Berapakah Nilai-Diri Anda?

30 May 2018 13:46 437 Hits 0 Comments
Apabila diantara kalian muncul pertanyaan seperti ini, ‘Bagaimana saya bisa cepat naik jabatan/gaji?’ atau ‘Apa yang harus saya lakukan ketika bisnis saya bangkrut?’ atau lagi bahkan ‘Bagaimana agar saya cepat mendapat jodoh?’

Apabila diantara kalian muncul pertanyaan seperti ini, ‘Bagaimana saya bisa cepat naik jabatan/gaji?’ atau ‘Apa yang harus saya lakukan ketika bisnis saya bangkrut?’ atau lagi bahkan ‘Bagaimana agar saya cepat mendapat jodoh?’

Mungkin diantara kalian pernah ada yang bertanya seperti itu, baik kepada keluarga, teman, atau mungkin bertanya kepada diri sendiri.
Walaupun saya ini bukan seorang motivator, penasehat, atau juga bukan seorang dukun dan paranormal, tapi mungkin saya bisa sedikit memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Tentunya dengan pemikiran dan dari perasaan bahan materi yang saya kumpulkan untuk menulis postingan ini. Jika ada beberapa pernyataan saya yang mungkin tidak sesuai dan meninggalkan kesan tidak nyaman, saya sangat membuka kritikan langsung dan diberikan saran yang baik untuk kebaikan kita bersama.

Kembali ke topik. Kalau menurut saya, bagaimana jika pertanyaan itu kita rubah sedikit menjadi, ‘Mengapa orang lain cepat naik jabatan/gaji, sedangkan saya tidak?’ lalu ‘Mengapa bisnis orang lain tidak bangkrut, sedangkan saya tidak?’ dan lagi ‘Mengapa ada orang yang mudah sekali mendapatkan jodoh, sedangkan saya tidak?’

Nah, jika model pertanyaannya seperti ini, saya akan lebih mudah untuk menjawab.

Apakah kalian pernah mendengar atau melihat kata, nilai-diri? Saya rasa pasti diantara sekian banyak pembaca di postingan ini ada yang pernah mendengar atau melihat kata tersebut. Sebenarnya sederhana, semakin besar nilai-diri seseorang terhadap lingkungannya, maka ia akan dengan mudah dihoramati, disegani, disayangi dan dicintai karena kehadirannya selalu memberikan manfaat. Ya, karena nilai-diri lah mengapa seorang atasan disegani oleh bawahannya, seorang guru disegani muridnya, orang tua disegani oleh anak-anaknya, begitu juga seorang suami/istri akan disegani oleh pasangannya.

Jadi, pertanyaan di awal paragraf tadi dan membuka postingan ini bisa muncul karena kurangnya nilai-diri pada orang tersebut. Jika seorang pemimpin memiliki nilai-diri yang rendah, maka bawahannya akan tidak bersikap hormat. Seorang guru juga demikian, jika memiliki nilai-diri yang rendah maka muridnya tidak akan menghormatinya. Begitu juga dengan para orang tua, jika memiliki nilai-diri yang rendah, maka akan sangat sulit mendapatkan respek dari anak-anaknya. Intinya, pribadi yang memiliki nilai-diri yang rendah akan sangat sulit mendapatkan perhatian, kepercayaan, kasih sayang apalagi cinta dari orang-orang yang dikenalnya.

Pribadi yang memiliki nilai-diri yang tinggi pastilah akan menjadi orang yang sukses, semua orang akan percaya dengannya, akan banyak teman yang mau bergaul dengannya, dan akan banyak kemudahan yang datang menghampirinya.

Jika sudah memahami konsep dari nilai-diri itu, maka tantangan terbesar dalam hidup seseorang adalah bagimana meningkatkan nilai-diri dari waktu ke waktu.

Hmmm.. pasti diantara kalian ada yang ingin bertanya, ‘Lalu besar kecilnya mengukur nilai-diri kita dari apa?’

Besar kecilnya nilai-diri seseorang dapat dilihat dari seberapa besar dia berpengaruh untuk orang-orang dan lingkungannya. Jika peran dan pengaruh seseorang itu rendah, maka bisa dikatakan nilai-diri orang itu rendah pula. Begitu juga sebaliknya.

Namun tanpa disadari, banyak diantara kita yang mengabaikan peran dan tanggung jawab yang diberikan pada dirinya. Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki sifat malas kronis, merasa tidak mau repot dengan segala peran dan tanggung jawab yang ada, serta memiliki sifat acuh-tak acuh yang ekstrim.

Sikap seperti ini adalah sangat salah, dan berakibat sangat fatal. Karena berlama-lama hidup dengan peran yang minim dan tidak memiliki tanggung jawab yang harus diemban seseorang, maka tujuan hidup mereka juga sangat minim. Bahkan mereka akan diabaikan dari lingkungan dan sering dianggap ‘tidak ada’ oleh orang-orang disekitarnya. Ini menandakan bahwa nilai-diri mereka NOL. Sungguh pribadi yang seperti itu adalah pribadi yang menyedihkan.

Oleh karena itu untuk meningkatkan nilai-diri, kita harus berlomba untuk meningkatkan peran, tanggung jawab dan karya-karya yang bermanfaat bagi orang-orang dan lingkungan disekitar kita. Jika hal itu dilakukan, saya jamin kita akan bisa menjadi individu-individu yang indah dan mengindahkan untuk orang-orang dan lingkungan di sekitar kita. Sangat sederhana sekali bukan?

Jadi, Berapa Nilai-Diri Anda?

Image credit: stockcharts.com

Tags

About The Author

Silvi J. Tahir 16
Pensil

Silvi J. Tahir

Love writing!

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel