Review Samsung Galaxy C9 Pro, SI RAM 6GB Berbalut Logam Kokoh

7 Apr 2017 09:29 9233 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
 Galaxy C9 Pro membuktikan diri sebagai ponsel yang cukup baik untuk digunakan sehari-hari

Samsung mulai mempopulerkan smartphone layar lebar pada tahun 2011 dengan meluncurkan Galaxy Note (layar 5.3 inci), saat itu ponsel berlayar lebar dianggap aneh. Enam tahun berselang, saat ini ponsel berlayar 5.0 - 7.0 inci jadi populer. Sebaliknya, ponsel layar kecil dianggap jadul.

Diluncurkan pertama kali di China, Samsung resmi hadirkan Galaxy C9 Pro di Indonesia dengan RAM 6GB, layar 6.0 inci Super AMOLED, baterai 4.000 mAh + Ultra Power Saving Mode dan prosesor octa-core Qualcomm Snapdragon 653.

Galaxy C9 Pro adalah ponsel pertama Samsung yang memiliki RAM 6GB, menungguli versi S dan Note. Tapi apakah semua “kengerian” C9 sampai kedunia nyata, simak reviewnya berikut ini.

 

Desain

Kenyataannya, C9 Pro terlihat seperti ponsel kebanyakan. Berkat desain yang kompak, walaupun besar ternyata tidak jauh lebih besar dari iPhone 7 Plus dengan layar 5.5 inci.

Bagian depan tetap pada desain klasik Samsung, ada lubang speaker dengan kisi-kisi logam. Sebelah kiri terdapat kamera depan, sebelah kanan LED notifikasi dan sensor.

Dibawah layar ada tombol home fisik yang terintegrasi dengan sensor sidik jari. Disebelah kiri ada tombol untuk melihat multitasking dan sebelah kanan tombol kembali. Kedua tombol ini tidak terlihat tanpa cahaya latar karena memiliki teknologi backlit kapasitif.

Bagian sisi kanan ada tombol power, slot microSD dan slot kartum SIM nano. Slot SIM dan microSD terpisah, tidak seperti kebanyakan ponsel yang menyatukannya.

Sisi kiri ada tombol volume, letak tombol volume tidak sejajar dengan tombol power. Tombol volume sedikit lebih tinggi untuk menghindari menekan tombol power dan volume secara bersamaan ketika ingin menaikkan volume.

Sisi bawah ada 3.5mm jack, port USB Tipe-C, mikrofon dan loudspeaker. Dibagian belakang ada antena yang dibentuk menjadi garis-garis tipis diatas dan bawah. Kemera utama, ada sedikit benjolan mengelilingi kamera dan LED flash.

Secara keseluruhan, Galaxy C9 Pro adalah ponsel yang baik dalam hal desain. Bodi logam menjadikannya sangat kokoh, tidak ada bunyi-bunyi derit disela sambungan. Karena ponsel ini besar, tidak cocok untuk yang bepergian tanpa membawa tas sebab jika dalam kantong bisa saja tertekuk.

 

Layar

Galaxy C9 Pro hadir dengan layar 6.0 inci Super AMOLED Full HD 1920 x 1080 piksel, kerapatan piksel sangat rendah hanya 367 ppi. Kurang tajam untuk layar 6.0 inci.

Dalam hal kualitas gambar, Samsung memberikan pengaturan untuk memilih screen mode. Jika ingin akurasi warna yang baik, sebaiknya memilih modus Basic (dasar).

Teknologi auto brightness akan otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan dan saturasi ke tingkat ekstrim ketika digunakan diluar ruangan dengan intensitas cahaya tinggi, misal dibawah sinar matahari langsung.

Sayangnya, ketika dilihat dari sudut miring maka warna akan terdistorsi dan pola pelangi muncul dilayar. Sebenarnya ini hal umum untuk layar AMOLED.

 

Android 6.0.1 Marshmallow ala TouchWiz UI

Galaxy C9 Pro berjalan diatas Android 6.0.1 Marshmallow dengan kostumasi Samsung TouchWiz UI. Pertama kali diperkenalkan pada Galaxy Note 7 dengan beberapa perbaikan UI dari versi sebelumnya.

Samsung sangat komit untuk masalah tata letak ikon aplikasi di homescreen, hal wajibnya adalah tombol menu aplikasi disudut kanan. Secara default tata letak ikon aplikasi adalah 5×5, ini karena layar C9 Pro juga besar.

Ketika ikon aplikasi ditekan beberapa detik, akan muncul popup kecil dengan beberapa opsi seperti menghapus aplikasi dan mematikan aplikasi sementara dengan modus tidur.

App drawer masih dengan panel geser kesamping, bukan scrolling seperti Google Pixel. Secara default sebagian besar aplikasi dikelompokkan bersama dalam beberapa folder. Ada pengaturan mengurutkan ikon dalam abjad. Ketika ada aplikasi baru yang diinstal, maka letaknya otomatis mengikuti abjad, bukan dibagian paling akhir.

Peningkatan juga ada di panel slide notifikasi, pengguna bisa dengan mudah memilih SIM mana yang akan digunakan untuk menelpon, SMS dan data.

UI baru ini juga dilengkapi dengan Pengaturan baru, karena banyaknya pengaturan sebaiknya manfaatkan fitur pencarian untuk membantu menemukan pengaturan yang diinginkan dengan cepat.

Samsung memang selalu terdepan dalam membangun built-in UI Android. Beberapa fitur canggih yang dibuat Samsung di Galaxy C9 Pro:

  • Modus split-screen yang hanya ada di Android Nougat.
  • Filter cahaya biru.
  • Modus “easy” untuk antarmuka lebih sederhana.
  • Always On Display (AOD) yang bisa menunjukkan notifikasi saat layar mati.
  • Ikon dan tema bisa disesuaikan.
  • Modus Single-handed yang dapat diaktifkan dengan menekan tombol home tiga kali.
  • Modus game yang secara otomatis menggabungkan semua game dalam satu folder. Juga bisa mengambil screenshot dan merekam aksi dalam video game untuk dibagikan.
  • Mengunci aplikasi dengan sidik jari atau password.
  • Quick launch kamera, membuka kamera cukup dengan menekan tombol home dua kali.
  • Smart capture.
  • Direct call yang bisa memanggil nomor pada layar dengan mengangkat ponsel dan meletkannya didekat telinga.
  • Smart alert.
  • Easy mute.
  • Unicode 9.0 emoji set, aslinya Google memperkenalkan ini di Android Nougat.
  • Background app monitor, membantu membuat aplikasi tertidur jika tidak sering digunakan.

Lalu ada beberapa fitur “remeh” seperti menggesekkan telapak tangan di layar untuk mengambil screenshot atau pembersih storage dan RAM.

Kenyataannya, jumlah bloatware yang terinstal cukup banyak. Samsung masih ngotot menginstal seluruh komponen Microsoft Suite yakni Word, Excel, PowerPoint, OneDrive, OneNote dan Skype. Bloatware ini mengambil cukup banyak memori penyimpanan dan masalahnya adalah tidak bisa dihapus karena sudah pre-installed.

Lalu ada Opera Max yang merupakan layanan VPN untuk mengompres penggunaan data internet. Aplikasi ini tidak buruk, hanyak saja setiap kali mengaktifkan Wi-Fi akan muncul notifikasi yang mengganggu. Masalahnya adalah pengguna tidak bisa mematikan aplikasi atau menghilangkan notifikasi dari aplikasi tersebut.

 

Performa

Performa Galaxy C9 Pro cukup bisa bersaing dan mengungguli beberapa ponsel populer. Dilihat dari tes GSM Arena, ponsel ini sempurna untuk penggunaan sehari-hari dan melakukan tugas dasar dengan mudah dan lengkap seperti multitasking ditangani cukup baik berkat RAM 6GB.

Untuk para gamer tidak perlu khawatir karena Galaxy C9 Pro dapat menjalankan game berat tanpa ada masalah.

Namun, masalah umum di semua ponsel adalah suhu yang tinggi ketika digunakan menjalankan aplikasi berat. Ini terjadi karena CPU dan GPU bekerja keras melayani keinginan pengguna dan imbasnya terjadi kenaikan suhu yang begitu cepat dibagian atas Galaxy C9 Pro.

Aspek lain penggunaan sehari-hari

Galaxy C9 Pro salah satu ponsel Samsung yang menggunakan loudspeaker stereo. Letaknya ada dibagian atas dan bawah ponsel. Masalah dari implementasi tersebut adalah speaker bagian atas bertindak sebagai tweeter sekaligus earpiece (speaker untuk menerima telepon) dan bagian bawah sebagai woofer. Faktanya, earpiece hanya berhasil menghasilkan 10% suara dari total suara yang diterimanya.

Jika mendengarkan musik dengan modus potret (ponsel berdiri tegak) akan terdengar baik-baik saja. Tapi kalau dalam modus landskap (rebah / miring) akan kerasa ketidak-seimbangan suara di telinga kiri dan kanan. Telinga kanan mendapat suara bas dan telinga kiri suara berdecis.

Masalah lain adalah ketika memutar musik mono, karena speaker terpisah jauh maka suara mono seperti tidak berasal dari tengah, melainkan dari ujung ponsel.

Terakhir, tidak seperti iPhone 7, Galaxy C9 Pro tidak membalik jenis speaker otomatis ketika ponsel dibalik. Tidak perduli bagaimana posisi ponsel, earpiece akan selalu di bagian atas / kiri dan woofer tetap di bawah. Ini membuat kesan salah posisi, tidak seperti iPhone 7 yang bisa beradaptasi dan merubah jenis speaker secara otomatis sesuai posisi saat di pegang.

Hal menarik Galaxy C9 Pro, selalu memutar multimedia dalam mode suara stereo. Ada pengaturan yang bisa mematikan fitur stereo ini dan memainkan semua suara dari speaker bawah.

Samsung hanya mengizinkan menyimpan tiga sidik jari, agak aneh karena kebanyakan ponsel dengan sidik jari boleh menyimpan sampai lima sidik jari, bahkan lebih.

 

 

Kamera 4

Galaxy C9 Pro memiliki kamera utama 16 MP dibagian belakang dengan apertura f/1.9, deteksi wajah, autofocus dan dual LED flash. Kemampuan merekam video 1080p 30fps.

Aplikasi penunjang kamera ponsel Samsung tetap menjadi salah satu yang terbaik, tetapi pada C9 Pro agaknya disederhanakan seperti pada ponsel Samsung on-unggulan lainnya. Memang ada modus Pro tapi tidak menyediakan kontrol kecepatan rana dan penyesuaian fokus ke manual.

Untungnya, meskipun dalam aplikasi penunjang kemampuan kamera banyak hilang, kualitas gambar masih sangat baik. Gambar diluar ruangan memiliki tingkat detail warna yang akurat.

Modus HDR juga bekerja dengan sangat baik, sayangnya tidak ada fitur live preview atau modus auto.

Kamera Galaxy C9 tidak memiliki modus malam, tidak ada modus Slow motion saat merekam video, hanya ada pilihan 60fps atau penstabil video (EIS).

Terlepas dari itu semua, hasil rekaman video masih cukup baik dari sisi detail, warna dan fokusnya. Goyangan ringan di ponsel tidak membuat hasil rekaman bergoyang.

User Rating

0.0
0 Ratings
5
0
0
4
0
0
3
0
0
2
0
0
1
0
0

Editor Rating

3.0
Average

Summary

 Galaxy C9 Pro membuktikan diri sebagai ponsel yang cukup baik untuk digunakan sehari-hari

About The Author

rahman 22
Pensil

rahman

mencoba menjadi penulis tentang Sains dan Tekno ^_^, saya dari Jambi.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel