article

Floating Market: dari Wisata Alam, Tradisional, hingga Modern

Floating Market: dari Wisata Alam, Tradisional, hingga Modern

Floating Market alias Pasar Apung, di Bandung juga ada!

“Jang kalo mau hunting foto mah bagus tah di Floating Market”, ujar Kakak beberapa waktu lalu, saat berkunjung di hari libur.

Ilustrasi dari anekatempatwisata.com

ads

Dalam bayangan saya, Floating Market adalah suatu tempat, mungkin semacam danau yang dikelola oleh pemerintah untuk menampung para pedagang tradisional, sehingga menjadi pasar apung seperti halnya yang berada di Kalimantan. Di Pasar tersebut, kita bisa menikmati hasil-hasil pertanian dan olahan tradisional penduduk setempat. Wuiiih ajib banget kan? Semua produk pertanian dan olahan termasuk kerajian rakyat bisa menyedot para pengunjung sehingga mereka tertarik untuk melakukan transaksi.

Saya juga membayangkan, sebagai pasar rakyat, diibaratkan pasar tradisional, tidak banyak orang-orang luar Bandung yang berkunjung ke destinasi wisata yang relatif baru tersebut. Apalagi sampai kedatangan rombongan wisatawan. Hal ini tidak sayang bayangkan, sekelas Pasar Tradisional bisa menyedot wisatawan dari luar.

Gubrak! Saya salah, salah besar. Walaupun sebuah foto Pasar Apung tersebut sempat berhenti pada layar gawai, tetapi hanya gambar harga saja sebagai salah satu ikon dari Floating Market. Saya juga salah, karena ternyata Floating Market bukan Pasar Apung. Hanya saja, Pasar Apung yang menjadi salah satu tawaran alternatif untuk pengujung yang ingin nongkrong di pinggiran dermaga/ danau.

Floating Market Lembang

Ilustrasi dari facebook Floating Market

Saya juga salah, saya kira sebagai pasar tradisional tidak ada karcis masuk untuk pengnjung hehehe. Ternyata perorangnya harus bayar 15.000 dan parkir motor 5000 rupiah. Terpotonglah uang jajan 50.000,- padahal jatahnya jajan anak-anak hehehe.

Floating Market bukanlah Pasar Tradisional yang ingin menyaingi Pasar Apung Muara Muin Pasa Lok Baitan, atau Martapura di Kalimatan. Pasar-pasar ini adalah pasar-pasar rakyat yang digunakan untuk kepentingan relasi ekonomi sesama penduduk setempat. Pasar alamiah yang memanfaatkan sumber daya alam. Dari rakyat untuk rakyat.

Sedangkan Floating Market Lembang adalah sebuah “Pasar” yang direkayasa untuk menyedot wisatawan datang ke tempat tersebut. Sebagai sebuah Destinasi, Floating Market di desain senyaman dan sebersih mungkin oleh pengelolanya. Seorang Raja Factory Outlet di Bandung. Pasar ini dikembangkan untuk dijadikan destinasi khusus wisata yang menyediakan berbagai keperluan. Tidak dikembangan dan dikelola oleh pemerintah. Namun oleh individu yang dapat melihat dengan jeli bisnis dari destinasi wisata ini.

Floating Market yang belokasi di Lembang, bukan satu-satunya yang berada di Indonesia. Jenis destinasi wisata semacamnya sudah ada lebih dulu di daerah lain seperti yang digagas oleh Bonda Winarno di Sungai Cikeas Bogor, atau di Batu Malang.

Floating Market merupakan sebuah danau/ situ/ atau kolam alam besar yang direkayasa menjadi tempat wisata serba ada. Wajar jika sajian alamnya cukup menakjubkan karena merupakan daerah pegunungan. Jika saat menuju Lembang kita punya tujuan wisata lain misalnya ke Tangkuban Parahu, Maribaya, atau De Ranch, dan tempat wisata lainnya di Lembang. Saat kita berada di spot-spot Floating Market, percayalah waktu seharian tidak akan terasa kita habiskan di tempat ini.

Gambar dari FB Floating Market

Floating Market tepat berada di tengah-tengah kota kecamatan Lembang, Floating Market bisa ditempuh sekitar satu jam dari pusat kota Bandung. Sebagai tempat tujuan wisata, Floating Market cukup komplit menyediakan sarana yang dibutuhkan untuk wisata keluarga.

Di kelilingi oleh bukit, pengunjung bisa bisa menikmati suguhan alam yang asri tanpa ada kesan dibuat-buat. Sebagaimana keadaan alam lembang yang berbukit-bukit. Ini menjadi salah satu pemandangan yang sangat mencolok jika kita pergi ke lembang. Ini juga yang menjadi pemandangan di Floating Market. Hanya saja dari jalan utama Lembang menuju lokasi yang hanya puluhan meter, jalanya cukup sempit, apalagi jika weekend. Tai sepertinya tidak menjadi masalah. Pihak pengelola sudah menyediakan tempat parkir yang cukup luas dari mulai roda 2, 4 atau untuk bis sekalipun.

Saat kita membayar karcis, harga 15.000/ orang sudah termasuk satu gelas minuman, bisa ditukarkan pada konter-konter yang tersedia di pinggiran dermaga.

Saat Week End, Floating Lembang tidak beda dengan tempat wisata lain. Penuh dengan wisatawan dari berbagai daerah, baik Bandung dan sekitarnya ataupun luar Jawa Barat. Seperti yang saya alami saat berkunjung ke Destinasi Wisata unik tersebut beberapa waktu lalu. Pasar Apung yang tepat berada di pinggiran dermaga penuh dan tumpah ruah oleh wisatawan, pemburu dahaga spiritual.

Gambar dari FB Floating Market

Hal ini saya alami saat berkunjung ke lokasi tersebut. Saat memasuki area wisata pada pintu belakang sebelah kiri, ‘Pasar Apung’ akan segera kita dapatkan. ‘Pasar Apung’ ini merupakan pusat kuliner, mulai dari jajanan tradisional sampai modern. Saat memasuki area Dermaga yang dipinggirannya tertata rapi kios-kios penjual panganan, baik yang ringan ataupun berat. Yang suka kuliner tradisional kita bisa menikmati surabi, singkong rebus, ubi bakar, bajigur dan bandrek, tutut, ketan bakar khas Lembang, sate lontong, bala-bala, , karedok, gado- gado, bandrek, bajigur, lotek, otak-otak, ataupun tempe mendoan.  Yang suka dengan jajanan rada-rada modern, kita bisa menikmati sosis bakar, burger, atau kebab.

Di seberang para penjual panganan tradisional ada area khusus kendaraan air dari mulai perahu, sepeda air angsa, ataupun boat yang disewakan. Dengan harga yang tidak terlalu murah penyewa diberi waktu 30 menit dengan koin seharga 50.000. Untuk melakukan pembelian, selain melalui area yang telah disedikan bersamaan tempat duduk yang menyeruapai Kaki Lima modern juga bisa menggunakan perahu atau sepeda angsa yang kita sewa. Sehingga kesan ‘Pasar Apung’ benar-benar dirasakan.

Untuk melakukan transaksi, seperti halnya di tempat-tempat permainan anak. Semua dilakukan dengan koin, khususnya arena permainan dan transaksi pembelian di pasar apung. Kita tidak diperkenankan membeli langsung dengan uang rupiah apalagi dolar, namun dengan koin yang sudah disediakan oleh loket. Koin kita beli di loket-loket pembelian dengan range harga 5000-20000. Namun harga jajanan sendiri bervariasi dari Rp. 1.000,-Rp 30.000 per satuan atau per porsi. Koin juga digunakan untuk menyewa wahana permainan lain. Sedangkan untuk makanan berat yang masih berdekatan dengan ‘Pasar Apung’ tersebut dengan menggunakan uang beneran, bukan koin. Sedangkan untuk restoran yang mengelilingi sepanjang danau dibayar dengan uang kontan.

Kita juga bisa menikmati pepohonan dan hehijauan tanamana yang mengelilingi danau, atau kebun-kebun berpot yang dipakang di sebelah resto. Pepohonan yang mengelilingi menjadi arena untuk jalan-jalan sambil menonton gerombolan ikan di pinggir danau yang siap menerima umpan dari siapa saja untuk memenuhi rasa laparnya.

Gambar dari FB Floating Market

Di Floating Market, kita juga akan menemukan semacam Factori Outlet yang tepat berada di belakang pintu masuk utama. Menjual berbagai merchandise; t-shirt, tas, sepatu, topi atau sekedar gantungan, bahkan menjual jajanan awet semacam kursi ukir atau handmade lainnya.

Sebagai destinasi wisata yang cukup serba ada, selain alam dengan danau plus sepeda angsa, perahu, kereta air dan bebukitannya, segala macam jajanan dan kuliner berat. Kita bisa menikmati sajian alam buatannya; spot tanaman hias, ikan mas merah yang selalu berkerumun saat diberi makan, Bebek dan angsa, juga pemandangan petani yang sedang bercocok tanam palawija, jembatan goyang dan spot-spot alam di sekitar danau yang teduh, wahana permainan anak, area rumah tradisional bersama alat musik tradisional semacam angklung, calung, dan kenong.

Floating Market juga menjadi pusat oleh-oleh yang disediakan melaui rumah-rumah berbentuk joglo, kerajinan tradisional, clothing, jamu, alat musik. Sepanjang Danau juga disediakan Gazebo tempat bercengkrama dengan keluarga dengan jalan setapak yang dikelilingi dengan pepohonan dan rumput-rumput yang bersih dan rapih. Jika kita kelelahan ada rumah pijat yang bisa memanjakan tubuh kita untuk mengembalikan kebugaran.

Floating Market sangat tepat untuk menghilangkan penat dan kejenuhan. Setelah berhadapan dan bergelut dengan rutinitas. Di sini, selain dimanjakan oleh pemandangan asri, danau, pepohonan, atau jajanan jadul juga berbagai keperluan lain, seperti Spa atau tempat istirahat.

Saya sendiri sangat menikmati, sayang, beberapa hasil jepretan dari Gawai 8 MP harus pupus karena tangan terampil anak yang asyik melihat-lihat foto diri. Maklum anak-anak, tidak sadar jika saat menggeser-geser gambar adalah sekaligus juga menghapus hasil jepretan.

Hanya foto anak saya ini yang tersisa dari puluhan Jepret foto yang tersisa

Hmmm apakah harus di ulang hunting foto? Dan mengulang berkeliling serta naik sepeda air? Tentu tidak, jam sudah menunjukan pukul 16.00, 4 jam lebih kami di sini. Dan anak-anak cukup senang walaupun membayangkan perjalanan pulang yang terkena macet melalui jalur kota Bandung tentunya. So, lain waktu jika dompet terisi dana segar dan dingin bisalah berkunjung lagi ke tempat ini. Karena ternyata isi dompet yang pas-pasan tidak akan mendukung petualangan di Floating Market.

*Note: untuk mendukung tulisan ini, terpaksa hunting foto dari akun FB Floating Market dan lainnya.

Agar bisa maksimal menikmati wahana-wahana yang ada, berikut saya kutip harga-harga dari visitlembangcom agar pengunjung bisa mempersiapkan dananya dengan maksimal.

Tiket Masuk

  • Senin-Jum’at               : Rp.15.000
  • Sabtu-Minggu              : Rp.15.000
  • Parkir Mobil/Motor        : Rp.3000/5000

Fasilitas Darat

  • Taman Miniatur KA     : Rp.20.000
  • Lokomotif Mini            : Rp.25.000
  • Taman Kelinci             : Rp.20.000
  • Becak/Mobil Mini        : Rp.20.000
  • Kampung Kandang      : Rp.20.000
  • Outbond Anak             : Rp.25.000
  • Mancing Magnet          : Rp.20.000

Wahana air

  • Kano (Canoe) Maksimal 2 Orang (150 KG). Cukup dengan Rp 50.000 / 30 menit
  • Sampan (Dinghy)
    Dayung dayung sampan bareng keluarga yu.
    Maksimal 4 Orang (350 KG). Untuk mencobanya Anda cukup mengeluarkan Rp 70.000 / 30 menit.
  • Sepeda Air (Water Cycle)
    Wahana ini pas banget buat bikin momen romantis bareng si doi. Goes-goes sepeda air, mengitari danau, pandang-pandang view cantik bakal bikin 30menit kamu jadi momen yang indah. Wahana ini dapat dinaiki maksimal 2 Orang (100 KG) Rp 50.000 / 30 menit
  • Paddle Boat
    Maksimal 2 Orang (80 KG) Rp 30.000 / 20 menit
  • Kereta Air (Train Water)
    Maksimal 1 Dewasa – 1 Anak / 2 Anak Maksimal (80 KG) penumpang minimal 5 orang, kereta bisa berangkat.
    Waktu tempuh : +- 20 Men it Harga Ticket Rp 20.000,- / Orang
    Untuk Tiket Kereta Air / Orang 1 Tiket
  • Jasa Penyebarangan Danau
    Rp.1000/sebrang

Semoga Bermanfaat.

Salam

Abah Raka

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads