The Unfinished Swan : Game Rasa Bedtime Story

9 Nov 2020 11:20 689 Hits 7 Comments Approved by Plimbi
Once upon a time , di dalam artikel ini penulis mereview salah satu game yang membuat penulis tertarik , sebuah game berjudul The Unfinished Swan . Seperti apakah cerita & gameplay dari game ini ?

Hello There ,

Setelah saya membuat artikel tentang 5 Game PC yang Hadir di Kubu Mobile – 9 ada 1 game yang membuat saya tertarik , terlebih lagi dari Annapurna Interactive sudah pasti langsung dicoba . Beberapa game dari publisher Annapurna Interactive antara lain Florence , What Remains of Edith Finch , dan 12 Minutes yang katanya akan dirilis di tahun ini . Baiklah , kali ini saya akan mereview salah satu game dari pembuat What Remain of Edith Finch , yaitu berjudul The Unfinished Swan . Without Further Ado , silahkan disimak cerita dibawah ini .

Story 5

Berawal dari ibu Monroe yang suka melukis namun dari 300 lukisan yang dia lukis , tidak ada 1 lukisan pun yang dia selesaikan . Semua hanya berwarna hitam putih . Suatu hari , ibu Monroe meninggal & Monroe menjadi anak piatu .

Semenjak Monroe menjadi anak piatu , pihak panti asuhan hanya memperbolehkan Monroe untuk memilih salah satu lukisan milik mendiang ibunya . Dari 300 lukisan , Monroe memilih lukisan “ The Unfinished Swan “ yang merupakan salah satu lukisan favorit milik mendiang ibunya .

Di malam hari , Monroe terbangun & melihat tidak ada angsa di dalam lukisan tersebut . Namun untungnya , Monroe melihat jejak kaki milik angsa tersebut mengarah ke sebuah pintu rahasia . Monroe langsung mengambil kuas milik mendiang ibunya & masuk ke dalam pintu rahasia tersebut .

Setelah memasuki pintu tersebut , disinilah petualangan Monroe dimulai untuk mencari kembali angsa tersebut .

User Rating

4.0
3 Ratings
5
1
1
4
1
1
3
1
1
2
0
0
1
0
0

Editor Rating

3.0
Average

Summary

Once upon a time , di dalam artikel ini penulis mereview salah satu game yang membuat penulis tertarik , sebuah…

About The Author

JER 38
Ordinary

JER

Suka sesuatu.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel