Masih Belum Punya Pilihan Untuk Pemilu 2019? Berikut Pertimbangan Untuk Milih Pemimpin

26 Nov 2018 22:43 245 Hits 0 Comments
Gak perlu risau bila belum punya pilihan untuk pemilu 2019 nanti. Pada tulisan ini saya coba berbagi dari sudut pandang saya, tentang pertimbangan untuk menentukkan pilihan politik kamu. Untuk kamu yang masih gamang memilih capres, simak ulasan berikut ini

Mulai merasa eneg melihat drama politik menjelang pemilu 2019? Oke, itu manusiawi kok. Gak perlu dirisaukan.

Satu yang harus kita ingat sebagai warga negara Indonesia yang sudah cukup umur. Kita semua berhak untuk memilih.

Seberapa pun enegnya kita melihat tingkah politisi yang sibuk meributkan sesuatu yang gak penting. Jangan sampai golput menjadi pilihan.

Buat kamu yang sudah punya pilihan di Pemilu 2019 nanti. Maka berharap saja pilihan kamu sudah tepat. Dan sudah, gak usah dibesar-besarkan dengan menghina pilihan orang lain.

Syukuri aja bila sudah punya pilihan politik. Karena menurut survei masih beberapa orang yang masuk kedalam kategori swing voter atau belum menentukan pilihan. Jumlah swing voter diperkirakan sekitar 20-30% dari calon pemilih.

Gak perlu risau bila belum punya pilihan untuk pemilu 2019 nanti. Pada tulisan ini saya coba berbagi dari sudut pandang saya, tentang pertimbangan untuk menentukkan pilihan politik kamu. Untuk kamu yang masih gamang memilih capres, simak ulasan berikut ini..

Jangan memilih A, hanya karena benci B

Memilih pemimpin Indonesia itu bukan masalah sepele. Dampaknya kepada seluruh negara ini. Jangan masukkan urusan pribadi kedalam hajat jutaan orang seperti pemilu.

Minimal kita tahu apa yang bakal calon pemimpin kita lakukan bila nanti tepilih. Bukan menutup mata dari apapun sebab sudah kadung benci.

Jangan karena dikasih uang

Politik uang itu gak baik. Logikanya kita hanya diberi uang saat kampanye. Setelah beliau menjabat, kemudian korupsi untuk balikin modal dan terus kamu bisa apa? Repotkan.

Siapa pun Presidennya tidak otomatis bikin kamu kaya

Saya pernah dengar opini begini, "ah saya mau pilih bapak yang itu aja, supaya ada perubahan dan gak miskin lagi". Setelahnya ternyata hidupnya tetap miskin. Dan kasus yang sama terulang di periode berikutnya.

Intinya siapapun presidennya, kamu tetap harus berjuang demi perubahan diri kamu sendiri. Berharap kepada sesama manusia itu susah cuy.

Bukannya mengajak untuk apatis. Namun kenyataannya memang begitu, supaya kita gak salah paham terus dengan konsep memilih sebenarnya.

Jangan bawa-bawa urusan pribadi dan kelompok

Ini mirip-mirip dengan poin pertama. Maksudnya urusan pribadi dan kelompok ini ialah keadaan dimana kita memilih pemimpin karena maksud terselubung.

Bisa karena agar bisnisnya lancar, tidak terjerat hukum, mendapat jabatan tertentu dan lain sebagainya. Sayangnya itu dilakukan hanya demi kepentingan pribadi dan kelompok. Sedangkan kepentingan 260 juta rakyat Indonesia lainnya tergadai.

Jangan pilih pemimpin yang hanya tebar pesona menjelang pemilu saja

Poin yang satu ini tentu tidak berlaku pada pilpres saat ini. Karena saya akui kandidat capres dan cawapres saat ini sama-sama sudah berbuat banyak untuk negara ini, tidak hanya untuk kepentingan pemilu belaka.

Namun berbeda cerita dengan calon legislatif. Kita tahu sama tahu saja. Para caleg ini kadang hanya muncul saat menjelang pemilu saja untuk tebar pesona.

Saya pribadi lihat sendiri ada caleg yang mendadak ramah. Padahal sebelum-sebelumnya bisa dikatakan orangnya sombong. Bagi saya sih ogah milih orang seperti itu untuk jadi wakil rakyat. Kalau kamu bagaimana?

Pelajari visi dan misinya

Saat ini kita tengah memasuki masa kampanye untuk Pemilu 2019. Namun seperti banyak diantara kita yang belum paham program, visi dan misi calon presiden. Karena tampaknya politikus lebih sibuk 'ribut' sendiri.

Tak masalah. Jadilah lebih proaktif. Cari infonya sendiri terkait program-program unggulan dari para calon pemimpin negeri ini. Dan pastikan cari infonya ini di sumber terpercaya bukan dari sumber yang abal-abal. Agar tidak jadi korban hoax.

Baiklah itu tadi beberapa pertimbangan untuk memilih pemimpin di pemilu 2019 nanti. Ini hanya pendapat pribadi saya. Diikuti bagus, gak ikut juga gak apa.

Intinya saya hanya berharap kamu semua tetap menggunakan hak pilih nanti tanggal Rabu 17 April 2019. Demikian ini saya tulis secara netral, lebih tepatnya berusaha netral. Meskipun saya sudah menentukan pilihan.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 32
Pena

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel