Revolusi Robot di Negeri Matahari Terbit

13 Aug 2015 19:00 3448 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Di masa depan, semua di Jepang akan serba otomatis.

Robot di dunia nyata itu berbeda dengan robot yang ada di dunia film atau novel fiksi.

Jika di dalam film ada robot seperti RoboCop dan Terminator. Di dunia tempat kita tinggal, robot umumnya berbentuk perlengkapan rumah seperti kasur yang dapat berubah menjadi kursi roda elektrik atau exoskeleton yang dapat membantu orang-orang yang pernah menderita stroke untuk belajar berjalan lagi.

Itu adalah robot-robot yang ada di masa sekarang.

Di masa depan, robot yang awalnya hanya ada di film-film mungkin akan muncul juga di dunia nyata. Seperti robot yang dapat diajak bicara, robot yang dapat membawakan Anda minuman dan makanan atau robot yang dapat membuat robot lainnya di sebuah pabrik yang semuanya serba otomatis.

Inilah cita-cita yang dimiliki Jepang. Keinginan mereka adalah menjadi sebuah negara dengan industri Robot pertama di dunia. Ide ini juga sudah berjalan sejak tahun 2014 dan hingga sekarang masih dijalankan oleh METI (kementrian ekonomi, perdagangan dan industri di Jepang) dengan dukungan penuh dari Perdana Menterinya, Shinzo Abe.

Revolusi Robot

Pada tahun 2014, dalam sebuah dokumen mengenai “Strategi Revitalisasi Jepang” telah direvisi dengan tujuan baru yaitu “Revolusi Bidang Industri oleh Robot.”

Dan pada tahun 2015, dokumen ini direvisi kembali menjadi “Strategi Robot Baru. Strategi Robot Jepang – Visi, Strategi, dan Perencanaan Tindakan.” – dengan sasaran atau tujuan utamanya untuk menjadikan Jepang sebagai negara superpower di bidang teknologi robot.

Hingga saat ini, “Strategi Robot Baru” memiliki beberapa tujuan selain memperluas dan memgembangkan teknologi Robot, tapi juga menggunakan industri robot sebagai solusi untuk melakukan pekerjaan yang sulit secara demografis dan menantang maut.

Hal ini juga merupakan salah satu bentuk antisipasi, karena selama ini negara Jepang mengalami keterpurukan pada angka kelahiran yang juga mengakibatkan kurangnya tenaga kerja. Darisitu dapat diambil kesimpulan bahwa robot akan diciptakan untuk membantu manusia dan juga menggantikan manusia dalam bekerja.

“Strategi Robot Baru” juga bertujuan untuk melakukan semuanya dengan serba otomatis. Dari sektor pertanian hingga peralatan perakit mobil, lalu robot untuk bantuan dan penanggulangan bencana alam hingga robot dalam sektor produksi makanan dan kosmetik.

Selain tujuan di atas, strategi ini juga memiliki sasaran untuk memperluas jaringan pabrik “pintar”, yaitu sebuah pabrik yang semuanya serba otomatis baik dalam semua proses produksinya maupun waktu bekerjanya

Dapatkah revolusi robot di Jepang di berbagai sektor diwujudkan dalam waktu yang sudah dialokasikan?

Sindrom Galapago

Merupakan hal yang ditakuti METI dalam proses pengembangan industri robot yang sedang dilakukan di Jepang. Sindrom ini adalah sebuah fenomena dimana hasil produksi Jepang mendominasi secara nasional, tapi di kancah internasional produksi tersebut sama sekali tidak laku.

Untuk menghindari kemungkinan tersebut, kementrian METI akan menganut standar internasional seperti pada ISO.

Perubahan Sosial

Bagi METI, pembuatan sistem operasi dan middleware untuk robot itu tidak hanya berpengaruh pada sebuah perusahaan yang memproduksinya saja. Lingkungan sosial juga harus berubah, sehingga dapat terbentuknya suatu lingkungan dimana manusia dan robot dapat hidup berdampingan.

Namun, hal itu akan sangat sulit untuk dilakukan oleh METI, karena, selain turunnya minat rakyat terhadap bidang sains dan teknologi (S&T), melakukan perubahan sosial juga sudah terbukti sangat sulit bagi pemerintah.

Selain hal di atas, ada hal penting lainnya yang patut untuk dipertimbangkan, seperti bagaimana ‘robotisasi’ akan mempengaruhi kompetisi internasional, serikat pekerja lokal, dan pandangan orang terhadap robot.

Sebuah organisasi bernama The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) yang berfungsi sebagai lembaga penelitian publik dan pengembangan manajemen merupakan salah satu organisasi terbesar di Jepang.

Dalam suratnya, organisasi ini menyarankan pendekatan ke masyarakat tentang bagaimana masyarakat dapat menerima peningkatan pengaruh dari teknologi robot dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, para perawat di Jepang telah sepakat bahwa harus ada alat yang dapat membantu para manula untuk bergerak dan membantu mengingatkan bagi mereka yang sudah pikun.

Kesimpulan

Tidak diragukan lagi, teknologi robot akan terus menyebar di pasar dunia. Tapi mungkin, terlalu bergantung pada robot akan memiliki dampak negatif seperti banyaknya pengangguran, khususnya bagi negara-negara dengan lapangan pekerjaan yang sedikit. [FM]

Tags Robot

About The Author

Fahd M. 80
Professional

Fahd M.

Saya suka menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan teknologi, khususnya gadget dan komputer. Selain itu saya juga suka hal-hal yang berkaitan dengan Jepang.
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel