Bermain Game dengan Handset Beresiko Cedera pada Anak

13 Jun 2011 14:46 2415 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Sebuah studi memperingatkan bahwa kebiasaan bermain *game* dan menulis pesan teks dengan *handset* dapat menyebabkan *rheumatoid arthritis* (radang sendi) pada pergelangan tangan dan jari pada anak-anak, dan lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki.

Sebuah studi memperingatkan bahwa kebiasaan bermain game dan menulis pesan teks dengan handset dapat menyebabkan rheumatoid arthritis (radang sendi) pada pergelangan tangan dan jari pada anak-anak, dan lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki.

Bahkan kebiasaan bermain game lebih beresiko daripada menulis pesan teks dengan handset, inti rasa nyerinya diantara pergelangan dan jari anak yang mengakibatkan peradangan sendi dalam jangka waktu yang lama. Para Peneliti telah memperingatkan hal tersebut selama Kongres European League Against Rheumatism.

Penelitian ini berdasarkan tanggapan atas kuesioner yang diberikan kepada 257 anak-anak, berusia 9 sampai 15 tahun, di dua sekolah di Missouri. Lebih dari setengah (55%) dari peserta adalah wanita.

"Studi kami menunjukkan dampak negatif dari bermain game komputer dan menggunakan ponsel pada sendi anak-anak berusia 9 tahun, sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang dampak negatif teknologi modern di kemudian hari," kata Yusuf Yazici, MD, dari Kedokteran New York University. "Anak-anak yang menggunakan perangkat dalam jangka waktu yang lama akan beresiko memperoleh rasa sakit yang lebih parah terlepas dari perangkat apa yang mereka gunakan."

Implikasi dari penemuan ini menjadi himbauan kepada orang tua untuk membatasi pemakaian handset pada anak-anak termasuk bermain game dan menulis pesan singkat, seperti halnya mereka membatasi anak menonton TV," kata Dr Yazici menambahkan.
Resiko peradangan sendi ditunjukkan oleh anak yang menggunakan Xbox dan Game Boy yang mana statistiknya lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang menggunakan iPhone (masing-masing P = 0,036 dan P = 0,042). Resiko tersebut diperburuk dengan jumlah jam penggunaan, dan kemungkinan rasa sakit akan 2 kali lipat lebih tinggi setiap 1 jamnya bermain (P <.001).

"Kita tahu bahwa tendon dikaitkan dengan gerakan yang selalu berulang-ulang, dan otot longgar penyebabkan rheumatoid arthritis pada sendi," kata Paul Emery, MD, dari Leeds Teaching Hospital di Inggris. Emery juga menambahkan bahwa penelitian ini masih akan dikembangkan terutama untuk menentukan jenis cederanya. LN

Tags

About The Author

Plimbi Editor 999
Administrator

Plimbi Editor

Plimbi Chief Editor

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel