Pengalaman Naik Bus Hantu, Kisah Seram yang Tidak Seseram Netizen

9 Jul 2019 20:15 1432 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Pengalaman seorang pengguna akun Instagram ketika naik bus dari Cikampek ke Bandung.

 

Berawal di Cikampek, berakhir di Bandung

Beberapa minggu kebelakang, ada sebuah berita viral tentang seorang pria paruh baya yang sudah berkeluarga dimana pria tersebut menceritakan pengalaman yang kurang mengenakkan bagi dirinya dan kebetulan masuk kategori mistis dan horror.

Pengalaman tersebut adalah pengalaman mengendarai alat transportasi umum berupa bus dari Cikampek ke Bandung yang kabarnya bus tersebut merupakan “bus hantu” atau bus yang mempunyai eksistensi diluar nalar akal sehat kita.

Sekarang ini kisah-kisah mistis ataupun horror bukanlah hal yang jarang kita jumpai. Namun, berita soal bus hantu ini memang sempat viral lantaran sang pemilik akun instagram bernama @hebesto yang juga adalah orang yang mengalami hal tersebut membagikan video tersebut lewat storygram akun Instagramnya.

Singkat cerita dari pengalaman yang dibagikan hebesto pada akun instagramnya, awal mula ia naik bus yang yang ia cegat di pinggiran jalan sebelum masuk tol cikampek. Namun, beberapa saat setelah ia menumpangi bus tersebut, ia merasakan beberapa kejanggalan yang membuat ia penasaran.

Berawal dari para penumpangnya yang berwajah pucat serta tidak menjawab ketika ditanya sesuatu, lampu bus yang menyala berkedip-kedip, serta bau anyir yang tercium ketika bus mencapai kecepatan tertentu. Dari situlah rasa penasaran tersebut memuncak. Sampai di akhir hebesto memutuskan untuk mengambil foto selfie ketika ia mau turun. Foto yang ia ambil adalah foto selfie yang seharusnya dapat menangkap gambar semua penumpang yang berada dibelakangnya.

Yang membuat seram dari cerita ini adalah ketika hebesto mengambil foto selfie tersebut dimana seharusnya ada banyak penumpang yang tertangkap kamera, ternyata secara mengejutkan hanya wajah hebesto saja yang terambil kamera seperti pada gambar di bawah ini.

 

Populer namun penuh kontroversi

Berkat apa yang hebesto bagikan pada akun Instagram miliknya, berita soal pengalaman yang ia alami tersebut viral dan langsung memancing para netizen untuk membaca kisahnya tersebut.

Banyak dari netizen yang memang membaca kisahnya sebagai hiburan atau asupan konten horror, ada juga yang mereka para netizen budiman yang mendoakan dan menyemangati hebesto, dan ada mereka para netizen “mulut sampah” yang menyinyir bahkan hingga menjelek-jelekkan hebesto.

Mungkin kalau hanya nyinyiran seperti mengatakan “ah Cuma pansos saja itu mah!” ataupun nyinyiran lain yang masih dalam batasan normal ataupun moral masih bisa diterima. Tapi yang membuat penulis “greget” itu adalah para netizen yang menjelek-jelekkan hebesto atau mencapnya sebagai orang musyrik. Apalagi sampai menjelek-jelekkan hebesto lewat istrinya.

Sebagai seorang istri, tentunya tidak ada istri yang ikhlas suami tercintanya dihina dan dijelek-jelekkan di depan matanya.

Padahal kalau misalkan para netizen “mulut sampah” tersebut tidak percaya dengan kisah yang diceritakan hebesto, kenapa tidak diam saja, atau menganggap kisah tersebut hanyalah khayalan hebesto? Kenapa harus sampai hati menjelek-jelekkan pria tersebut di depan istrinya?

Apa mereka tidak berpikir jika mereka yang berada di posisi istri hebesto ataupun hebesto sendiri kemudian orang-orang menjelek-jelekkan dan menghinanya. Apa yang akan mereka rasakan?

Penulis pribadi disini adalah orang yang percaya dengan hal-hal ghoib karena memang dijelaskan dalam agama yang penulis anut. Namun, bagi yang tidak percaya, alangkah baiknya untuk tidak menyerang siapapun itu walaupun sudah punya fakta ataupun informasi yang dapat membantah hal yang tidak dipercayai tersebut, karena selain hal tersebut memang tidak ada faedahnya, hal tersebut malah bisa memicu permusuhan antara saudara sebangsa dan setanah air.

Dan seperti opini penulis di atas, lebih baik diam ataupun anggap konten tersebut sebagai konten hiburan, daripada menyerang mereka yang membuat konten tersebut. Andaikan ingin kritik pun seharusnya lontarkan kritik-kritik yang dapat membangun pihak pembagi konten tersebut dan bukannya menjatuhkan.

Karena…, apa sih untungnya coba? -BB-

 

 

Tags

About The Author

Buricak Burinyai 57
Bolpoint

Buricak Burinyai

Seorang warga Bandung yang cinta Bandung, teknologi dan mantannya

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel