Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Suku Togutil Di Indonesia

25 Oct 2022 11:39 396 Hits 0 Comments Approved by Plimbi

Mengenal Lebih Dekat Keberadaan Suku Togutil Di Indonesia

Suku Togotil adalah salah satu suku yang hidup di pedalaman hutan . Ini disebabkan bermula ketika para penjajah berkunjung ke Nusantara pada zaman dahulu yaitu di Maluku. Kedatangan mereka mengusik suku Togutil yang pada awalnya merupakan suku tertinggal di pesisir pantai. Pemerintah kolonial menerapkan aturan pajak bagi para pribumi namun suku Togutil tidak mau mengikuti aturan tersebut sehingga mereka memilih untuk bersembunyi di dalam hutan. Mereka membentuk kelompok dan memutuskan untuk menetap di dalam hutan selamanya.

Karakteristik Suku Togutil 

Suku Togutil mempunyai ciri fisik seperti orang-orang Melayu pada umumnya yaitu tubuh rata-rata relatif lebih tinggi dan warna kulit lebih cerah. Mempunyai sepasang bola mata berwarna terang kecokelatan yang menguatkan teori bahwa suku ini merupakan keturunan Bangsa Portugis yang telah berbaur dengan pribumi.

Bahasa Suku Togutil 

Bahasa dari suku Togutil adalah digunakan sebagai sarana berkomunikasi antar masyarakat untuk menyampaikan pesan dan mengungkapkan ekspresi. Orang-orang dari suku Togutil berbicara dalam bahasa serumpun dengan bahasa dari suku Tobelo. Mereka menggunakan Bahasa Tobelo Boeng dan Bahasa Modole. Orang-orang Togutil yang tinggal di daerah pesisir mempunyai bahasa yang sama dengan Bahasa Tobelo.

Rumah Adat Suku Togutil 

Rumah tradisional suku Togutil tidak memiliki nama khusus yaitu berbentuk rumah panggung yang terbuat dari bahan-bahan alami. Rata-rata rumah mereka berukuran 3x4x1 meter yang dihuni oleh dua keluarga saja. Rumah panggung suku ini tidak mempunyai sekat bahkan tembok. Pada bagian bawah rumah terdapat ruang kosong yang dimanfaatkan sebagai tempat perapian. Rumah ini sangat sederhana karena memudahkan mereka untuk berpindah-pindah tempat karena suku ini adalah suku nomaden.

Pakaian Adat Suku Togutil 

Pakaian orang-orang Togutil terutama yang masih menetap di dalam hutan hanyalah mengenakan kain dalam bentuk cawat. Pakaian ini terbuat dari kulit pohon torkowe yang dikerangkan lalu dihaluskan sehingga memberikan tekstur halus dan lembut terhadap bahan yang akan digunakan sebagai penutup organ-organ vital mereka. Menurut penelitian, pakaian tradisional Togutil tidak akan rusak selama satu tahun. Untuk orang-orang Togutil yang menerima modernisasi sudah mulai mengenakan pakaian seperti orang-orang pada umumnya. 

Mata Pencaharian Suku Togutil 

Suku Togutil sangat bergantung kepada kondisi lingkungan alam di sekitarnya. Mereka bertahan hidup dengan cara bercocok tanam. Jenis tanaman yang dikembangkan rata-rata kelas ringan seperti umbi-umbian dan buah-buahan. Waktu luang digunakan untuk berburu binatang liar di hutan atau di ladang / tegalan. Namun ada pula yang bercocok tanam jenis palawija atau bertahan hidup seperti mengumpulkan hasil hutan yaitu sagu. Apabila persediaan makanan sudah habis maka mereka akan berpindah tempat. 

Kebudayaan Dan Kepercayaan Suku Togutil 

Meskipun mempunyai kepercayaan asli yaitu memuja roh para leluhur namun Suku Togutil tidak mempunyai upacara atau ritual khusus. Adat kebiasaan yang umum dilakukan adalah acara makan bersama dengan kelompok lainnya. Acara yang digelar ini tidak ada hubungannya dengan waktu tertentu yaitu bisa digelar kapan saja. Ketika akan mengadakan acara makan bersama maka pigak tuan rumah akan bertanya tentang apa makanan kesukaan mereka. Selanjutnya makanan tersebut akan disiapkan pada saat acara berlangsung.

Aturan adat lainnya yang diterapkan oleh Suku Togutil adalah aturan yang dikenal dengan nama Buko yaitu sekumpulan larangan untuk tidak mengambil tanaman tertentu di wilayah tertentu. Tanaman yang dimaksud adalah tanaman yang diberi tanda kain merah atau miniatur rumah berukuran 50 cm x 50 cm. Jika melanggar aturan ini, tidak dikenakan hukuman tertentu hanya saja para warga di sini disiplin terhadap diri sendiri untuk tetap mematuhi peraturan ini karena dipercaya apabila melanggar maka akan terjadi hal buruk.

Berdasarkan riset pada tahun 1996 oleh Martodirdjo kepercayaan asli orang-orang Togutil adalah percaya pada roh leluhur. Mereka meyakini adanya kekuatan tertinggi yang disebut sebagai jou ma dutu. Sedangkan kekuatan yang dipercaya sebagai pemilik alam semesta disebut sebagai o-gikiri moi.  Setelah mendapat program relokasi dari pemerintah masyarakat Togutil mulai mengenal agama seperti Kristen Protestan dan Islam. Sebagian besar mereka memilih agama Kristen Protestan. Sementara itu Togutil asli masih mempertahankan kepercayaan leluhur mereka. 

Sistem Kekerabatan 

Suku Togutil hidup secara berkelompok dengan anggota keluarga terdiri dari dua orang tua, anak-anak, keponakan dan saudara lainnya. Suku Togutil memeluk paham patriarki yaitu wanita yang akan mengikuti suaminya setelah menikah. Satu kelompok di dalamnya ada beberapa keluarga yaitu paling banyak 10 kepala keluarga. Meskipun berada dalam satu kelompok yang sejenis namun mereka pada umumnya menetap dalam rumah yang berbeda-beda. Dalam satu kelompok dipimpin oleh satu orang yang akan dijadikan sebagai panutan anggota kelompoknya. Pemimpin ini biasanya dipilih dari orang yang paling pandai dalam bidang berburu dan mengobati. 

Semoga bermanfaat.

Tags News

About The Author

Utamii 57
Expert

Utamii

Suka membaca dan menulis

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel