Bukan Negara Salah Jajahan

11 Sep 2018 07:11 953 Hits 0 Comments

katanya kalau penjajah dari Inggris itu meninggalkan legacy untuk masa depan negara koloninya kelak menjadi negara independen. Konon Inggris bila menjajah tidak hanya memikirkan keuntungan sendiri saja, namun untuk kepentingan negara koloninya juga.

Sebaliknya dengan Belanda, katanya masa kolonialisasi VOC dulu hanya mementingkan keuntungannya sendiri. Dan mengesampingkan kepentingan wilayah jajahannya.

Sudah sebuah kewajaran bila terjadi suatu kesalahan, pasti ada pihak yang disalahkan. Seperti suatu pekerjaan, jika ada kesalahan kerja. Para pekerja atau bahkan bosnya yang salah.

Contoh kecilnya ialah seorang anak. Baik buruknya seorang anak, orang tuanya lah yang bertanggung jawab. Atau dalam sekala besar, suatu negara. Apapun yang terjadi pada suatu negara, pasti pemimpinnya yang dimintai pertanggung jawaban.

Dalam pemikiran yang lebih luas lagi, keadaan suatu negara kerab dikaitkan dengan bekas jajahan.

Seperti membandingkan Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Saya dulu menganggap Singapura dan Malaysia lebih maju dibanding Indonesia. Karena Indonesia bekas jajahan Belanda sementara Singapura dan Malaysia bekas jajahan Inggris.

Entah paham darimana yang membuat saya menganggap negara bekas jajahan Inggris lebih maju dibanding jajahannya Belanda.

Memang sih secara tampak fisik, katakanlah Singapura. Sekilas saja negara tersebut memang lebih maju dibanding Indonesia. Tapi enggak tahu deh apa kemajuan negara Singa tersebut berkat dimasa lalu negara tersebut bekas jajahannya.

Sekilas yang saya tahu, katanya kalau penjajah dari Inggris itu meninggalkan legacy untuk masa depan negara koloninya kelak menjadi negara independen. Konon Inggris bila menjajah tidak hanya memikirkan keuntungan sendiri saja, namun untuk kepentingan negara koloninya juga.

Sebaliknya dengan Belanda, katanya masa kolonialisasi VOC dulu hanya mementingkan keuntungannya sendiri. Dan mengesampingkan kepentingan wilayah jajahannya.

Tapi sekali lagi saya gak bisa memastikan apa paham tersebut benar adanya. Dan yang jelas, praktek penjajahan itu tidak baik. Maka tidak elok juga membandingkan dua hal yang tidak baik. Di pembukaan UUD 1945 juga menyebutkan bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan.

Dan kembali lagi ke Inggris dan Belanda. Sebenarnya kedua negara tersebut sama-sama memiliki wilayah koloni di Asia Tenggara dan belahan dunia lainnya. Secara khusus di Asia Tenggara, wilayah Indonesia dulunya juga merupakan wilayah bekas jajahan Inggris.

Sebaliknya Belanda juga sempat berkuasa di wilayah semenanjung Malaya atau Malaysia dan Singapura.

Di jaman kerajaan nusantara, Indonesia dan Malaysia merupakan satu wilayah di bawah kekuasaan Majapahit. Bahkan cakupan Majapahit saat itu juga menjangkau Singapura Brunei dan Filipina.

Memasuki era modern, Wilayah Malaysia dan Indonesia menjadi perebutan Belanda dan Inggris. Pada mulanya wilayah Indonesia pada saat bernama Hindia Belanda menyatu dengan wilayah Malaysia sekarang, khususnya antara kawasan Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, ditambah dengan beberapa daerah sekitarnya dengan Semenanjung Tanah Melayu dan Singapura.

Kawasan itu terbelah dua seperti sekarang akibat perjanjian Inggris dengan Belanda yang dikenal dengan sebutan Traktat London, ditandatangani tanggal 17 Maret 1824.

Mengingat Melaka berada di wilayah kekuasaan Inggris, sedangkan berdasarkan Kesepakatan Wina dan Konvensi London, Melaka harus diserahkan kepada Belanda, sebagai jalan keluar, Melaka dipertukarkan dengan Bengkulu yang pada masa itu masih dikuasai Inggris. Akhirnya Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda, dan Belanda memulangkan Melaka kepada Inggris. Begitulah sepenggal sejarah negara serumpun ini.

Jadi pendapat yang mengatakan bekas jajahan Inggris lebih baik dibanding Belanda, satu sisi ada benarnya. Contohnya kita akui saja Singapura memang lebih makmur dibanding negara kita.

Namun ada satu sisi gelap negara bekas jajahan Inggris. Umumnya negara bekas jajahan Inggris menjadi kebarat-baratan. Lihat saja di negara tetangga kita juga, Australia. Penduduk asli negara benua ini adalah Aborigin, masih saudaraan sama suku-suku di Papua sesama ras Melanesia. Tapi sekarang, Australia seperti copy paste Eropa di Bumi bagian selatan.

Itulah mengapa kita sebagai orang Indonesia tidak perlu minder hanya karena memiliki masalalu sebagai bekas jajahan Belanda. Negara (Belanda) yang konon katanya hanya mementingkan bagaimana mengeruk sumber daya alamnya bukan mikirin sumber daya manusia jajahannya.

Tapi itu masalalu. Tidak fair bila kita masih terbayang-bayang masa lalu untuk menuju masa depan. Setiap orang berhak berubah lebih baik apapun masa lalunya, sekalipun itu sebuah negara.

Ya, jika mau fair membandingkan antar negara. Indonesia seharusnya disandingkan dengan Jepang. Kedua negara (Indonesia dan Jepang) bisa dibilang memulai hari barunya sebagai negara diwaktu yang hampir bersamaan.

Indonesia memulai hari sebagai negara baru ditahun 1945. Sementara hanya hitungan tak terlalu lama sebelum Indonesia merdeka, ditahun yang sama. Jepang nyaris hancur berkat bom Hiroshima & Nagasaki kiriman negeri Paman Sam (sekutu) membuat Jepang menata hidup bernegaranya dari nol lagi.

Jepang memang sempat menjajah Indonesia, meski dalam waktu singkat. Namun diakhir perang dunia II kita tahu Indonesia dan Jepang memulai hari-harinya sebagai negara baru.

Dan jika ingin lebih fair membandingkan kualitas suatu negara. Maka jangan masih bawa embel-embel warisan penjajah. Karena sebaik-baiknya warisan penjajah, tidak lebih baik dari produk negara sendiri.

Tags

About The Author

Rianda Prayoga 30
Pena

Rianda Prayoga

Gak banyak bicara, sedikit cuek tapi lumayan ramah

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel