Fakta tentang Iklim Junghuhn

5 Dec 2022 16:05 504 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Fakta Tentang Iklim Junghuhn

Menurut pendapat ahli geologi menjelaskan bahwa iklim terbagi sesuai dengan hasil penelitian yang telah mereka lakukan. Ini erat hubungannya dengan klasifikasi iklim matahari yang merupakan iklim dimana pembagiannya dilihat dari garis lintang bumi dan sinar matahari yang diterima oleh wilayah bersangkutan. Juga ada kaitannya dengan Iklim Oldeman adalah iklim yang terbagi atas kriteria pada jumlah bulan kering atau basah secara berturut-turut. Klasifikasi Iklim Oldeman ini berfokus pada sejumlah kebutuhan air oleh kelompok tanaman pangan atau pertanian di Indonesia seperti padi. Iklim Schmidt Ferguson juga termasuk di dalamnya yaitu iklim yang dibagi berdasarkan atas siklus curah hujan dimana akan diperoleh jumlah rata-rata bulan kering dan jumlah rata-rata bulan basah sehingga isitilah iklim ini kerap dihubungkan dengan iklim basah dan kering. Ada juga Iklim Koppen merupakan iklim yang terbagi atas pengamatan dari Wladimir Koppen berdasarkan atas temperature dan curah hujan. Klasifikasi iklim menurut Koppen bisa menjadi klasifikasi iklim terbanyak diterapkan.

Melalui artikel kami kali ini hanya akan membahas satu iklim saja yang diklasifikasikan oleh Franz Wihelm Junghuhn.

Apa Itu Iklim Junghuhn ?

Yang dimaksud dengan Iklim Junghuhn adalah istilah yang diaplikasikan untuk salah satu pembagian iklim yang dilakukan dengan sangat teliti oleh Franz Wihelm Junghuhn. Beliau adalah seorang ahli geologi (geolog), botanikus sekaligus doktor berkebangsaan Jerman kemudian menetap di Belanda. Junghuhn ditugaskan sebagai inspektur penyelidikan alam di Pulau Jawa Indonesia guna perkembangan perkebunan cinchona dimana pada tanggal 24 April 1864, Indonesia menjadi tempat berakhirnya tugas yang beliau lakukan tepatnya di daerah Lembang di Jawa Barat.

Di samping ditugaskan untuk proyek perkebunan cinchona di Pulau Jawa, Junghuhn juga mengadakan penelitian di Sumatera Selatan dan dataran tinggi Bandung guna mengamati iklim berdasarkan pada ketinggian setempat. Maka dari itu Junghuhn dikenal sebagai seorang geolog yang mampu mengklasifikasikan iklim berdasarkan pada ketinggian suatu tempat dan kondisi dari tanaman budidaya atau tanaman yang bisa tumbuh secara optimal sesuai dengan suhu yang menjadi habitatnya. Dengan melihat kondisi suatu wilayah berdasarkan pada ketinggian dan tanaman budidaya, Junghuhn membagi perbedaan iklim ke dalam empat zona iklim yaitu iklim panas, iklim sedang, iklim sejuk dan iklim dingin.

1/ Zona iklim panas

Junghuhn menjelaskan bahwa suatu wilayah mempunyai iklim panas yaitu wilayah yang terletak pada ketinggian antara 0 hingga 600 meter di atas permukaan laut. Pada umumnya wilayah dalam ketinggian ini mempunyai suhu berkisar antara 22 derajat C hingga 26 derajat C. Zona iklim panas adalah kondisi iklim dengan keadaan cuaca paling panas sehingga tanaman-tanaman yang hidup di dalamnya kurang cocok untuk kelompok tanaman yang membutuhkan kelembaban tinggi. Dengan kondisi cuaca dan suhu yang seperti ini, beberapa contoh tanaman yang bisa dikembangkan antara lain adalah kelapa, karet, tebu, padi, jagung, tembakau dan cokelat. Kelompok tanaman ini banyak ditemukan di wilayah Pulau Sumatera sesuai dengan lokasi penelitian yang telah dilakukan oleh Junghuhn.

2/ Zona iklim sedang

Kelompok selanjutnya dari zona pembagian iklim menurut Junghuhn adalah zona iklim sedang. Merupakan wilayah dengan iklim yang berada pada ketinggian antara 600 meter hingga 1500 meter di atas permukaan air laut. Dalam wilayah ini mempunyai suhu udara berkisar antara 17 derajat C sampai dengan 22 derajat C. Suhu yang lebih rendah dari suhu-suhu sebelumnya ini membuat iklim sedang cenderung lebih terasa dingin. Tanaman yang mampu tumbuh subur di daerah ini adalah teh, padi, tembakau, cokelat, kina, stroneri dan beberapa sayur-mayur seperti kol, sawi, selada, seledri, bawang prey dan lain sebagainya. Kelompok tanaman ini juga mempunyai kemampuan untuk tumbuh subur di iklim panas tetapi memiliki tingkat pertumbuhan yang berbeda-beda.

3/ Zona iklim sejuk

Sesuai dengan nama yang diberikan, wilayah ini berada pada ketinggian antara 1500 meter hingga 2500 meter di atas permukaan air laut sehingga termasuk ke dalam iklim sejuk dalam klasifikasi iklim yang ditentukan oleh Junghuhn. Zona iklim sejuk ini berada pada dataran tinggi dimana daerahnya mempunyai rata-rata suhu udara sekitar 11 derajat C hingga 17 derajat C. Kisaran suhu ini tentu saja dalam kondisi lebih dingin dari kedua suhu tersebut di atas sehingga kelompok tanaman yang dapat tumbuh dengan subur adalah dari jenis tertentu saja seperti sayur-sayuran hijau, teh, kopi dan bisa difungsikan sebagai hutan tanaman industri. Tanaman di zona iklim sejuk pada daerah tertentu mayoritas sama dengan kelompok tanaman yang ada di semua dataran tinggi dengan iklim yang sejuk.

4/ Zona iklim dingin

Yang terakhir adalah wilayah pada ketinggian paling tinggi dari dataran lainnya yaitu mencatat angka sekitar 2500 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini termasuk ke dalam zona iklim dingin dimana suhu yang bisa anda rasakan bisa mencapai angka 6 derajat C hingga 11 derajat C. Nah karena kondisi terlalu dingin menyebabkan sedikit sekali jenis tumbuhan budidaya yang mampu berkembangbiak di sini dan hanya ada beberapa tumbuhan tertentu saja yang mampu bertahan hidup dalam kondisi lingkungan sedingin ini seperti lumut, stroberi gunung, anggrek dan paku-pakuan.

Semoga bermanfaat.

 

Tags News

About The Author

Utamii 57
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel