Belum banyak yang tahu, tepung terigu yang sering kita pakai untuk membuat berbagai olahan ternyata ada beberapa jenis kandungan protein. Biasanya, kandungan protein akan dikaitkan dengan gluten atau senyawa asam amino yang membentuk rongga tak beraturan secara kasat mata. Gluten sendiri berperan dalam menentukan tingkat elastisitas dan kekenyalan suatu olahan. Gluten bersifat kedap udara, sehingga terigu yang mengandung lebih banyak gluten memiliki kemampuan mengikat udara lebih banyak. Oleh karena itu, terigu ini dapat mengembang dengan baik, terutama pada olahan seperti roti.
Ada tiga jenis terigu yang umumnya dipakai, yakni terigu dengan protein rendah, sedang, dan tinggi. Keliru memakai tepung terigu dengan tingkat protein tertentu ternyata sangat mempengaruhi kualitas olahan. Nah, biar masakan atau jajanan kalian bisa lezat dan tidak gagal, ketahui dulu perbedaan kegunaan tepung terigu berdasarkan pada tingkat protein di dalamnya.
Baca juga: 4 Tips Membuat Onigiri atau Nasi Kepal ala Jepang yang Rapi
Â
1. Tepung Terigu Protein Tinggi

Kandungan protein pada terigu jenis ini antara 13-14%. Kandungan glutennya yang tinggi mampu mengikat dan memerangkap gas paling baik sehingga adonan bisa mengembang sempurna dan teksturnya pun jauh lebih kenyal. Tidak jarang jika tepung ini sering digunakan untuk membuat adonan donat, roti tawar, burger, hingga mi telur.
Sayangnya, tepung berprotein tinggi nggak bisa disimpan lama. Tepung ini akan mudah basi dan berjamur, karena glutennya mudah berubah menjadi asam. Produk terigu berprotein tinggi bisa kalian temui pada merek Cakra Kembar, Golden Eagle dan Komachi.
Untuk mendapatkan adonan juga hasil olahan yang sempurna dan tidak mubazir, ada baiknya kalian mulai mengikuti panduan penggunaan terigu yang dianjurkan. Meski begitu, kalian tetap boleh mencampurkan terigu dengan tingkat protein tertentu untuk mendapatkan kekenyalan atau kerenyahan yang diinginkan.
Â
2. Tepung Terigu Protein Sedang

Penggunaan tepung terigu jenis ini cukup fleksibel untuk segala jenis masakan. Kandungan protein di dalam tepung ini berkisar antara 11-12,5%. Biasanya dipakai untuk membuat brownies, bolu, hingga waffle.
Tepung terigu protein sedang bisa kalian temukan pada merek terigu Segitiga Biru dan Hana Emas. Tak cuma itu, kadang terigu curah tanpa merek pun biasanya memiliki kandungan protein sedang loh…
Â
3. Tepung Terigu Protein Sedang

Tepung terigu berprotein rendah mengandung delapan hingga 11% kadar protein di dalamnya. Biasanya, terigu jenis ini dipakai untuk mengolah makanan yang tidak mengutamakan volume atau kekenyalan, seperti kue kering, pancake, gorengan, hingga kerupuk. Jika kalian lebih teliti biasanya tepung ini memiliki daya serap air dan gula yang rendah.
Jenis tepung terigu protein rendah bisa kalian temukan pada merek Kunci Biru dan Bola Salju. Kalian juga bisa membuat terigu protein rendah sendiri loh…caranya dengan mencampurkan tepung terigu protein sedang dengan tepung maizena menggunakan perbandingan 5:1.
Â
Akhir Kata
Nah itulah penggunaan tepung bisa disesuaikan dengan masakan yang akan dibuat. Tepung terigu dengan kandungan protein tepat akan menghasilkan tekstur dan rasa masakan yang lezat. Sudah tidak bingung lagi kan, apa perbedaan antara ketiga tepung tersebut? Semoga pembahasan mengenai perbedaan tepung terigu bermanfaat untuk kalian semua…
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.