Fenomena Ahok yang Kontroversial dan Pilgub DKI Jakarta yang Bercita Rasa Pilpres

17 Feb 2017 00:20 22686 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Ahok memang kontroversi. Sejak ia menjadi Gubernur pengganti Jokowi ia sudah jadi buah bibir. Berkat dirinya, proses Pilkada Gubernur Jakarta juga jadi bahan perbincangan ramai padahal provinsi lain juga melaksanakan Pilkada di tempatnya. 

Gambar diambil dari Kompasiana.com

 

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat ini menjadi trending topic dunia, padahal beliau bukan aktor internasional. Sepak terjangnya di dunia politik Indonesia yang tergolong berani dan berbeda dari tokoh politik Indonesia lainnya menjadikan dia tokoh kontroversial saat ini dan penuh pro-kontra.

Sejak ia menjadi Gubernur pengganti Jokowi tahun 2014 lalu, sebenarnya beliau sudah jadi buah bibir. Salah satu hal yang membuat beliau cukup terkenal adalah gaya bahasanya yang berani, ceplas ceplos, galak dan cenderung tidak peduli dengan perasaan orang lain.

 

Fenomena Ahok yang Kontroversial dan Pilgub DKI Jakarta yang Bercita Rasa Pilpres

Gambar diambil dari Google Image

 

Puncaknya terjadi pada bulan Oktober 2016 lalu, saat ia dituduh menistakan agama Islam pada saat kunjungan kerja di kepulauan Seribu lewat video yang diunggah ke media sosial oleh Buni Yani. Belakangan video tersebut diketahui bukan versi sebenarnya karena sudah dilakukan rekayasa.

Efek tuduhan tersebut menimbulkan protes besar-besaran dari para ulama dan umat Islam kepada Ahok melalui demostrasi "tangkap Ahok" yang berkelanjutan sampai tiga jilid, yaitu pada tanggal 28 Oktober, 4 November dan 2 Desember 2016.

Demonstrasi itu membuahkan hasil dimana Ahok akhirnya harus disidangkan oleh pengadilan. Hingga saat ini proses persidangan masih belum selesai, bahkan sudah memasuki proses persidangan ke-9.

 

 

Banyak yang beranggapan bahwa persidangan sengaja di ulur-ulur agar Ahok tetap bisa menjadi kandidat Paslon Gubernur DKI Jakarta yang saat itu sudah diambang pintu. Meskipun harus menjalani persidangan yang panjang, Ahok tidak gentar. Ia yang juga dicalonkan kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta, juga harus menyiapkan diri mengikuti Debat Kandidat Paslon Gubernur dan mendapat nomor urut 2.

Berkat dirinya, proses Pilkada Gubernur Jakarta juga jadi bahan perbincangan ramai dan menjadi viral di media sosial. Pilkada Gubernur periode ini bahkan disebut-sebut sebagai pilgub "bercita rasa Pilpres", padahal ada provinsi lain yang juga melaksanakan Pilkada di tempatnya pada hari yang sama.

Dari hasil debat yang disiarkan live, Ahok tetap dengan Ahok yang sebenarnya, berani ngomong pedas, nggak perduli lawannya tersinggung atau tidak. Bagi dirinya, yang dia kemukakan itulah fakta yang sebenarnya. Nampaknya demonstrasi besar-besaran hingga persidangan yang menuntut dirinya dijebloskan ke penjara tidak membuat nyalinya ciut, tapi justru semakin berani menunjukkan aslinya.

Hal inilah yang menurut penulis menjadi salah satu daya tarik seorang Ahok yang membuat dirinya pada 15 Februari kemarin mendapatkan hasil perolehan tertinggi sementara PEMILU PILGUB DKI meskipun masih hasil quick count.

 

Fenomena Ahok yang Kontroversial dan Pilgub DKI Jakarta yang Bercita Rasa Pilpres

Gambar diambil dari Kompas.com

 

Keberaniannya menyatakan kebenaran dengan caranya sendiri menjadikan Ahok tokoh yang penuh pro dan kontra. Banyak yang mencaci maki dia namun juga banyak yang memuji dan mengelu-elukannya. Tidak banyak memang tokoh pemimpin seperti dirinya.

Perjuangan Ahok merebut kembali kursi Gubernur DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan masih belum usai. Meskipun tertinggi, perolehan suara yang dia peroleh ternyata tidak cukup untuk memenangkan dia satu putaran saja. Ia dan wakilnya Bapak Jarot serta pendukungnya masih harus bekerja keras terutama untuk merebut simpati masyarakat DKI Jakarta yang pada putaran pertama memilih paslon Gubernur yang kalah dan tidak bisa lanjut di putaran kedua.

Akankah Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ? Untuk saat ini, hanya TUHAN-lah yang tahu.

 

Tags

About The Author

Arya Janson Medianta 37
Pena

Arya Janson Medianta

Maju terus, pantang mundur

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel