article

7 "Prestasi" Ahok yang Paling Mencengangkan

7 "Prestasi" Ahok yang Paling Mencengangkan

Foto via Jakartasatu.co

 

Ahok menjadi salah satu calon gubernur Jakarta yang paling popular di antara calon lainnya seperti Sandiaga Uno, Adyaksa Dault yang mantan menteri, ataupun Yusril Ihza Mahendra yang lebih cocok sebagai tokoh nasional dibanding daerah.

ads

Salah satu yang membuat Ahok popular adalah sikapnya yang arogan dan selalu menyerang tanpa memandang status. Ahok bisa marah dan mengata-ngatai terhadap sesama misalnya anggota DPRD yang notabene adalah mitra kerjanya. Ahok juga bisa menyalahkan menteri, bahkan Ahok juga berani melawan presiden. Sikap ini saya nilai sebagai sikap yang membuat Ahok sangat popular.

Namun bukan hanya berani mengata-ngatai pejabat setingkat atau di atasnya, tidak jarang Ahok juga sering memarahi staf dan para pembantunya. Pada saat pertama kali menjadi wakil Gubernur, Ahok berani melawan mahasiswa dan memarahi para pendemonya, Ahok juga memarahi stafnya saat rapat. Ini semua bagian dari sikap Ahok, yang menurut pendukung Ahok sebagai sikap berani.

Beberapa akademisi dan pengamat yang berasal dari kampus atau Akademisi  Komunikasi seperti pernah saya baca dalam sebuah surat kabar harian regional yang menilainya sebagai sikap assertif, suatu sikap lugas dan selalu berkata apa adanya.

Namun bagi saya, seperti pernah saya tulis di blog saya, cara komunikasi Ahok ini merupakan pola agresif, yaitu suatu cara berkomunikasi yang selalu bertahan dan lalu menyerang lawan bicaranya. Misalnya, saat ada warga yang memintanya menyelesaikan kasus sengketa tanah, Ahok bukannya memberikan solusi, justeru marah-marah terhadap warganya tersebut. Bahkan seorang Ibu yang mendatanginya untuk urusan anaknya dikatainya sebagai maling.

Melalui agresi komunikasi, Ahok berhasil menjadi politisi paling popular di antara calon gubernur Jakarta lainnya. Di samping agresi komunikasi yang dilakukan oleh Ahok, popularitasnya juga terdongkrak berkat kinerjanya yang dinilai oleh para pendukungnya sebagai keberhasilan. Seperti ditayangkan oleh video “Apa Sih Prestasi Ahok?” yang dibuat oleh #temanahok menggunakan hashtag #KTPUNTUKAHOK.

Menurut video tersebut, seperti ditulis oleh Detik dan saya saksikan sendiri, terdapat beberapa "prestasi" Ahok yang menjadi sorotan. 

1. Jakarta Juara Macet

Ini adalah pengakuan jujur prestasi Ahok dari Teman Ahok. Walaupun jarang ada penyudutan terhadap macetnya Jakarta dari media mainstream, namun faktanya seperti sering kita temui di media warga, Jakarta masih tetap macet.

Teman Ahok mencoba memberikan alasan karena sedang melakukan pembangunan MRT dan lain sebagainya. Tentu ini masuk akal, namun itu hasil kerja yang dilakukan oleh Gubernur DKI sebelumnya, Fauzi Bowo pada tahun 2008-2009 dan eksekusinya pada masa Gubernur Joko Widodo pada tahun 2013.

Data terkait MRT  ini bisa disimak pada laman resmi Jakarta MRT atau pada laman Wikipedia tentang MRT.

2. Persoalan Banjir 

Begitu pula tentang masalah abadi kota Jakarta, yaitu Banjir. Sejak kepemimpinan Ahok di DKI, banjir masih menjadi momok bagi masyarakat. Banjir masih terjadi di mana-mana seperti diberitakan oleh bbc.com kalau Jakarta masih banjir disana-sini. 

Gambar dan Sumber via BBC.com  (Hujan deras, Jakarta masih banjir di sana-sini)

Bahkan pada saat tulisan ini ditulis, di Kemang terjadi banjir yang cukup parah seperti diberitakan oleh merdeka.com bahwa di Kemang terjadi banjir parah.

Salah satu penyebab tetapnya banjir pada kepemimpinan Ahok adalah karena gaya kepemimpinannya yang tidak efektif. Seperti dikatakan oleh pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwoto Yoga bahwa salah satu penyebab abadinya banjir Jakarta pada masa kepemimpinannya adalah karena Ahok sering gonta-ganti pejabat sehingga berpengaruh terhadap kinerja pihak terkait dalam menangani banjir.

 

3. Menggusur dan menggusur.

Seperti kita ketahui, setelah kursi DKI berpindah dari Jokowi, Ahok melakukan beberapa penggusuran pemukiman warga. Teman Ahok memberikan alasan ada rusun yang telah disediakan untuk mereka. Faktanya di lapangan, gusur menggusur yang dilakukan oleh Ahok menyisakan kegetiran tentang hubungan antara warga dan pemimpinnya.

Ahok tidak pernah berhadapan langsung dengan warganya, menengok mereka pun tidak. Berbeda dengan Ridwan Kamil saat merelokasi warganya, bersama-sama turun langsung dan berdoa bersama bersama warga hingga terjadi keharuan di antara mereka.

Foto via Okezone.com

4. Berantem, rebut, dan bicara kasar.

Ini juga pengakuan yang jujur dari teman ahok sebagai pendukungnya. Jika pun teman ahok memberi alasan bahwa Ahok bicara kasar kepada mafia politik dan hukum. Faktanya di lapangan, seperti saya singungg di atas, tidak demikian. Ahok bicara kasar terhadap siapapun termasuk kepada warganya. Ada warga yang minta solusi mahal dikatai maling. Ada yang minta solusi penyelesaian sengketa tanah malah dimarahi. Ahok bicara kasar tidak pandang bulu. Bahkan di televisi, yang disaksikan oleh ratusan juta pasang mata, Ahok berkata kasar dan tidak pantas, TAI.

5. Serapan APBD Ahok Rendah

Serapan APBD pada masa pemerintahan Ahok Rendah. Teman ahok memberikan alasan karena tidak ada jatah untuk politisi kotor atau koruptor. Alasan ini bagi saya hanya mengada-ada, apakah Ahok tidak punya staf ahli dan ahli-ahli lainnya? Sehingga program yang sudah diketuk palu dalam rapat ABDP tidak terserap. Dengan tidak terserapnya APBD artinya banyak program yang tidak terealisasi.

Terkait ini bisa disimak pada situs Kompas dengan judul APBD DKI Baru Terserap 20 Persen, Ahok Gusar dan Ancam Pecat Massal

Pembangunan pun jadi terhambat. Masa iya, ada program khusus untuk memberikan sangu kepada koruptor, hal ini tidak masuk akal.

 

6.  Gagal mendapatkan status WTP

Pada pemerintahan Ahok, Keuangan DKI gagal mendapatkan status WTP (wajar tanpa pengecualian). Artinya jika gagal berarti ada masalah dalam pelaporan keuangan DKI. Berita terkait ini bisa disimak pada lama Okezone, tentang laporan keuangan DKI.

Teman Ahok memberikan alasan karena ada stafnya yang terlibat korupsi sehingga diberhentikan oleh Ahok bahkan dipenjarakan. Bagi saya ini alasan yang mengada-ada apalagi saat dibandingkan dengan daerah yang mendapatkan WTP, mantan kepala daerahnya terlibat kasus korupsi.

Foto via Kompas.com

Seakan-akan yang mendapatkan WTP adalah hasil korupsi atau suap. Tampak cacat logika dalam membuat ilustrasinya. Apakah yang membuat gagalnya WTP karena adanya staf yang korupsi? Teman ahok mencoba membalikkan logika, jika gagal WTP itu adalah baik, karena yang mendapatkan WTP hasil suap dan korupsi, buktinya daerah-daerah yang mendapatkan WTP kepada daerahnya ditangkap KTP.

7.  Kota Tidak Aman

Yang ketujuh ini adalah penilaian objektif dari dunia tentang daerah yang dipimpin Ahok. Misalnya hasil survei majalah The Enonomic, pada tahun 2015 Jakarta menjadi kota paling tidak aman di dunia di antara 50 kota yang tidak aman di dunia. 

Sumber:

Jakarta Paling Tidak Aman di Antara 50 Kota Besar Dunia 

Itu adalah sejumlah ‘prestasi’ yang sangat jujur diakui oleh pekerja politik Teman Ahok yang sedang berjuang menjadikan Ahok sebagai Gubernur pilihan masyarakat Jakarta. Sebagai pekerja politik yang berada di barisan Ahok paling depan sangat wajar jika Teman Ahok memberikan alasan-alasan tersebut, walaupun cenderung dipaksakan dan cacat secara logika.

Dengan adanya tanyangan video yang dibuat oleh Teman Ahok sendiri melalui pengakuan jujurnya, prestasi yang didengung-dengunkan selama ini berarti hanya mitor belaka. Jakarta tidak macet adalah mitos, banjir berkurang adalah mitos (kalo tidak hujan emang gak banjir kan?), pemberantasan korupsi adalah mitos (toh staf ahlinya sendiri juga korupsi).

Di samping ‘prestasi’ tersebut, DKI juga kehilangan dan rugi milyaran akibat salah urus seperti pada kasus sumber waras. Alih-alih memberantas korupsi justeru malah ikut merugikan negara.

Sumber:

Ahok Diminta Kembalikan Kerugian Negara di Sumber Waras

Terakhir sebagai penutup, soal Demotimasi. Gaya kepemimpinan Ahok yang agresif dan selalu menyerang serta mengancam berhasil melakukan demotivasi terhadap kinerja anak buahnya. Banyak anak buahnya yang akhirnya takut menggunakan anggaran. Ketakutan ini menjadi salah satu tidak terserapnya anggaran APBD DKI Jakarta .

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads