Perbedaan Aktiva dan Pasiva

24 Apr 2020 10:06 391 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Jika kita menjalankan sebuah bisnis pasti hasil dari aktiva dan pasiva ini sangat menentukan keputusan atau kebijakan apa yang akan kita ambil.

Apakah perbedaan aktiva dan pasiva? dan di manakah letaknya? dalam sebuah bisnis, salah satu yang harus diperhatikan ialah pengelolaan manajemen keuangannya. Untuk mengelolanya dengan baik salah satu yang paling krusial dan paling penting untuk diperhatikan ialah neraca. Nah, di dalam neraca inilah letak aktiva dan pasiva berada.

Untuk mengisi waktu luang WFH kalian dan mengetahui lebih lanjut perbedaan antara keduanya, di sini akan saya bahas hal tersebut..

Di dalam ilmu akuntansi jika kita berbicara tentang neraca pasti tidak akan jauh dengan yang namanya aktiva dan pasiva. Sedangkan pengertian dari neraca itu sendiri yaitu laporan keuangan perusahaan yang berisi mengenai informasi yang memuat tentang jumlah asset , kewajiban perusahaan dan juga modal perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Pada neraca ini lah terdapat aktiva dan Pasiva.

Jika kita definisikan secara sederhana aktiva ialah harta atau asset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Sedangkan pasiva ialah hutang atau kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan pada pihak ketiga dan modal yang dimiliki perusahaan, dan jika kita masukan dalam sebuah rumus adalah sebagai berikut :

Jadi, dari rumus di atas dapat kita lihat bahwa total dari aktiva atau harta harus sama dengan penjumlahan hutang dan modal yang dimiliki perusahaan (pasiva).

Untuk lebih rincinya, definisi dari Aktiva dan Pasiva adalah sebagai berikut:

 

Aktiva

Aktiva ialah sebuah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan usahanya. Aktiva  pada perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga golongan. Yakni, Aktiva lancar, Aktiva tetap dan aktiva tak berwujud.

  • Aktiva lancar ialah harta yang mudah untuk dicairkan atau dijadikan uang dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Contohnya : Kas, Piutang, perlengkapan,persediaan barang dagang.
  • Aktiva tetap ialah harta yang dimiliki oleh perusahaan yang pemakaian atau umur ekonomisnya lebih dari satu tahun, dipakai guna untuk oprasional perusahaan dan tidak untuk dijual. Contohnya : Kendaraan, mesin, peralatan, tanah, bangunan.
  • Aktiva tak berwujud ialah: suatu hak istimewa yang dimiliki perusahaan, dan juga memiliki nilai namun tidak memiliki bentuk fisik. Contohnya : Goodwill, Hak paten, Hak Cipta, Franchise.

 

Pasiva

Pasiva ialah kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan piak ke-3, dan komponen akun yang masuk kedalam pasiva adalah hutang dan Modal. Jenis-jenis pasiva dikelompokan menjadi hutang jangka pendek, hutang jangka panjang dan modal.

  • Hutang jangka pendek ialah hutang yang harus segera mungkin dibayarkan paling lambat selama satu tahun. Contohnya : Hutang dagang, Hutang wesel, Beban yang masih harus dibayar.
  • Hutang jangka panjang ialah semua hutang yang jangka waktu pembayarannya relatif lama biasanya lebih dari satu tahun. Contohnya: Hutang Bank, Hutang Hipotik, Hutang Obligasi.
  • Modal atau yang sering kita sebut sebagai ekuitas adalah salah komponen dari pasiva yang kita dapatkan dari selisih aktiva dengan kewajiban. Contohnya: Modal saham, Laba ditahan, Laba tahun berjalan.

 

Itulah perbedaan dari aktiva dan pasiva di dalam neraca. Jika kita menjalankan sebuah bisnis pasti hasil dari aktiva dan pasiva ini sangat menentukan keputusan atau kebijakan apa yang akan kita ambil. Sehingga dalam penyusunannya pun tidak bisa sembarangan dan sangat diperhitungkan.

Di era modern ini masih saja ada badan usaha yang membuat laporan keuangannya secara manual, dan salah satu contohnya ialah Koperasi. Mungkin tidak keseluruhan tapi masih ada sebagian koperasi yang masih kesulitan untuk melakukan penjurnalan dengan menggunakan sistem aplikasi.

Saat ini sudah banyak sistem aplikasi Koperasi yang memudahkan pengguna untuk membuat laporan keuangan salah satu contohnya ialah aplikasi Smartcoop. Smartcoop ini di design untuk memudahkan pengguna dalam pengaplikasiannya baik itu dari mulai menjurnal sampai mendapatkan laporan keuangan  hanya dengan menggunakan jaringan internet. Di dalam Smartcoop hasil output laporan keuangannya sudah otomatis terbentuk saat kita melakukan pengiputan transaksi. Jadi kita gak perlu repot untuk menyusun laporan keuangannya.

Untuk kalian yang memiliki bisnis di bidang Koperasi ayo beralih ke Smartcoop biar lebih mudah dan praktis untuk melihat laporan keuangan jadi gak perlu repot-repot harus ke kantor, terlebih lagi dalam kondisi WFH ini kerjaan kalian bisa tetap lancar jaya..

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan buat semuanya..Semangat WFH !

Tags

About The Author

Angela W Putri 14
Novice

Angela W Putri

Hello, I'm Angela, one of the accounting consultants at PT 4 Vision Media. I developed my accounting specifically in the area of cooperative accounting. I graduated from the Indonesian Institute of Cooperatives (IKOPIN) and while I was studying I was also an assistant in the accounting and finance laboratory. I became an accounting consultant to help clients understand about the flow of accounting in the smartcoop application which is one of the products of PT 4 vision media. And until now I have not stopped continue to explore and look for new references in the accounting even and especially in the world of cooperatives.

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel