Kisah Haru Suksesnya Usaha Biskuit Kaleng Legendaris Khong Guan di Indonesia

12 Oct 2023 14:05 844 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Kisah Haru Suksesnya Usaha Biskuit Kaleng Legendaris Khong Guan Di Indonesia

Biskuit adalah salah satu camilan yang rasanya renyah, gurih dan manis dengan berbagai variasi bentuk dan rasa menyebabkan camilan yang satu ini banyak disukai orang terutama orangtua dan anak-anak. Pada umumnya biskuit diberikan kepada orang yang baru sembuh dari sakit atau balita dan anak-anak sebagai makanan sehat yang bisa berfungsi melancarkan BAB dan menyehatkan saluran pencernaan di dalam perut. Rasanya yang enak pun menjadi teman pas untuk ngopi atau ngeteh dengan sepiring biskuit untuk sarapan pagi sebelum anda melakukan aktivitas seharian di luar rumah yang membantu menjaga perut tetap kenyang hingga tiba jam makan siang.

Berbicara mengenai biskuit, siapa yang tidak mengetahui kaleng biskuit legendaris Khong Guan yang hingga saat ini terlihat masih eksis menghiasi daerah perbelanjaan tanah air seperti toko-toko kue hingga mall-mall terutama ketika tiba hari raya besar keagamaan seperti Natal, Lebaran dan menyambut tahun baru juga tepat digunakan sebagai kue ulangtahun.

Meskipun marak ditemukan tetapi jarang dan hampir tidak ada yang mengetahui terkait kisah haru dibalik berdirinya Khong Buan Biskuit di Indonesia.

Menurut penjelasan dari Dr. Indrawan Nugroho dalam kanal Youtube pribadinya dengan nama yang sama dikutip oleh Hops.ID pada Minggu (8 Oktober 2023) menjelaskan bahwa Khong Guan lahir dari dua bersaudara.

Khong Guan lahir dari tangan dua bersaudara asal Fujian, Tiongkok yaitu Chew Choo Keng dan Chew Choo Han. Dua bersaudara tersebut diketahui merupakan imigran yang bekerja di sebuah pabrik biskuit yang berada di Singapura. Namun sayangnya saat Negara Jepang menginvasi Singapura, kedua bersaudara tersebut akhirnya mengungsi ke Malaysia.

Siapa sangka dua bersaudar tersebut akhirnya hanya bisa mengandalkan biskuit untuk dapat bertahan hidup di Malaysia dimana saat Jepang menginvasi Singapura mereka mengungsi ke daerah Perakdi Malaysia dan di sini Han dan Kheng bertahan hidup dengan membuat biskuit. Biskuit kreasi mereka tampil dengan bentuk dan rasa unik sehingga dalam waktu singkat banyak disukai oleh orang-orang di sekitar mereka.

Ketika persediaan tepung dan gula yang dimilki oleh kedua bersaudara tersebut habis pada akhirnya mereka memutuskan untuk bertahan hidup dengan menjual garam laut dan kue dari tepung sagu.

Menurut penjelasan dari Dr. Indrawan Nugroho, kedua bersaudara tersebut akhirnya memutuskan untuk kembali saja ke Singapura setelah Jepang telah pergi dari Singapura. Mereka secepatnya kembali menuju ke Singapura setelah Jepang angkat kaki dari negara ini, dan pada suatu hari Han menemukan mesin pembuat biskuit dalam kondisi rusak di tempat pabrik kue dimana mereka bekerja. Kemudian mesin rusak yang ditemukan itu akhirnya disulap menjadi pembuat biskuit semi otomatis dengan menggunakan rantai sepeda dan hasilnya begitu cemerlang.

Pada tahun 1947, dua bersaudara tersebut meresmikan berdirinya Khong Guan Biskuit Vactory. Hingga pada akhirnya dua bersaudara tersebut mampu mengolah tepung dan gula serta bahan-bahan lainnya menjadi biskuit unik dengan cita rasa sempurna yang membuat bisnisnya terus berkembang dan mengekspani pasar di Singapura.

Berikutnya pada tahun 1950 mereka ekspnasi pasar ke Malaysia sampai di satu dekade kemudian mereka berhasil mendirikan pabrik besar di Malaysia, Thailand, Filipina dan terakhir masuk ke Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Semoga bermanfaat.

 

Tags News

About The Author

Utamii 66
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel