Mengenal Ritual Sanggaran Makam yang Katanya dapat Memberikan Keuntungan

27 Feb 2020 09:40 150 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Ritual sanggaran di makam Raden  Yosopura yang mendatangkan keuntungan 
Raden  Ngabehi Yosopuro dikenal sebagai  seorang pujangga ternama asal keraton Kasunan Surakarta hidup ratusan tahun yang lalu dan  kini  sang pujangga tersebut telah lama dipanggil oleh Allah SWT .   Raden Ngabehi Yosopuro dimakamkan tepatnya berada di Kampung Ngaliyan, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali tak jauh dari kompleks makam Pengging Sepuh. Sekarang kawasan makam Raden Yosopuro  telah menjadi wisata ziarah. Kawasan makam Raden Ngabehi Yosopuro terlihat lebih ramai pada hari tertentu, bahkan waktu menunjukkan lewat tengah malam pun aktivitas peziarah pun  masih tetap berlangsung.    Ada pemandangan menarik dan unik dengan banyaknya pengunjung muda sampai tua yang  berasal  berbagai kalangan rakyat, pejabat, calon pejabat melakukan berbagai aktivitas beramai-ramai berkunjung di makam ini dengan beragam tujuan mulai dari  jalan- jalan melihat pasar yang menjual aneka dagangan, berziarah, hingga melakukan kegiatan  ritual sanggaran di kawasan makam ini. Setiap malam Jumat Pahing dalam penanggalan Jawa kawasan makam tersebut selalu digelar ritual sanggaran.   Terkait dengan acara ritual sanggaran yang diadakan setiap malam Jumat Pahing menurut Sucaryo selaku juru kunci makam tersebut menyebutkan malam Jumat Pahing itu kelahiran Raden Ngabehi Yosopuro yang juga eyang buyutnya Ranggawarsito, makanya ritual sanggaran diadakan setiap malam Jumat Pahing .Makam Raden Ngabehi Yosopuro dipercaya mampu mengabulkan semua permintaan.   Mitos ini terus bertahan hingga sekarang ,meski perkembangan tehnologi terus bergerak cepat .Namun tidak juga bisa mampu melunturkan kepercayaan masyarakat setempat tentang mitos ini.   Ritual sanggaran digelar dalam kompleks makam Raden Ngabehi Yosopuro menjadi pemandangan yang unik untuk ditelusuri mengingat ritual ini disebut mampu datangkan keuntungan. Salah satu prosesi ritual sanggaran yang unik diawali dengan mengambil nomor yang dianggap keberuntungan.   Salah satunya seperti yang dilakukan calon anggota legislatif dari kota Surakarta ini yang enggan disebutkan namanya terlihat datang ke makam Raden Yosopuro bersama kerabatnya sekitar 1,5 jam sebelum azan subuh  berkumandang untuk ikut ritual sanggaran  dengan tujuan mencari ketenangan dan agar bisa lolos menjadi anggota DPRD Kota Surakarta pada 17 April pemilu 2019 yang lalu.   Saat itu acara telah berlangsung para peziarah berdesakan menyerahkan secarik kertas yang telah ditulisi nama mereka pada juru kunci. Begitu namanya dipanggil peziarah mendapatkan janur kuning bertuliskan huruf hijaiyah. Huruf hijaiyah itu kemudian dicocokan dengan tulisan  yang telah terpasang disalah satu kompleks makam.   Masing-masing huruf memiliki makna yang berbeda mulai dari nasehat tentang keberuntungan hingga larangan berbuat keji. Hal ini seperti yang dialami Suparmi dan suaminya bernama Yonif Adi Wibowo warga Kartasura, Kabupaten Sukoharjo sudah akrab dengan sanggaran dan percaya aktivitas ini membawa berkah bagi keluarga.   Ritual sanggaran menurut Suparmi pernah  melakukan 7 bulan yang lalu yang saat itu menurut Suparmi ada keinginan untuk membeli rumah dan keinginan tersebut akhirnya terkabul, tercapai setelah mengikuti ritual sanggaran di makam Raden Yosopuro ini.   Setelah itu Suparmi dan bersama suaminya bernama Yonif  telah mengikuti prosesi pengambilan nomor kemudian diberi janur kuning yang dibaliknya ada huruf  hijaiyah. Mereka berdua mencocokan sanggaran dan terlihat dibalik janur kuning milik Suparmi bertuliskan huruf alif.   Ketika dilihat pada papan makna sanggaran Alif berarti beralamat baik, memberkati hajat. Sementara janur kuning milik suami Suparmi  bertuliskan  huruf hijaiyah nun yang artinya mendapatkan manfaat dalam perbuatan baik dan dapat mengalahkan musuhnya.   Huruf hijaiyah alif dan nun pada balik janur kuning menurut Suparmi sekedar untuk memotivasi diri ,namun soal keberuntungan itu menurut Suparmi bagaimana perbuatan yang dilakukan untuk mencapainya dan semua itu atas izin Allah.   Prosesi selanjutnya adalah para peziarah diwajibkan membawa bunga yang nantinya akan didoakan oleh seorang kuncen makam.       Setelah bunga yang dibawa para peziarah bunga tersebut ditaburkan diatas pusara makam Raden Ngabehi Yosopuro sembari mengucapkan doa atau hal yang menjadi keinginannya.     Prosesi ritual sanggaran makam Raden Ngabehi Yosopuro  lain yang tak kalah menarik adalahberendam.Sebelum prosesi berendam dimulai setiap  peziarah diberi selembar janur kuning sebagai media  penerawangan  nasib masa depan yang telah disanggarkan di dekat pusara Yosopuro .         Tirakat menjadi prosesi selanjut supaya penerawangan dari janur tersebut berisi hal yang baik dengan cara berendam di mata air yang disebut UmbulPenging.Lokasi Umbul Penging tidak jauh dari makam yang dilakukan dengan keyakinan untuk menyucikan jiwa .   Ritual berendam dalam mata air di Umbul Penging biasanya mulai pukul 00.00 atau tepat waktu menunjukkan  tengah malam.         Waktu tengah malam yang dilakukan untuk berendam menurut Sucoyo sang juru kunci makam Raden Ngabehi Yosopuro ,karena dianggap sebagai waktu yang tenang dan jauh dari keramaian hiruk pikuk .Waktu yang tepat untuk melakukan ritual tirakat dengan berendam menurut Sucoyo kira-kira dari usai waktu maghrib sampai lewat tengah malam .   Umbul Planangan  yang berukuran 6×8 meter tersebut lokasinya hanya perlu ditempuh selama beberapa menit dari situs makam Pengging Sepuh ini disebut sebagai tempat prosesi berendam atau kungkum oleh para peziarah saat malam-malam tertentu di tengah malam gelap gulita .Peziarah bernama Warsito warga Teras,Boyolali menyebutkan rutin kungkum  di sini sejak 2004 biasanya berendam di Umbul Temanten  .         Umbul Temanten menurut Warsito sebagai tempat pemandian raja yang bisa mendatangkan berkah ,makanya dalam sebulan menurut Warsito sering kungkum di sini  bisa tiga sampai empat kali.Ketika ritual kungkum  berlangsung menurut Warsito tidak boleh bicara satu sama yang lain dan lebih banyak khusu' berdoa    Tradisi sanggaran yang di makam Raden Yosopuro ini menurut Mulyo Siswanto juru kunci makam Raden Yosopuro yang juga keturunan Yosopuro   dilakukan atas perintah Yosopuro sebelum.tutup usia1928.         Ketika itu menurut Mulyo Siswanto Eyang Yosopuro menyebutkan kalau nanti sedang dirundung masalah berdoalah  dan melakukan sanggaran .         Ritual sanggaran menurut Mulyo Siswanto menyebutkan sebagai saran mencari ketenangan batin .Cara seperti itu yaitu ritual sanggaran menurut Mulyo Siswanto peziarah akan mendapatkan yang baik akan masa depan .   Ritual sanggaran menurut Mulyo Siswanto seringkali dilakukan pada malam Jumat Pahing .Hari pasaran Jawa itu bertepatan dengan hari kelahiran Raden Yosopuro .         Peziarah yang mengikuti ritual sanggaran menurut Mulyo Siswanto yang juga keturunan Yosopuro menyebutkan banyak yang berasal dari luar kota .Pejabat pemerintah hingga tokoh politik menurut Mulyo Siswanto sering mampir dan melakukan sanggaran disini    Sisi lain dari keberadaan ritual sanggaran  yang digelar  setiap malam Jumat  Pahing di kawasan  makam  Raden Yosopuro menurut Sucahyo sang juru kunci makam tersebut  mendatangkan keberkahan dan keberuntungan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal disekitar kompleks makam  adalah pasar .         Pasar yang letaknya disekitar kompleks makam Raden Yosopuro ini hanya muncul pada malam Jumat Pahing saat berlangsungnya ritual sanggaran makam Raden Yosopuro .         Pasar ini tidak saja menjual aneka aksesoris melainkan juga menjual obat kesehatan ,jasa bekam ,bahkan ahli dongeng juga menjajakan jasanya dengan cerita-cerita dongeng yang menarik untuk menarik pengunjung .         Pedagang yang menjajakan dagangannya menurut Sucahyo tidak hanya berasal dari warga sekitar .Banyak pedagang yang berasal dari luar kota Boyolali dan sekitarnya ikut berjualan disini.
Tags

About The Author

Suryatiningsih 35
Ordinary

Suryatiningsih

Content Writers tinggal di Magelang yang senang berbagi ilmu pengetahuan

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel