article

Magnet Wisata dan Potensi Ekowisata Darajat Garut

Magnet Wisata dan Potensi Ekowisata Darajat Garut

Darajat tumbuh menjadi salah satu magnet baru destinasi wisata di Garut, selain wisata air panas yang menjadi core bisnis, juga potensi lain yang bisa dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Garut. Walaupun terdapat catatan keadaan alamnya yang rawan longsor, tentu harus digarisbawahi oleh Pemerintah Daerah Garut.

Last Not But Least karena potensinya yang cukup besar, pemerintah sepertinya harus sedikit memerioritaskan pembangunan wisata di daerah ini. Selain tetap menjaga kunjungan wisata juga untuk menggali potensi-potensi lain dari Darajat. Berikut adalah tulisan penulis tentang Darajat yang bisa dibaca dijadikan rujukan:

Darajat, Mega Potensi Wisata Garut

ads

Bagi kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Garut, salah satu tujuan wisatanya adalah pemandian air panas Cipanas Garut yang terletak di kaki Gunung Gede/ Gunung Guntur. Dalam satu kawasan ini terdapat puluhan kolam renang air panas, bungalow, restoran dan Hotel. Setiap hari libur, kawasan Cipanas selalu ramai, apalagi liburan Idul Fitri, pasti Padedet.

Selain menjadi tujuan wisata bagi warga Garut  dan warga Garut yang sudah lama tinggal di kota, Cipanas Garutpun menjadi tujuan wisata bagi wisatawan local dari sekitar Jawa Barat. Sehingga pantas saja jika musim liburan tersebut selalu dipadati pengunjung.

Kepadatan pengunjung sebagai satu bukti daya tarik wisata Garut tersebut merupakan salah satu kelebihan. Namun pada sisi lain, jika kepadatan tersebut sudah melebihi kapasitas tentu saja menjadi tidak asyik dan menarik bagi pengunjung sendiri. Suatu waktu pada liburan lebaran beberapa tahun lalu, saya sempat mandi di salah satu Cipanas, pengunjungnya sungguh padat, bahkan parkirpun cukup susah karena padatnya. Begitupun setelah masuk ke arena kolam renang, pemandangan menjadi tak sedap dan tak nyaman karena di dalam kolam renangnya penuh. Sehingga tidak bisa berenang cukup berendam saja. Disamping itu karena siklus pengunjung padat, air kolam menjadi cepat keruh. Tentu saja tidak mungkin harus dikuras dahulu oleh pengelola pada saat jam berkunjung karena sama saja dengan mengusir pengunjung itu sendiri.

Ini merupakan tulisan pertama dan saat Darajat belum begitu ramai. Ini linknya Megapotensi Wisata Darajat

Mengintip Keseksian Alam Darajat

Jalan Raya Samarang sepanjang 17 Km menuju Darajat di bangun sebagai hasil kerja sama antara PT. Chevron, Pertamina, PT. Indonesia Power serta pemerintah Daerah Garut. Kini Jalan Raya Garut-Samarang-Pasirwangi-Darajat yang dulunya tak pernah absen dari lubang-lubang, sangat memadai untuk dilalui. Melalui jalan Samarang juga melintas kendaraan-kendaraan yang menuju Hotel Resort dan Spa Sampireun dan Rumah Makan ala Kampung Mulih ka Desa.

Tahun 2010-2011, potensi wisata alam dan air panas Darajat menemukan momentumnya. Melalui akses jalan yang bagus dan berbagai fasilitas wisata air panas dan outbond yang dibangun oleh investor lokal, Darajat telah menjelma menjadi satu nama dengan ikon baru. Darajat bukan hanya sebagai tempat pengeboran gas alam yang digunakan sebagai sumber listrik untuk penerangan Jawa-Bali, namun juga sebagai tempat tujuan wisata baru di Daerah Garut. Gaungnya, walaupun tidak sebesar nama Cipanas-Garut namun kini menjadi salah satu tujuan wisata dari berbagai daerah di Jawa Barat dan sekitarnya (Jakarta, Banten dan beberapa di daerah Jawa), hal tersebut dapat dilihat dari plat kendaraan, mulai dari motor, kendaraan pribadi, maupun bis wisata.

Ini tulisan dan kunjungan kedua tentang Darajat, berikut linknya: Seksinya Alam Darajat.

Menggali Potensi Ekowisata Darajat

Setidaknya, walaupun Pamornya belum bisa menyamai Cipanas Garut dengan fasilitas Hotel yang lebih lengkap dan tertata rapi dan mewah, Wisata Air Panas Darajat bisa menjadi alternatif wisatawan domestik ataupun mancanegara. Wilayah ini juga sudah menyediakan berbagai fasilitas lain untuk kenyamanan pengunjung, cottage, penginapan, sarana wisata outbond, rumah makan, dan lain sebagainya.

Berada di kaki Gunung Papandaian, Darajat yang berada di wilayah Kecamatan Pasirwangi, memiliki karakter kesuburan alam, wajar jika Pasirwangi menjadi salah satu daerah penghasil pertanian di wilayah Garut. Dengan karakteristik alamnya yang khas, wisata air panas di sekitar Darajat tidak hanya menawarkan wisata air  juga sajian alam yang cukup eksotik. Hamparan pertanian sepanjang jalan akan cukup memanjakan mata kita.

Seperti halnya Cipanas, terdapat beberapa spot Wisata air Panas Darajat. Jika dihitung terdapat 7 spot, mulai dari darajat satu yang berada di lokasi paling bawah dan awal sampai puncak darajat yang berlokasi paling atas dekat dengan piva-piva gas alam dan melewati area PLTU Indonesia Power. Beberapa dari pengelola wisata air panas tersebut menyediakan bungalow, rumah makan, sarana out bond, hingga motor ATP. Kita bisa memilih sesuai yang kita suka.

Namun, magnet tersebut membuat lingkungan alam di sekitarnya berubah. Sebagai wilayah pegunungan, kadang cukup mengerikan jika membayangkan saat hujan besar turun. Lokasi pertanian ini, tidak cukup atau kekurangan pohon-pohon tahunan berakar yang bisa menyimpan cadangan air. Bahkan cenderung gundul, karena bukit dan lembah dijadikan area pertanian penduduk. Kondisi ini bisa membahayakan masyarakat sekitar. Ancaman longsor jika hujan besar ada di depan mata. Jika ini terjadi, pemandangan indah dengan pertanian yang ngemplak hejo bisa saja berubah menjadi mengerikan. Bahkan daya tariknya bisa hilang seketika. Pemandian air panas yang menjadi andalan tak akan lagi menarik wisatawan lokal atau domestik. Dan potensi besar menjadikan Darajat sebagai tujuan wisata di Garut sirna sudah.

Sedangkan, ini tulisan ketiga dan terakhir tentang Darajat: berikut linknya Potensi Ekowisata Darajat

Salam

Abah Raka

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads