Baterai Li-Ion akan Langka, Inilah Baterai Alternatifnya

17 Nov 2015 16:06 2086 Hits 0 Comments
Baterai alternatif ini terbuat dari fool's gold

Lithium Ion atau yang lebih kita kenal dengan baterai Li-Ion, selama ini sudah membuat hidup kita mudah dengan memberikan daya atau energi pada berbagai perlengkapan elektronik seperti perangkat smartphone, mobil dan perangkat-perangkat lainnya yang membutuhkan energi listrik.

Namun, berdasarkan apa yang dikatakan para peneliti, baterai ini tidak akan dibutuhkan lagi di masa depan dengan kehadiran alternatif baterai lain. Hal ini dikarenakan Lithium adalah sumber daya yang terbatas.

Oleh karena itu, seiring berkembangnya teknologi yang membutuhkan lithium, semakin besar juga demand akan sumber daya ini. Dan sebagai sumber daya yang terbatas, lithium pun akan semakin mahal ketika stoknya semakin menipis.

Para peneliti di Swiss Federal Institute of Technology yang berlokasi di Zurich, hingga saat ini sedang berusaha mengembangkan alternatif untuk pengganti baterai Lithium ini. Dan beberapa hari lalu, tepatnya pada tanggal 13 November 2015, para peneliti ini berhasil mengembangkan alternatif untuk baterai berbahan Lithium tersebut.

Para peneliti di salah satu universitas terkemuka di Swiss tersebut memberi nama baterai alternatif ini dengan nama “Fool’s Gold Battery.”

Fool’s gold adalah sebuah batu mineral berwarna kekuningan seperti emas yang terbentuk dari iron, sulfur, sodium dan magnesium. Disebut sebagai fool’s gold karena batu mineral ini jika dilihat sekilas memang mirip dengan emas.

Anoda, yang memfasilitasi gelombang listrik ke dalam baterai terbuat dari bahan magnesium. Sedangkan arus listrik yang ada di dalam baterai mengalir melalui larutan elektrolit yang terbuat dari magnesium dan sodium ions. Dan nanocrystal yang terbuat dari pyrite yang lebih dikenal dengan fool’s gold berperan sebagai katoda yang berfungsi untuk mengeluarkan arus listrik dari baterai untuk kemudian disalurkan ke perangkat elektronik.

Jika dilihat dari bahan-bahan yang membentuk baterai tersebut di atas, semua bahan tersebut tersedia di alam dalam jumlah tak terbatas. Sehingga pembuatan baterai tersebut pun tidak akan memakan biaya banyak dan juga tidak akan sulit. Selain itu, Anoda yang terbuat dari magnesium tidak akan seberbahaya Lithium yang mudah terbakar.

Pada sebuah tes lab yang dilakukan para peneliti, satu kekurangan yang masih dimiliki baterai ini adalah kecilnya daya output dari baterai ini, dimana daya yang dikeluarkan tidak sekuat baterai berbahan Lithium-ion.

Oleh karena itu, baterai yang terbuat dari fool’s gold ini tidak mampu mendukung alat-alat elektronik yang membutuhkan daya yang besar dan tersalur dengan cepat.

Walaupun begitu, baterai yang terbuat dari fool’s gold ini masih dapat berguna bagi sistem listrik berskala besar seperti pada pembangkit listrik tenaga nuklir.

Salah satu peneliti dari fool’s gold sebagai pengganti baterai lithium ini mengatakan bahwa potensi dari baterai ini belum secara penuh dieksplorasi. Oleh karena itu, mereka meminta partisipasi atau dukungan dari semua pihak yang tertarik untuk memberikan dukungan terhadap penelitian ini dalam wujud investasi.

 

 

 

sumber: UPI

About The Author

Buricak Burinyai 59
Expert

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel