Muhammad Ali adalah seorang petinju legendaris Amerika yang namanya banyak dikenal di dunia. Petinju yang lahir pada 17 Januari 1942 ini merupakan sosok petinju yang cukup dikagumi. Hal ini didasari karena setiap pertandingan yang ia lakoni selalu menarik perhatian.Â
Pria yang dulunya bernama Cassius Clay dan mengubah namanya menjadi Muhammad Ali ketika memeluk agama Islam ini pernah menjadi juara tinju kelas berat. Pertandingan yang ia lakoni juga luar biasa, termasuk lika-liku kehidupannya.Â
Sang legenda ini pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 3 Juni 2016. Sebagai bentuk apresiasi saya terhadap beliau, berikut saya paparkan pertandingan seru Muhammad Ali yang berhasil menang dengan cara TKO dan KO Â pada lawan-lawannya.Â
Simak selengkapnya. Â
Â
1. “The Rumble in The Jungle“
“The Rumble in The Jungle“ itulah sebutan pertarungan antara Muhammad Ali melawan George Foreman. Penamaan tersebut karena pertandingan tinju diadakan di kota Kinshsa, Zaire, sebuah negara miskin di Afrika.Â
Sebuah pertandingan yang tampaknya tidak megah. Tapi justru karena jauh dari hikuk pikuk keramaian Amerika, pertandingan ini menjadi sorotan. Apalagi “The Rumble in The Jungle“ menjadi sebuah pertandingan tinju yang “melegenda†dan akan selalu diingat banyak orang.Â
Pasalnya, pertandingan yang berlangsung pada 30 Oktober 1974 ini menghadirkan hasil pertarungan yang tak diduga. Saat itu, juara dunia George Foreman diunggulkan dan Muhammad Ali hanya dianggap sebagai big mouth atau si Mulut Besar.Â

Ali berani menantang George Foreman. Ia ingin mengambil kembali sabuk juaranya. Perlu diketahui, Ali  kehilangan gelar gunia kelas berat saat melawan Joe Frazier. Kemudian Joe Frazier harus melepaskan sabuk tersebut saat berhadapan dengan George Foreman.
Muhammad Ali yang saat itu berusia 32 tahun dinilai akan kalah saat baru masuk ronde 1 dan ronde 2. Sementara Foreman yang berusia 25 tahun, staminanya cukup tangguh dan diunggulkan.Â
Namun ronde tiap ronde dilalui oleh keduanya meskipun Ali tampak akan kalah. Baru saat masuk ronde 7 dan ronde 8, Ali mulai bangkit. Ia merencanakan suatu strategi agar Foremen kehabisan tenaga. Strategi itu dilakukan saat ronde 8, yakni saat Ali menempel terus pada tali dan Foreman terus melesatkan pukulan.Â
Saat Foreman kelelahan, saat itulah Ali berbalik menyerang dengan melepaskan pukulan pada wajah Foreman. Pukulan ini pun membuat Foreman KO sehingga Ali mendapatkan kembali gelar juara dunianya.
Berikut video highliht pertandingan iniÂ
2. Sang “Underdog†Cassius Clay Melawan Sonny ListonÂ
Pertandingan tinju yang berlangsung pada  24 Februari 1964 juga menjadi sebuah pertandingan sengit nan seru antara Muhammad Ali dan lawannya Sony Liston . Saat itu, Muhammad Ali belum memluk Islam dan masih memakai nama aslinya yakni Cassius Clay.Â
Cassius Clay dianggap sebagai petarung “underdog†itu berarti Sonny Liston I sangat diunggulkan dalam pertandingan ini. Saat pertandingan, Cassius Clay dengan kecepatan pergerakan kepalanya mampu menghindari serangan demi serangan berupa pukulan dan ayunan dari Liston.Â
Pada ronde keenam, Cassius Clay mendaratkan beberapa pukulan kombinasi sehingga membuat Liston “terjatuh dan lukaâ€. Setelah ronde enam berakhir, Liston tidak bisa melanjutkan pertandingan yang otomatis ia kalah secara technical knockout dan membuat Ali memenangkan pertandingan tersebut.Â
Jika ingin melihat pertandingan antara Ali melawan Liston ini, bisa disimak pada video highlight berikut ini.Â
3. Performa Sempurna Melawan Cleveland Williams
Tepat pada 4 November 1966, Muhammad Ali menunjukan kemampuan bahwa ia memang lahir sebagai petinju. Ia menunjukannya lewat pertarungan melawan Cleveland Williams. Sebuah pertarungan yang membuat pengamat terkagum-kagum karena di usianya yang ke-24, Muhammad Ali mampu mempertahankan gelar juara kelas beratnya selama enam kali.Â
Betapa tidak, Ali mampu mengalahkan Cleveland Williams hanya dengan tiga ronde saja. Pada ronde kedua saja sudah terlihat ketika Cleveland mencium kanvas. Barulah pada ronde ketiga Cleveland kalah.Â
Sejak itu, banyak pengamat yang mengakui kalau Ali adalah petinju yang punya kecepatan dari segi pukulan, gerakan kaki, serta otak yang cerdas.Â
Penasaran dengan video pertandingan ini? Simak videonya berikut ini.Â
4. Kembalinya Ali ke Tinju dan Melawan Jerry Quarry
Pertandingan Muhammad Ali melawan Jerry Quarry adalah pertandingan yang spesial. Pasalnya, Ali sempat absen selama 3 tahun lantaran statusnya sebagai orang hukuman karena menolak wajib militer untuk bertugas ke Perang Vietnam.Â
Ketika itu, publik Amerika tidak menganggap Ali sebagai warga Amerika. Karena ini pula, tidak ada negara bagian yang mau menjadi tuan rumah pertandingan Ali versus Quarry. Untungnya, Atalanta bersedia menjadi tuan rumah karena di kota ini tidak ada komisi tinju dan merupakan tempat yang netral.Â
Pada pertandingan ini, Ali menunjukan kapabilitasnya sebagai seorang petinju profesional. Terbukti meski ia tidak diterima oleh sebagian masyarakat Amerika, pertarungan ini menjadi momen tersendiri bagi masyarakat dunia, Apalagi, pertandingan yang berlangsung pada 26 Oktober 1970 ini, Ali menang TKO di ronde ketigaÂ
Video pertandingan ini bisa disimak disiniÂ
Â
5. From “Fight of the Century† To “The Thrilla in Manilaâ€
Pertarungan Muhammad Ali melawan sang pemegang sabuk juara, Joe Frazier selalu mendapat perhatian dunia. Pertemuan pertama mereka berlangsung 8 Maret 1971 di Madison Square Garden (MDS), New York, Amerika. Pertarungan yang cukup sengit ini dimenangkan oleh Joe Frazier.Â
Meski begitu, banyak yang menganggap pertandingan ini merupakan salah satu pertandingan terbesar Muhammad Ali. Karena itu pula, pertandingan tinju ini disebut sebagai “Fight of the Centuryâ€
Kemudian, Muhammad Ali  bertemu kembali dengan Joe Frazier  di pertandingan tanpa gelar yang disebut sebagai Super Fight II. Pertandingan yang juga dilaksanakan di MDS ini digelar pada 28 Januari 1974. Ali menang pada Super Fight II ini dengan kemenangan mutlak 12 ronde.Â
Pada 1 Oktober 1975, Ali berkesempatan untuk bertanding kembali dengan Joe Frazier yang saat itu memegang sabuk juara. Pertandinganya sendiri dilaksanakan di Manila dan menjadikan pertandingan yang ketiga antara kedua petinju ini sebagai pertandingan yang lebih sengit dibandingkan pertemuan pertama mereka.Â
 Pertandingan yang kemudian dijuluki sebagai “The Thrilla in Manila†ini dimenangkan oleh Ali dengan menang secara TKO pada ronde 14. Saat itu, sang pelatih Frazier meminta untuk menghentikan pertandingan karena  melihat wajah Frazier yang membengkak. Pertandingan ini juga menjadi salah satu pertandingan terbesar bagi Muhammad Ali
Berikut video highlight pertandingan “The Thrilla in Manilaâ€
6. Melawan Oscar Natalio Bonavena untuk Gelar Kelas Berat NABFÂ
Setelah pertandingan melawan Jerry Quarry, pada tahun yang sama, tepatnya 7 Desember 1970, Ali berkesempatan merebut gelar kelas berat NABF (North American Boxing Federation).Â
Saat itu, tidak ada yang memegang gelar kelas NABF karena Leotis Martin, sang pemegang juaranya memutuskan untuk pensiun. Ditentunkanlah perebutan gelar ini, yakni pertarungan antara Ali melawan Bonavena yang menempati posisi penantang pertama di World Boxing Association (WBA)Â
Sebelum pertandingan, Muhammad Ali yakin kalau ia akan menang melawan Bonavena pada ronde 9. Namun, keyakinannya salah. Ali mendapat perlawanan cukup sengit yang membuat pertandingan berlangsung hingga Ronde 15. Pada ronde 15 inilah, Ali menang dan melakukan TKO pada lawannya.Â
Berikut video hightlight pertandingan ini
Â
Â
7. Â Melawan Wepner : Pertandingan yang Menginspirasi Film RockyÂ
Muhammad Ali  berkesempatan tanding di Richfield Coliseum, Richfield, Ohio, Amerika pada 24 Maret 1975. Pada pertandingan tersebut, Ali melawan Chuck Wepner yang dalam pertandingan cukup gigih melawan Ali.Â
Betapa tidak, pertandingan ini menghabiskan 15 ronde meski pada delapan ronde pertama, Ali bisa dikatakan hanya “bermain-main†melawan Wrepner. Pada ronde ke-9, Wepner menginjak  kaki Ali dan melancarkan serangan pada tulang rusuk Ali dan membuat Ali knockdown.Â

Setelah kejadian tersebut, Ali terlihat lebih serius dalam pertandingan. Sampai di ronde 15, Ali melancarkan pukulan sampai membuat Wepner babak beluer dan bersandar pada tali ring tnju. Wepner saat itu tidak menyerah dan mencoba bangkit melawan. Tetapi pertandingan dihentikan oleh wasit. Ali pun menang dengan TKO.Â
Perjuangan yang dilakukan Wepner pada pertandingan ini kemudian jadi inspirasi bagi Sylvester Stallone ketika ia menulis film berjudul Rocky.Â
Simak video highlight pertandingan ini!
8. The Inevitable Fight
The Inevitable Fight atau pertarungan tak terelekan menjadi poster promosi petarungan tinju antara Muhammad Ali melawan Jimmy Ellis. Pertandingan dilaksanakan di Astrodome, Houston, Texas, Amerika pada 26 Juli 1971. Atau beberapa bulan setelah Ali kalah dari Joe Frazier (Fight of the Century).Â

Pada pertandingan ini, Ellis cukup melakukan perlawanan pada tiga ronde pertama. Ali baru mampu mengontrol pertarungan setelah melancarkan pukulan yang membuat tangan kanan  Ellis sedikit cedera dan terluka.Â
Pertandingan berlanjut pada ronde ke 12. Dan pada menit 2:10, wasit menghentikan permainan yang kemudian membuat Ali menang secara TKO.Â
Simak video pertandingan ini di video berikut
9. Muhammad Ali versus  Jurgen Blin
Pertandingan Ali melawan  Jurgen Blin dilaksanakan pada 26 Desember 1971. Tempat pertandingannya sendiri dilaksanakan di Hallenstadion, Zurich, Swiss.Â

Pada pertandingan ini, Ali menang secara KO pada ronde ketujuh. Kemenangan Ali sudah nampak terlihat ketika Blin berdarah dari luka yang letaknya adai di kedua mata Blin. Blin mencoba bertahan tetapi pada akhirnya Ali yang menang.Â
Video Higlight pertandingan ini bisa disimak diÂ
10. Muhammad Ali vs. Zora Folley
Pertandingan Folley melawan cukup menarik. Pertandingan yang dilaksanakan pada 22 Maret 1967 ini Ali menang dengan KO pada menit 1:48 di ronde ketujuh.Â
Tapi Ali sebenarnya tidak menang dengan mudah. Zora Folley sedikit memberikan perlawanan meskipun sebenarnya di dua ronde pertama Ali sempat bermain-main dan membaca pergerakan dari Folley.Â
Folley tidak panik ketika Ali mencoba melancarkan beberapa serangan dan mampu Folley hindari.Â
Ali meninju datar Folley pada ronde keempat sehingga membuat Folley sedikit tersungkur. Tapi ia bertahan sampai akhirnya di ronde ketujuh ia kalah secara KO.Â
Nah itulah, 10 pertarungan seru ketika Ali menang KO pada lawan-lawan yang dihadapinya. Selain kesepuluh pertandingan tersebut, Ali juga punya banyak pertarungan seru  yang menang secara mutlak. Ada juga beberapa pertandingan seru yang ia lakoni dengan baik meski ia kalah.Â
Terlepas dari itu, saya cukup bangga dengan perjuangan yang Ali lakukan. Meskipun ia sering banyak omong tapi setidaknya ia tidak ngomong semata dan membuktikan diri kalau dia memang seorang petinju profesional yang melegenda.Â
Selamat Jalan, Muhammad Ali (17 Januari 1942 – 3 Juni 2016)!
Â
Â
Sumber TulisanÂ
Â
Â
Â

Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.