Berbagai Teori Asal Mula Kehidupan di Alam Semesta

1 Dec 2022 20:30 419 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Fakta Nyata Tentang Teori Asal-Mula Kehidupan Di Alam Semesta

Banyak pertanyaan yang muncul dari sebagian manusia sebagai salah satu mahkluk hidup di alam semesta ini bahwa bagaimana makhluk hidup bisa ada di bumi ini ? Beberapa orang percaya dengan adanya teori big bang atau evolusi. Di dalam ilmu biologi terdapat teori asal mula kehidupan. Seperti yang kami jelaskan melalui artikel ini tentang beberapa teori asal-usul kehidupan beserta tokohnya.

1/ Teori Kehidupan Abiogenesis

Teori yang pertama adalah dikenal dengan nama teori abiogenesis adalah teori yang menjelaskan bahwa mahkluk hidup pada awalnya berasal dari benda tak hidup.

Tokoh yang mendukung teori ini adalah : Aristoteles yang terkenal dengan Teori Generation Spontanea bahwa mahkluk hidup ada dengan sendirinya atau berasal dari mahkluk tak hidup.

2/ Teori Kehidupan Biogenesis

Teori ini menjelaskan bahwa mahkluk hidup berasal dari mahkluk hidup lainnya. Ada tiga bagian pengembangan teori ini yaitu omne vivo ex ovo (masing-masing mahkluk hidup berasal dari telur), omne ovum ex vivi (masing-masing telur berasal dari mahkluk hidup) dan yang terakhir adalah omne vivum ex vivo (masing-masing mahkluk hidup berasal dari mahkluk hidup sebelumnya).

Tokoh yang mendukung teori ini adalah Francesco Redi yang beberapa kali melakukan penelitian yaitu menggunakan daging di dalam 8 tabung yang terbagi ke dalam 2 bagian yaitu 4 tabung dibiarkan terbuka dan 4 tabung lainnya dalam keadaan tertutup. Setelah beberapa hari berlalu, tabung yang terbuka ditemukan larva berupa lalat. Ini berarti bahwa larva bukan berasal dari daging tetapi datang dari telur lalat yang hinggap di permukaan daging lalu menetas.

3/ Teori Kehidupan Evolusi Biokimia

Teori yang ketiga menjelaskan bahwa di bumi ini mula-mula terjadi proses evolusi kimia atau evolusi abiologi dan selanjutnya evolusi biologi. Evolusi abiologi yang dimaksudkan adalah uap air, ammonia, metana, CO2 melalui zat-zat organik kemudian sup prabiotik menjadi RNA kemudian DNA dan sebagai sel pertama (heterotrof). Evolusi biologi seperti sekumpulan sel akan berkembang dari bentuk yang paling sederhana ke dalam bentuk yang sifatnya semakin kompleks yaitu dijelaskan lebih lanjut seperti yang akan kami uraikan di bawah ini. 

Teori evolusi biokimia terbagi ke dalam dua bagian yaitu Oparin dan Urey (Teori Naturalistik). Masing-masing menjelaskan bahwa zat organik terbentuk secara spontan dari zat anorganik. Zat organik selanjutnya akan membentuk sel-sel kehidupan dengan tahapan sebagai berikut :

  • Molekul metana, ammonia, hidrogen dan uap air tersedia sangat banyak di atmosfer.
  • Energi yang diperoleh dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis menyebabkan zat-zat bereaksi membentuk molekul zat yang ukurannya lebih besar.
  • Zat hidup berkembang menjadi organisme yang sifatnya lebih kompleks.

Teori ini didukung oleh Stanley Miller yang berhasil membuktikan kebenaran dari Teory Urey di dalam laboratorium dengan memasukkan uap air, metana, amonia, gas hidrogen dan karbondioksida ke dalam sebuah tabung sterilisasi. Kemudian tabung tersebut dipanaskan dan melalui listrik bertegangan tinggi sebagai ganti halilintar. Energi listrik ini selanjutnya menjadi pemicu terjadinya reaksi dan membentuk zat-zat berupa organik sederhana yaitu asam amino dan gula sederhana seperti adenine dan ribose.

Semoga bermanfaat.

Tags News

About The Author

Utamii 57
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel