Gelar Tradisi Wiwitan, Warga Losari Panen Tanaman Jali

23 Feb 2020 20:00 480 Hits 0 Comments Approved by Plimbi
Panen Jali warga Losari,Grabag gelar wiwitan jali

Ratusan orang berkumpul di areal lahan pertanian tanaman Jali di Desa Losari ,Grabag,Kabupaten Magelang  untuk gelar tradisi wiwitan Jali di siang itu.

Sengatan matahari yang panas tidak mengurangi semangat warga  ikuti acara Wiwitan panenJali.Tradisi wiwitan biasanya digelar sebelum masa  panen tiba.

Wiwitan Jali : sebuah tradisi yang biasa dilakukan masyarakat  Desa Losari sebagai tanda panen raya segera dimulai. Prosesi ritual tradisi Wiwitan Jali diikuti oleh masyarakat Magelang, Kecamatan Jambu Semarang dan Temanggung mengingat wilayah Grabag berbatasan dengan Kabupaten Semarang.

Kearifan lokal dalam tradisi wiwitan Jali masih terjaga  hingga kini terlihat dari rangkaian  prosesi ritual yang dilakukan masyarakat setempat demikian sakral dan hika. Tradisi Wiwitan Jali diawali dengan kegiatan  memetik Jali yang dilakukan oleh  para tokoh agama  selanjutnya  mereka  berjalan ke area persawahan sebagai tanda panen raya Jali telah dimulai.

Ketika para tokoh agama berjalan ke area lahan pertanian Jali  yang diikuti iringan suara tetabuhan yang berasal dari mainan tradisional .Prosesi selanjutnya Jali yang dipetik tersebut kemudian diterima para tokoh masyarakat setempat  dan disucikan dengan air kelapa muda.

Setelah Jali  disucikan dengan air kelapa  para tokoh masyarakat berdoa bersama dengan masyarakat setempat yang diikuti dari tokoh agama Islam,Budha  dan tokoh beragama Katholik.

Acara ritual wiwit Jali diakhiri makan bersama jenang Jali dengan pincuk ( tempat jenang yang terbuat dari daun pisang. Lembaran daun pisang dibentuk sedemikian rupa hingga terbentuk seperti mangkuk).

Ritual Wiwitan Jali dalam tradisi ini tidak sekedar upacara semata.Bentuk ungkapan syukur  masyarakat Desa Losari, Kecamatan Grabag,Magelang  yang telah mampu melakukan panen Jali. Sisi lain dari ritual tradisi wiwitan Jali yang digelar masyarakat Desa Losari dengan mengundang berbagai tokoh lintas agama sebagai bentuk potret kerukunan umat beragama di wilayah Magelang dan sekitarnya. 

Jali adalah sejenis tumbuhan biji- bijian dari suku padi- padian( Coix Lacryma Jobi tergolong dalam famili Poacae) dan  sejenis tanaman  pangan jagung  yang kini dijadikan sebagai bahan makanan  pengganti nasi. Jali dalam sebuah penelitian ilmiah  bisa dijadikan bahan pangan lokal non beras dan non terigu. Jali dikenal sebagai pengganti nasi yang dibuat sebagai jenang Jali.

Proses membuat jenang Jali cukup mudah .Biji Jali ditumbuk terus sampai halus hingga menjadi tepung kemudian tepung Jali direndam semalam .Pagi harinya tepung yang direndam semalam tersebut  dimasak  hingga menjadi  jenang Jali.

Budidaya Jali  memang belum sepopuler seperti tanaman pertanian lainnya,namun di desa ini Jali mulai dikembangkan dengan memanfaatkan lahan kosong.

Lahan kosong inilah yang kemudian dijadikan sebagai lahan pertanian Jali.Lahan pertanian yang dijadikan sebagai lahan pertanian Jali tidak luas hanya 2000meter persegi milik R.Suwigyo ini menghabiskan bibit 1,5 kilogram bibit Jali.

Jali yang ditanam dilahan pertanian milik R.Suwigyotersebut baru bisa dipanen setelah 6-7 bulan kemudian dengan proses pengolahan sama dengan padi menggunakan Selepan.

Tanaman Jali mulai dibudidayakan awalnya dari daerah Rejosari,Kecamatan Jambu,Kabupaten Semarang ,namun  komunitas petani  yang berasal dari Losari banyak yang  ikut budidaya tanaman Jali hingga akhirnya Losari kini menjadi central tanaman Jali di Magelang.

Tags

About The Author

Suryatiningsih 36
Ordinary

Suryatiningsih

Content Writers tinggal di Magelang yang senang berbagi ilmu pengetahuan

Comments

You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Plimbi adalah tempat menulis untuk semua orang.
Yuk kirim juga tulisanmu sekarang
Submit Artikel