Daftar Content
Get Up!Stand Up! : Filmnya Para Komika
Film Get Up Stand Up adalah film yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik panggung kompetisi Stand Up Comedy Indonesia.Film ini juga menceritakan bagaimana kehidupan Komika di luar panggung show Stand Up Comedy.Mulai dari susahnya cari kerja hingga terjun ke dunia Stand Up Comedy,susahnyaÂ
Flashback ke Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Melalui Film Tjokroaminoto: Guru Bangsa
Salah satu sutradara terbaik Indonesia, Garin Nugroho telah mengangkat sejarah hidup Tjokroaminoto ke dalam film layar lebar berjudul Tjokroaminoto: Guru Bangsa yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun 2015 lalu. Film ini diproduseri oleh Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Didi Petet, Nayaka Untara, dan Ari Syar serta didukung oleh beberapa aktor dan aktris terkenal Indonesia. Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian sebagai aktor utama ini bercerita tentang kehidupan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto alias Tjokroaminoto yang berotak encer, religis, dan memiliki cita-cita mulia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari pendudukan Hindia Belanda. Film ini cocok ditonton untuk semua umur dan akan membuat kita mengenal tokoh Pahlawan Nasional Tjokroaminoto secara lebih dalam sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dalam diri kita.
Â
Mengulas Teguhnya Hati Wanita Dalam “Surga Yang Tak Dirindukan” Dan “Ayat Ayat Cinta”
tak ada wanita yang rela cintanya dimadu, namun Aisyah dan Arini menjawab lain. bagaimanakah sikap mereka? akankah mereka rela dengan poligami?
sumber foto: republika.com dan sidomi.com
Review Film 3 (Alif, Lam & Mim), Film Berkualitas Yang Terjegal
Menonton film 3 (Alif, Lam & Mim) bagi saya seperti bukan menonton film Indonesia kebanyakan. Ide cerita yang berani (agama dan politik), materi cerita yang berlapis (kisah cinta, persahabatan, dendam, kehilangan, konspirasi, pengkhianatan), tema cerita yang futuristik (masa depan tahun 2036), akting para pemain yang juara, visual effect yang canggih didukung adegan silat slow-motion yang super keren, eksekusi akhir cerita yang menggantung, dan masih banyak lagi kelebihan lain menjadikan film 3 (Alif, Lam & Mim) sebagai salah satu film berkualitas Indonesia di tahun 2015 yang layak mendapat acungan jempol.
So, kenapa ya film yang begitu berbobot ini justru jeblok di pasaran?
Monolog Kelam Hidup Nay
Sampai saat ini, banyak perempuan masih berada dalam ketertindasan. Meski menanggung banyak luka oleh stigma, tindak kekerasan, dan pelecehan, toh perempuan masih tetap bertahan. Hidup sekenanya, sebisanya. Semangat hidup ini yang kadang luput dari perhatian publik. Film Nay garapan Djenar Maesa Ayu mencoba menangkap realitas kelam itu dan menyajikannya sebagai ruang permenungan, kritik, dan sekaligus doa.
Suara 'Orang Indonesia' di Layar Lebar (Bagian 3)
Menyuarakan kembali suara-suara Orang Indonesia (Bagian Ketiga)
Poligami di Film Surga Yang Tak Dirindukan
Film ini menceritakan tentang poligami yang dilakukan oleh suami. Bagaimana sikap istri dengan tindakan suami? Film ini menarik untuk ditontonÂ
Review Film Filosofi Kopi : Sebuah Kisah Sepahit dan Senikmat Rasa Kopi
Dari film ini, saya menemukan arti lain sebuah kehidupan bahwa dari hal kecil yang kita sukai kita bisa menemukan arti hidup itu sendiri. Jika anda penikmat kopi dan sangat menggilai hal ini jangan tonton film ini hanya karena hal tersebut. Sebab dalam film ini, bukan kopi sebagai hal yang hanya digilai melainkan kopi juga sebagai tolak ukur rasa kasih seseorang.