champions, tetapi di musim 2015-2016 mereka tertatih-tatih.
Liverpool lebih parah lagi, setelah era Rafael Benitez The Reds terus merosot, Roy Hodgson dan Kenny Dalglish gagal membangkitkan Liverpool. Penerus mereka, Brendan Rodgers nyaris menjuarai Premier League pada musim 2013-2014 saat Suarez masih berseragam The Reds, tetapi gagal di laga terakhir. Sejak saat itu, Liverpool terus merosot hingga tahun 2015 mereka menjadi penghuni papan tengah.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.