1

Kisah Sukses Orang Dibalik Starbucks

28 Jun 2018 22:37 2972 Hits 0 Comments
Starbucks adalah sebuah kedai kopi yang saat ini paling populer diseluruh dunia, termasuk di Indonesia yang juga tidak ketinggalan menjadi salah satu pasar potensial dari Starbucks...
 
Tidak berbicara siapa pendiri Starbucks namun kali ini saya akan menceritakan kisah sukses orang yang berhasil membuat kedai kopi pinggir jalan menjadi tempat ngopi yang berkelas didunia saat ini.

Starbucks adalah sebuah kedai kopi yang saat ini paling populer diseluruh dunia, termasuk di Indonesia yang juga tidak ketinggalan menjadi salah satu pasar potensial dari Starbucks...
 
Tidak berbicara siapa pendiri Starbucks namun kali ini saya akan menceritakan kisah sukses orang yang berhasil membuat kedai kopi pinggir jalan menjadi tempat ngopi yang berkelas didunia saat ini.

Howard Schultz adalah seseorang yang bisa dikatakan dibalik kesuksesan nama besar dari Starbucks saat ini. Dirinya memang bukan pendiri dari Starbucks namun Howard adalah sosok dibalik naik kastanya Starbucks.

Lalu siapa Howard Schultz?

Masa Kecil Howard Schultz
 
Howard Schultz lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat pada tanggal 19 Juli 1953. Howard sebenarnya bukanlah anak yang dilahirkan dari keluarga kekurangan.
 
Karena ayahnya yang bernama Fred Schultz adalah seorang Tentara Amerika Serikat. Tetapi itu tidak berlangsung lama, setelah Fred mengalami kecelakaan yang membuatnya patah kaki sehingga mau tidak mau harus keluar dari pekerjaannya sebagai tentara.
 
Fred harus beralih profesi menjadi supir untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, namun sayang pendapatan sang ayah tidak mencukupi seluruh kebutuhan keluarga.
 
Jiwa pejuang Howard pun muncul dengan membantu ekonomi dari keluarganya yang sedang hancur lebur. Howard yang saat itu masih berusia 12 tahun harus rela mejadi loper koran dan penjaga kafe untuk membantu ekonomi orang tuanya.
 
Selama kurang lebih 4 tahun Howard menjalani profesi sebagai loper koran dan pelayan kafe, sebelum akhirnya memutuskan menjadi penjaga toko di usianya yang ke 16 tahun.
 
Olah Raga Hantarkan Howard Schultz Meraih Beasiswa
 
Howard remaja sepertinya selalu diberikan jalan keluar oleh Tuhan, disaat dirinya bingung karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
 
Tuhan memberikan jalan berupa kemampuan alamiahnya dalam hal olah raga membuat Howard mendapatkan beasiswa di Nothern Michigan untuk mengambil jurusan komunikasi.
 
Lulus dari Nothern pada tahun 1975, Howard lalu bekerja di Xerox dan menjabat sebagai Manajer Penjualan hampir kurang lebih selama tiga tahun. Mungkin memang watak dari orang sukses yang tidak mau cepat puas dengan hasil yang sudah diterima.
 
Howard memutuskan resign dan mencoba tantangan baru di Swedia, di Swedia Howard bekerja di perusahaan Hammaplast. Dari sinilah perjalanannya menuju ke Starbuck dimulai.
 
Pertemuannya Dengan Starbucks
 
Sudah enak di Hammaplast tidak membuat Howard duduk santai dan menikmati pekerjaan dengan gaji lumayan.
 
Howard kembali lagi memutuskan untuk resign dan pindah kerja di sebuah kedai kecil pinggir jalan bernama“Starbucks”. Tentu saja keputusannya pertama kali bisa dikatakan “bodoh” karena dirinya memilih pekerjaan yang gajinya lebih kecil ketimbang pekerjaannya yang dulu.
 
Tetapi Howard memiliki pandangan yang berbeda, menurutnya Starbucks memiliki masa depan cerah dan bisa berkembang pesat nantinya.
 
Howard sendiri memulai karirnya di Starbucks sebagai pegawai penjualan, metode kerja yang tepat dan optimisme dirinya terhadap Starbucks membuat Howard menjadi pegawai berprestasi.
 
Akibatnya, dirinya diganjar dengan sebuah study di Italia untuk proses pembuatan kopi ala Italia. Disanalah Howard mendapatkan ide membuat Starbucks menjadi konsep cafe.
 
Namun sayang seribu sayang, pendapat dari Howard ditolak oleh para pendiri Starbucks yang membuat Howard kecewa.
 
Howard pun memutuskan untuk keluar dari Starbucks dan mendirikan kedai kopi sesuai keinginannya.
 
Modal Kecil, Awal Howard Akusisi Starbucks
 
Howard mendirikan kedai kopi dengan modal US$ 1,7 juta yang diberi nama IL Giornale dengan konsep ala-ala Italia seperti gambaran yang dia inginkan saat masih di Starbucks.
 
Kedai kopi tersebut ternyata sangat diterima oleh masyrakat dan membuat IL Giornale mendapatkan kesuksesan yang bahkan melebihi pendahulunya yakni Starbucks.
 
Disisi lain, pemilik Starbucks ingin menjual keseluruhan Starbucks mulai dari alat-alat, gerai dan tentunya nama Starbucks itu sendiri.
 
Starbuck ditawarkan dengan harga USD 4 Juta, Howard pun tidak ambil pikir panjang. Dirinya langsung berniat untuk membeli seluruh kepemilikan Starbucks.
 
Howard mengumpulkan seluruh dana dari para Investor untuk mengakusisi kepemilikan Starbucks. Secara resmi pada tahun 1992, Howard memiliki hak keseluruhan dari Starbucks dengan bantuan para Investor termasuk Bill Gates.
 
Ditangan Howard, Starbucks menagalami kemajuan luar biasa. Bahkan hanya dalam setahun dirinya sudah dapat membuka 165 gerai dan berhasil mendapatkan laba bersih sebesarUS$ 93 juta.
 
Howard memang personal yang selalu berinovasi dengan Inovasi-inovasinya, membuat Starbucks berhasil go internasional pada tahun 2000 atau hanya delapan tahun setelah dirinya mengakuisisi kepemilikan Starbucks.
 
Dengan laba bersih mencapai US$ 2,2 milyar membuat Howard pun masuk dalam daftar orang terkaya didunia tepatnya duduk diposisi ke 23. Namun sayang, Howard memutuskan keluar dari jabatannya sebagai CEO Starbucks pada tahun 2017.
 
Meskipun begitu, Howard tetap menjadi orang penting di sana karena dirinya masih memiliki saham Starbucks.

Tags

About The Author

ilham13 41
Ordinary
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel