Menuju Sukses Perlu Menjadi Seorang Seniman Yang Bermental Entrepeneur

20 Sep 2017 20:44 377 Hits 0 Comments
Untuk menjadi seorang seniman tidak harus bisa menggambar, begitu juga untuk menjadi seorang entrepreneur tidak harus mempunyai uang banyak. Tapi dituntut untuk memiliki kemampuan untuk berkreasi dan menciptakan ide baru. Kombinasi ideal seorang seniman dan mental entrepreneur yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah bisnis. 

Di era tehnologi digital, menuntut seseorang untuk menjadi seniman dan enterpreneur. Artinya dimana manusia modern dituntut untuk berkarya, keluar dari zone nyaman. Seorang seniman tidak harus berdarah seni. Seniman adalah orang yang mau keluar dari pakem yang sudah ada, seperti pendapat Seth Godin di bukunya The Icarus Deception. Berikut ulasannya, “Jangan kuatir bila anda tidak berbakat melukis atau bermain musik, menjadi seniman adalah sikap yang dapat kita asah dan kembangkan. Arsitek yang berani melenceng dari pakem, adalah seniman. Demikian juga dokter yang cukup perhatian untuk menelepon, staf layanan pelanggan yang membangun hubungan tulus, pengusaha yang berani memulai tanpa ijin ataupun otoritas, juga manager tingkat menengah yang mengubah jalannya pertemuan penting dengan satu komentar saja.”

Makna yang terkandung, semakin modern suatu peradaban manusia, semakin banyak seniman yang akan muncul. Seni kebebasan untuk berkarya dan menghasilkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi semua orang. Namun jangan sampai mental seniman ini pada akhirnya disalah gunakan. Sistem yang telah ada tetap harus dijalankan, penyesuaian antara sistem dengan realita. Sistem terlalu kaku juga tidak akan bermanfaat, malah jadi menghambat. Disilah terasa fungsi dari perkembangan tehnologi, terutama tehnologi digital. Semua serba transparan. Realisasinya juga sangat mudah dan cukup bersahabat. Coba saja perhatikan, sudah banyak kemudahan yang didapat dengan adanya seniman dan tehnologi. Mulai dari reservasi tiket, antrian paspor, order makanan, order transportasi umum, dan masih banyak kemudahan yang kita dapatkan dengan munculnya seniman dan tehnologi digital. Dunia ada di genggaman kita.

Saat keluar dari zone nyaman, disanalah mental entrepreneur dibentuk. Selalu menciptakan ide-ide baru, keluar dari pakem yang sudah ada untuk selalu berkreasi. Seorang entrepeneur handal tidak hanya terpaku pada ide pembuatan/pengembangan produk yang luar biasa. Tapi mampu menggali pasar, seniman marketing, menciptakan aturan aturan-aturan baru, sampai ke manajemen keuangan. Memahami dimana sumber dana bisa didapatkan dan bagaimana penanganan investor. Terakhir, diperlukan mental entrepeneur, yaitu punya keberanian untuk mengambil resiko. Bagaimana menyingkapi suatu permasalahan. Tidak hanya permasalahan keuangan, tapi sampai ke penanganan pelanggan. Disini juga letak kenyamanan bisnis di dunia digital, keluhan pelanggan tidak harus ditangani dengan tatap muka, tapi semuanya bisa tangani dengan online. Sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan waktu yang ada bisa dipakai untuk melakukan hal lain.

Kombinasi antara ide cemerang seorang seniman dan mental entrepeneur perlu ditanamkan kalau ingin sukses. Mendobrak sistem yang telah ada, berpikir kedepan dan menguasai pasar, disini kunci keberhasilan bisnis. Tapi bagaimana bagi karyawan yang tidak secara langsung menjalankan bisnis ? Tidak ada bedanya, karyawan di zaman modern harus mampu bersaing di dunia bisnis. Ide kreatif sebagai seniman dan memupuk mental entrepeneur untuk membangun memajukan perusahaan sangat dibutuhkan. Apalagi kerja di perusahaan yang sarat dengan tehnologi digital. Tidak bisa hanya duduk nyaman di kursi empuk tanpa melihat pesaing di dunia luar sana. 

Tags

About The Author

meis musida 14
Pensil

meis musida

Consultant, traveller and writer, crazy photographer

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel